Denpasar, Aktual.com – Hingga kini, Pulau Bali belum memasuki musim penghujan. Di Bulan Desember, hujan sempat mengguyur Pulau Dewata, namun dengan intensitas yang rendah. Selebihnya, hujan praktis tak pernah turun dan panas menyengat matahari menyinari daerah yang sohor dengan destinasi pariwisatanya itu.

Kepala Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, I Wayan Suardana menjelaskan, pemicu terjadinya hujan di Bali adalah adanya pertemuan massa udara dari barat dan utara yang banyak mengandung air.

“Tidak munculnya secara konsisten tekanan udara yang signifikan di belahan bumi utara (Australia) ditarik ke arah barat. Maka hujan ke arah barat seperti Aceh dan daerah lainnya,” kata Suardana saat dihubungi, Rabu (13/1).

Selain itu, masih berlangsungnya badai Elnino yang mempengaruhi curah hujan juga menjadi penyebab hujan belum juga turun. “Sejak awal sudah kita katakan awal penghujan akan mundur dan sifatnya di bawah normal,” papar Suardana.

Kendati begitu, di dataran yang lebih tinggi seperti Bedugul dan sebagian Singaraja hujan sudah normal. “Hanya di bagian selatan seperti Denpasar, Kuta, Nusa Dua, lalu di beberapa kabupaten lainnya hujan masih di bawah normal,” ungkap dia.

Sementara itu, penyebab panas menyengat lantaran matahari tengah menuju ke arah utara katulistiwa. “Aliran dan hujan sedikit sehingga terjadi komulatif panas. Panas menumpuk,” jelas Suardana.

Ia memprediksi hujan akan membasahi Bali selatan di akhir Januari hingga Februari. “Perkiraannya di situ, tapi sifatnya masih di bawah normal,” tutup Suardana.

()