Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan

Jakarta, aktual.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menekankan pentingnya kerja sama antara negara pulau dan kepulauan di bidang ekonomi biru (blue economy), perubahan iklim (climate change), dan berkelanjutan (sustainability).

Saat membuka Blue Innovation Solution Conference di Bali, Senin, Luhut pun mengajak negara pulau dan kepulauan yang tergabung dalam Archipelagic and Island States Forum (AIS Forum) untuk mewujudkan kolaborasi tersebut.

“Blue Innovation Solution (BIS) ini diselenggarakan untuk memaksimalkan kekuatan kita seperti dalam hal blue economy, climate change, and suistainability. Ini merupakan organisasi yang kuat dan ini merupakan success story kita. Saya yakin kalau kita bekerja bersama-sama, kita akan mendapatkan hasil yang jauh lebih baik dari sebelumnya, dan saya harap kita bisa bergabung serta solid mengenai hal ini,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Senin (5/12).

Luhut mengatakan Forum AIS bukan hanya kerja sama antarpemerintah. Forum ini juga mempromosikan kolaborasi antara penduduk pulau di seluruh dunia.

Dalam konferensi ini Indonesia mengundang pelaku start-up, bisnis, usaha kecil dan menengah, lembaga akademik dan penelitian, organisasi berbasis masyarakat, perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.

Tujuannya untuk berdiskusi produktif dan bertukar ide di antara mereka yang bekerja pada isu ekonomi biru, perubahan iklim, dan keberlanjutan.

Luhut juga berharap konferensi ini dapat terjalin kemitraan baru, menghubungkan inovator dengan investor, dan mendorong partisipasi masyarakat yang lebih besar dalam menghasilkan perubahan positif.

“Di konferensi ini saatnya kita menunjukkan praktik dan pelajaran terbaik, untuk saling belajar mengenai laut dan sekitarnya. Sehingga upaya dan tantangan saat ini dapat didiskusikan bersama, diatasi, serta penciptaan inovasi dan solusi yang telah berhasil diterapkan di satu tempat, dapat direplikasi di tempat lain yang membutuhkan,” katanya.

Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Republik Cabo Verde Alexandre Dias Monteiro mengatakan pertemuan ini memungkinkan komunikasi dan partisipasi yang lebih baik dari para pemangku kepentingan utama.

Kegiatan ini membuka ruang untuk berbagi keprihatinan mereka, bertukar pengalaman, dan membuka debat tentang lingkungan laut dengan pandangan untuk mengadopsi langkah-langkah konservasi dan pelestarian lautan secara inovatif sebagai solusi di bidang ekonomi biru.

Alexandre mengatakan laut mewakili 99 persen wilayah Cabo Verde (negara di Afrika) dan merupakan sumber daya strategis untuk pembangunan negara. Oleh karena itu, tidak sulit untuk memahami mengapa pemerintah kami memilih ekonomi biru sebagai prioritas utama.

“Bagi kami, merawat apa yang menjadi milik kami adalah masalah hidup dan kelangsungan hidup. Ada kebutuhan mendesak untuk mempromosikan perubahan paradigma dalam kaitannya dengan laut, dan menjadikannya salah satu titik jangkar utama untuk pengembangan, diversifikasi, dan spesialisasi ekonomi,” ujarnya.

Blue Innovation Solution Conference merupakan side event Forum AIS. Sejumlah pembicara hadir dalam konferensi baik dari Indonesia maupun negara-negara anggota Forum AIS dengan tema-tema yang berbeda.

(Antara)

(Rizky Zulkarnain)