Jakarta, Aktual.Com-Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menyesalkan pernyataan Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menuding intelejen kita sebagai intelejen error atau intelejen ngawur.

Menurut Boni, pernyataan ini sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang mantan presiden dan Ketua Umum Partai Demokrat.

Pasalnya tambah Boni, SBY sudah 10 tahun berkuasa dimana¬† 10 tahun juga SBY mengatur Badan Intelejen Negara. “Lantas, kalau hari ini dibilang intelejen error, maka yang lebih error adalah dia yang mengatur intelejen menjadi error,” kata Boni di Jakarta, Jumat (11/11/2016).

Lebih lanjut dia mengatakan pernyataan SBY memuat nuansa penghinaan terhadap institusi BIN sebagai lembaga negara.

“Maka perlu ada pertanggungjawaban secara hukum atas pernyataan SBY tersebut karena ini menyangkut kewibawaan dan hormat publik terhadap lembaga negara,” ucap Boni.

Boni merasa hal penting bagi SBY untuk melakukan klarifikasi kepada publik .

“Apa dan siapa yang dimaksud dengan intelejen ngawur? Bahkan proses hukum terhadap tuduhan SBY tersebut perlu didorong oleh BIN sendiri atau oleh pihak manapun yang peduli dengan institusi intelejen,” pungkas dia

(Bawaan Situs)