Jakarta, Aktual.com – Allah Swt menciptakan mahluknya seperti manusia bersamaan dengan takdir kehidupanya, maut, ajal, rezeki, serta jodoh. Semua hal tersebut telah tertulis dalam ‘mega server’ di Lauhil Mahfudz.

Akan tetapi suatu takdir tersebut juga merupakan rahasia terbesar yang masih menjadi rahasianya Allah Swt. Sehingga manusia hanya bisa melakukan suatu hal, sebagai ikhtiar dalam rangka menyambut takdir dengan usaha terbaik yang mereka mampu.

Ikhtiar biasanya sejalan dengan keinginan manusia dalam meraih sesuatu, walaupun terkadang bahkan seringkali kenyataan tidak sesuai harapan dan butuh sikap yang tepat dalam menyesuaikan diri untuk menerima kenyataan, dan hal tersebut membutuhkan sebuah bentuk keyakinan.

Keyakinan adalah suatu hal yang penting dalam hidup kita, yang merupakan kekuatan dari dari keimanan. Keyakinan yang tertancap dan mengakar dalam kita jika diibaratkan seperti gunung yang berdiri kokoh diatas permukaan bumi, tidak mudah runtuh oleh goncangan gempa, atau karang yang kokoh dan tak goyah oleh hempasan badai samudera. Sehingga tidak mudah di ombang ambingkan gelombang keraguan ataupun kesalah fahaman.

Keyakinan yang kuat tidak akan mudah di ombang ambingkan oleh faktor eksternal. Karena keyakinan tersebut akan menutupi dari segala tipu daya dan hati mereka tidak akan menoleh sedikitpun pada sumber-sumber keraguan.

(Abdul Hamid)