Jakarta, Aktual.com — Sungai Tohor yang berada di Provinsi Riau, menjadi pembicaraan hangat pada bulan ini. Pasalnya, Oktober lalu, tepat satu tahun dibuatnya Sungai Tohor guna memerangi kebakaran hutan yang kerap terjadi di daerah tersebut.

Terkait hal tersebut, Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalari) mengadakan seminar untuk memperingati satu tahun Sungai Tohor bertajuk ‘Melindungi Gambut Untuk Masa Depan Indonesia’.

Wimar Witoelar, Pendiri Yayasan Perspektif Baru mengatakan, “Satu tahun setelah Sungai Tohor membuktikan sinergi segitiga antara civil society, ilmuwan dan pemerintahan. Bersama membentuk perspektif yang saling melengkapi dalam memberdayakan, menyelamatkan hutan dan melakukan transformasi menghadapi perubahan iklim,” demikian mantan Juru Kepresidenan era Gusdur tersebut, Selasa (17/11) di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta.

Dalam seminar tersebut, hadir juga Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar yang mendukung memerangi kebakaran hutan yang melanda di di wilayah tersebut. Ia mengatakan bahwa hingga saat ini pemerintah terus mengupayakan langkah transformasi kebijakan pengelolaan lahan gambut.

“Langkah transformasi kebijakan pengelolaan lahan gambut ini telah dimulai dengan menginstruksikan untuk menata ulang tata saluran drainase dan pengendalian muka air kanal atau tanah melalui penyekatan kanal,” kata Siti menambahkan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, bahwa langkah selanjutnya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah dan mengendalikan kebakaran hutan khususnya di area kawasan hutan dan lahan gambut, pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan berupa tidak dapat lagi dilakukan pembukaan lahan baru atau eksploitasi lahan gambut.

“Dengan adanya keputusan-keputusan ini diharapkan untuk ke depannya bisa mengendalikan masalah gambut di Tanah Air,” harap Siti menegaskan.

Selain itu, Pemerintah juga sedang menetapkan zona lindung dan budidaya di kawasan atau lahan gambut.

Menurut Mentri KLH, Penanaman lahan gambut yang sudah berjalan itu akan dikelola secara serius dengan menggunakan teknologi ekohidro berbasis satuan hidrologis. Tak hanya itu, pemerintah mengajak semua pihak untuk meningkatkan kegiatan pengamanan area kerja untuk mengurangi potensi kebakaran hutan dan lahan gambut.

“Mari kita kawal bersama soal hal ini, karena kalau kita bersama-sama bekerja maka, saya sangat yakin masalah kebakaran ini bisa kita atasi ke depannya,” tegasnya lagi.

()