Untuk itu, Bambang Soesatyo yang kembali berniat maju di Munas Golkar jangan membuat isu atau menjatuhkan Airlangga selaku kompetitor dalam merebut pucuk pimpinan Golkar.

“Tidak perlu teriak-teriak dan menjelekan Pak Airlangga,” kata politisi Golkar Ace Hasan Syadzily melalui sambungan telepon.

Terlebih, kata dia, Airlangga sudah menghantarkan Bamsoet ke pucuk pimpinan MPR RI. Itu semua, kata dia, sesuai dengan kesepakatan Bamsoet dan Airlangga.

“Yang jelas kesepakatan itu adalah Pak Bamsoet tidak akan maju menjadi caketum Partai Golkar jika sudah ditugaskan sebagai Ketua MPR RI, itu yang harus digarisbawahi. Soal yang lain-lain, hanya Pak Airlangga dan Pak Bamsoet yang tahu,” kata Ace.

Ace pun menyarankan para pendukung Bamsoet untuk mengikuti saja Munas yang akan dihelat 3-5 Desember 2019 mendatang. Jika ingin mendorong Bamsoet maju, maka sebaiknya tidak menjelekan Airlangga, melainkan menawarkan program.

“Sudah seharusnya ajang Munas ini kita sambut dengan kegembiraan dan musyawarah mufakat, bukan berhalusinasi bahwa ada intimidasi segala macam,” ujar Ace.

Untuk itu, Bamsoet termasuk dengan pendukungnya diingatkan agar tidak menganggu dan membuat gaduh suasana politik nasional karena hanya sebuah ambisi. Terlebih, selama kepimpinan Airlangga, Golkar sangat berperan dalam kemenangan Presiden Jokowi di Pilpres 2019.

“Ingat betul, Partai Golkar melejit dibawa Airlangga Hartarto sebagai ketua umum yang top,” kata Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar Syahmud Basri Ngabalin.

Sehingga soliditas dan komitmen harus terjaga jelang Munas Golkar. Adapun desakan Bamsoet yang diinginkan oleh salah satu kader maju pada Munas Golkar yang akan dilaksanakan pada bulan Desember 2019, tentunya harus disikapi bahwa Airlangga dan Partai Golkar kini menjadi tulang punggung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Oleh karena itu segenap kader Partai Golkar harus menjaga soliditas Partai Golkar dan pemerintah,” kata dia.

Dia menganggap ambisi Bamsoet menjadi tidak terkendali. Seuai dengan nalar, maka ambisi tersebut dapat merusak relasi Partai Golkar dengan Pak Jokowi dan akan menjadi titik mulainya guncangan terhadap pemerintah.

“Marilah kita sama-sama menjaga soliditas dan komitmen membesarkan Partai Golkar. Peran dan kepedulian pak Jokowi pada Partai Golkar telah menjadikan dan memberikannya hak untuk ikut menentukan kebesaran Partai Golkar,” katanya.

(Zaenal Arifin)