Mahathir Mohamad dan Najib Razak (AFP/ EPA-EFE)

Kuala Lumpur, Aktual.com – Mahathir Mohamad menyoal Najib Razak yang mendapatkan harta berupa tanah senilai RM 100 juta. Mahathir mengatakan aturan negara yang menjadi dasar keputusan tersebut dibuat untuk memberikan apresiasi dan bukan kemewahan kepada mantan Perdana Menteri (PM).

“Kita boleh menghargai jasa seorang Perdana Menteri tetapi bukanlah sampai menjadikannya sebagai Millionaire (Jutawan),” ujar Mahathir dalam sebuah pernyataan di blog dan sosial media pribadinya, Senin (23/11) kemarin.

Dilansir dari Malaysiakini, menurut Mahathir, seorang Perdana Menteri seharusnya tidak perlu mendapatkan apresiasi yang berlebihan setelah pensiun. Pasalnya, gaji, honor dan tunjangan yang didapatkan selama ini sudah sangat cukup untuk mendukung kehidupan para mantan Perdana Menteri.

Terlebih, politisi senior Malaysia itu juga menyinggung tanggung jawab Najib dalam kasus korupsi 1MDB. Bagi Mahathir, tidak pantas rasanya memberikan apresiasi kepada Najib yang merugikan negara.

“Bagi seorang Perdana Menteri yang merugikan negara dan sudah dipenjara, perlukah kita memberikan hadiah sampai RM 100 juta, sementara Perdana Menteri yang memerdekakan negara hanya diberi sebuah rumah berdinding papan,” jelasnya.

Meskipun demikian, secara resmi, Najib Razak sebenarnya sudah menolak tawaran tersebut pekan lalu. Najib beralasan keadaan sebagian besar rakyat Malaysia sedang dilanda kesusahan.

(Megel Jekson)