Suasana terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pekan lalu. Maskapai Garuda Indonesia memperkirakan kenaikan penumpang sebesar 15 persen pada musim libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. AKTUAL/Tino Oktaviano

Sumatera Utara, aktual.com – Pemerintah Kota Gunungsitoli mengatakan telah melayangkan surat kepada Kementerian Perhubungan dan instansi terkait lainya mengenai mahalnya harga tiket pesawat dari Gunungsitoli ke Kualanamu dan sebaliknya, yakni pesawat Wings Air dan Garuda.

“Surat yang kita kirim sudah dibalas, dan mereka menjawab jika harga tiket Gunungsitoli menuju Kualanamu dan sebaliknya masih di bawah batas maksimal,” sebut Wali Kota Gunungsitoli Lakhonizaro Zebua menyampaikan isi surat balasan, di Gunungsitoli, Sabtu (5/5).

Menurut dia, permasalahan mahalnya tiket pesawat ada pada penjual tiket secara online, serta agen-agen “nakal” yang terlebih dulu membooking tiket dan menjual kembali dengan harga tinggi.

“Karena ada sistem harga yang berbeda -beda, peluang agen nakal terbuka sehingga harga dinaikkan lebih tinggi,” sebut dia.

Untuk memgatasi hal tersebut, Lakhinizaro berharap maskapai tidak lagi melakukan sistem beda harga dengan menetapkan harga sama pada semua.

Sebelumnya juga salah satu agen travel di Kota Gunungsitoli menerangkan jika mahalnya harga tiket pesawat merupakan kebijalan dari pusat.

Mereka hanya menjual tiket sesuai harga dari pusat, dengan harga yang diberikan adalah harga paling tinggi. Bahkan, pemilik travel yang tidak ingin namanya disebutkan itu mengaku akibat kebijakan tersebut omset mereka berkurang.

Hingga hari ini, media sosial masih dipenuhi keluhan warga terkait mahalnya harga tiket pesawat Gunungsotoli menuju Kualanamu dan sebaliknya. Dengan estimasi harga tiket pesawat dengan perjalanan 45 menit hanya sebesar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu. Saat ini harga tiket mencapai Rp850 ribu hingga Rp1 juta.

(Novrizal Sikumbang)