Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/10/2018). Rapat tersebut membahas penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Pertahanan tahun 2019 serta sejumlah isu aktual. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu menegaskan siapa saja yang ingin menggantikan Pancasila adalah pengkhianat bangsa karena Pancasila adalah dasar negara yang sudah menjadi kesepakatan seluruh anak bangsa.

“Bila ada yang ingin mengganti ideologi Pancasila berarti dia itu adalah pengkhianat terhadap bangsa ini. Dia pengkhianat terhadap proklamasi kemerdekaan Indonesia dan penghianat terhadap negara ini, pengkhianat terhadap kita semua, serta pengkhianat terhadap masa depan bangsa ini,” kata Ryamizard, Senin (12/8).

Hadir dalam acara itu, Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno, Rachmawati Soekarnoputri, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Salahuddin Wahid (Gus Solah) serta sejumlah ulama dan para pejabat Kemhan.

Ryamizard mengingatkan bahwa pihak-pihak yang mau mengganti Pancasila sama saja menggantikan Indonesia.‎‎ Pancasila ‎adalah ideologi negara yang sudah final.

Pancasila terbukti ampuh mempersatukan beribu-ribu perbedaan suku, ras dan agama (Sara) di bangsa ini‎. Karena itu, ‎keberadaan Pancasila tidak bisa diganggu lagi, apalagi dibuang.

‎”Pancasila adalah Indonesia itu sendiri. Mengganti Pancasila berarti mengganti Indonesia. Pancasila akan timbul dan tenggelam bersama negara ini. Hancurnya Pancasila adalah terpecahnya negara,” jelas Ryamizard.

(Abdul Hamid)