Jakarta, Aktual.com – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menilai peristiwa penembakan oleh oknum aparat terhadap mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari, Immawan Randi adalah bukti nyata dari tindakan represif pihak keamanan terhadap mahasiswa yang ingin menyuarakan aspirasinya.

“Kami, IMM se-Indonesia menyatakan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya salah satu kader IMM yang tertembak peluru tajam ketika melakukan aksi unjuk rasa di Kendari, Sulawesi Tenggara. Ini adalah kehilangan yang sangat besar bagi kami,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Najih Prastiyo ditulis Jumat (27/9).

Dikatakan Najih kalau IMM akan menuntut Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bertanggung jawab dan mengusut tuntas penembakan oknum polisi kepada peserta aksi.

“Pihak kepolisian harus bertanggung jawab mengusut kasus ini sampai tuntas, dan kami kader IMM se-Indonesia akan mengawal penuh kasus ini,” katanya.

Seperti diketahui mahasiswa bernama Randi (21), tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo, asal Desa Lakarinta, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna. Mahasiswa tersebut dibawa ke Rumah Sakit TNI AD dr Ismoyo pada pukul 16.18 WITA setelah dirinya tertembak dibagian dada kiri. Setelah menjalani perawatan kurang lebih lima menit, mahasiswa tersebut meninggal dunia.

(Abdul Hamid)