Keempat, melakukan penyederhanaan birokrasi dengan memotong prosedur yang panjang serta mendorong adanya jabatan fungsional yang menghargai keahlian dan kompetensi.

“Saya juga minta kepada para menteri, para pejabat dan birokrat, agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan. Bagi yang tidak serius, saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan, pasti saya copot,” katanya.

Kelima, meneruskan transformasi ekonomi dengan menghilangkan ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi.

Berbagai prioritas ini bukan merupakan hal baru yang dijanjikan Jokowi, karena sudah pernah diupayakan pada masa periode pemerintahan pertama.

Untuk itu, tidak mengherankan, Jokowi akan mendorong efektifvitas lima prioritas utama tersebut, apalagi daya saing Indonesia sedikit tertinggal di tingkat global.

(Abdul Hamid)