Jakarta, Aktual.com – Indonesia diduga sudah menjadi basis sindikat kejahatan internasional yang dikendalikan kelompok mafia terkenal asal Jepang, Yakuza.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti mengingatkan Indonesia diwaspadai bukan lagi menjadi ‘korban’ dari sindikat tersebut.

“Namun khawatir jadi basis melakukan kejahatan,” kata dia, di Jakarta, Jumat (21/8).

Kata Krishna, indikasi sudah dijadikannya Indonesia sebagai basis aksi kejahatan mafia Yakuza mencuat, menyusul terbongkarnya sejumlah sindikat penipuan yang melibatkan warga Taiwan dan Tiongkok oleh Polda Metro Jaya.

Warga Taiwan dan Tiongkok itu direkrut Yakuza dengan menawarkan pekerjaan di Indonesia menggunakan visa kunjungan. Namun setibanya di sini, mereka dilibatkan di sindikat kejahatan yang beroperasi di Jakarta.

Diakuinya, kepolisian Taiwan dan Tiongkok sudah lakukan penyelidikan atas dugaan keterlibatan Yakuza dalam aksi penipuan yang beroperasi di Indonesia dan sejumlah negara di wilayah Asia.

Upaya pencegahan juga sudah dilakukan pihak Imigrasi. Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Selatan Cucu Koswala mengatakan akan memberi catatan hitam terhadap 96 Warga Taiwan dan Tiongkok yang diduga terlibat sindikat kejahatan.

Warga asing ilegal itu akan dikenakan pidana melalui proses pengadilan berdasarkan pendalaman. Diketahui, aparat Polda Metro Jaya menciduk 91 orang terdiri dari 41 orang di kawasan Ancol Jakarta Utara dan 55 orang di Jalan Adiyaksa Raya P-26 Lebak Bulus Jakarta Selatan pada Kamis (20/8).

Artikel ini ditulis oleh: