Koordinator JPPR, Masykurudin Hafidz (istimewa)
Koordinator JPPR, Masykurudin Hafidz (istimewa)

Jakarta, Aktual.com – Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz mengatakan debat kedua Pilkada DKI Jakarta 2017 semakin memperlihatkan keunggulan masing-masing pasangan calon (paslon).

Menurut Masykurudin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (28/1), keunggulan komparatif antar pasangan calon sangat terlihat dalam debat kedua tersebut saat menyampaikan gagasan pembenahan birokrasi Jakarta dengan cara pandangnya masing-masing.

“Keunggulan kompetitif juga terlihat ketika pasangan calon memberikan koreksi dan kritik terhadap persoalan yang dihadapi warga Jakarta,” katanya.

Dibanding debat pertama, kata dia, jawaban pasangan calon terhadap pertanyaan yang diajukan juga lebih memenuhi unsur rencana pembangunan jangka panjang daerah.

“Hal itu menjadi dasar penyusunan dokumen visi, misi, dan program pasangan calon yaitu mendasarkan pada kondisi yang terjadi, perencanaan pembangunan, dan durasi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya,” tutur dia.

Ia juga menyatakan masing-masing pasangan calon menyampaikan visi, misi dan program terhadap kemajuan Jakarta.

“Perbedaan terjadi pada bobot materi yang diungkapkan dan tekanan pembicaraan yang disampaikan. Dalam setiap segmen, masing-masing pasangan calon memberikan bobot yang berbeda, ada yang menekankan pada visi, ada yang menitikberatkan pada misi, dan ada yang mengunggulkan rencana program,” ujarnya.

Sementara dalam menyajikan data-data, menurutnya, terjadi perbandingan yang cukup kentara antara data keseluruhan dengan temuan konkret lapangan.

“Penyajian data global dihadapkan langsung pada praktek yang terjadi di lapangan. Progres kemajuan daerah Jakarta dikoreksi langsung dengan fakta lapangan,” ucap Masykurudin.

Dengan demikian, kata dia, topik reformasi birokrasi dan pelayanan publik dalam debat itu dapat ditangkap secara baik oleh masyarakat Jakarta.

Menurut dia, selain dapat membedakan masing-masing program pasangan calon sebagai pertimbangan memilih, masyarakat Jakarta juga dapat membedakan karakter masing-masing calon.

()