“Ekonomi dunia melambat, kita kena, tapi tidak besar, karena porsi ekspor dan impor tidak besar. Namun, kalau ekonomi full speed dan kita tidak bisa mengubah porsi ekspor, kita akan ketinggalan,” ujarnya.

Untuk itu, Darmin mengingatkan pentingnya upaya transformasi kebijakan ekonomi di berbagai sektor yang dapat menjaga iklim usaha, investasi dan daya saing Indonesia.

Transformasi kebijakan di era 4.0 ini akan difokuskan untuk mengubah ekonomi berbasis sumber daya alam (SDA) ke berbasis nilai tambah yaitu industri manufaktur dan jasa.

Terdapat tujuh langkah untuk mewujudkan iklim yang baik tersebut, yaitu pertama memberikan tax holiday sesuai besaran investasi untuk pengembangan industri SDA dari hulu ke hilir dan berdaya saing tinggi.

Sektor SDA yang mendapatkan tax holiday yaitu industri kimia dasar, logam dasar, permurnian, petrokimia dan industri pengolahan berbasis hasil pertanian, perkebunan atau kehutanan.

Kemudian, kedua, perbaikan perizinan berusaha melalui sistem layanan terintegrasi melalui OSS sebagai cara memangkas masalah dan mempercepat perizinan investasi.

(Abdul Hamid)