Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/10/2018). Rapat tersebut membahas penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Pertahanan tahun 2019 serta sejumlah isu aktual. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Mantan Menteri Pertahanan, Jenderal TNI (Purnawirawan) Ryamizard Ryacudu, mengingatkan kepada jajaran Kementerian Pertahanan untuk tidak mengkhianati Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ryamizard mengatakan hal itu saat menggelar perpisahan dengan jajaran Kementerian Pertahanan, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (23/10). Ia menjadi menteri pertahanan menggantikan Purnomo Yusgiantoro pada 2014. 

Jabatan yang diemban Ryamizard Ryacudu digantikan teman satu angkatannya di Akademi Militer, Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Prabowo Subianto, yang dilantik Presiden Joko Widodo pada Rabu ini di Istana Merdeka dalam susunan Kabinet Indonesia Maju.

Pergantian di antara kedua jenderal TNI AD ini cukup unik karena sejak menjadi perwira menengah, Prabowo yang tergabung di Komando Pasukan Khusus TNI AD dan Ryamizard yang tergabung di Kostrad, sempat “saling susul dan saling menggantikan” karir kemiliterannya. 

Pada kata-kata perpisahannya kepada jajaran Kementerian Pertahanan, Ryamizard menyatakan, “Pertama, pesan saya kepada kalian semua, laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Karena kita digaji sama negara, dipercaya negara. Jangan sampai kepercayaan negara itu kita sia-siakan, kita menghianati kepercayaan negara.”

Mantan kepala staf TNI AD ini menyebutkan, pengabdiannya sebagai menteri sudah selesai dan dirinya tidak lagi menjabat sebagai menteri.

(Abdul Hamid)