Dia mengingatkan Indonesia bukan negara agama, tetapi negara yang masyarakatnya beragama.

“Jadi Hindu bukan‎ berarti menjadi orang India. Jadi Muslim bukan berarti jadi orang Arab dan jadi Kristen bukan berarti menjadi orang Yahudi. Kita harus tetap menjadi orang Nusantara dengan adat, budaya Nusantara yang sangat kaya,” tegas Ryamizard.

Menurut dia, semua elemen bangsa harus menyadari bahwa jati diri bangsa Indonesia yang terdiri atas beragam suku, ras, budaya, dan agama. Pelbagai perbedaan tersebut pun harus dijadikan sebagai kekuatan bangsa.

Mantan Kepala Staf TNI AD, itu mengajak semua pihak menyatukan jiwa, raga, dan pemikiran guna menuju Indonesia yang lebih maju, sejahtera, dan sentosa. Semua pihak diharapkan mendukung pemerintahan yang terpilih, serta tidak boleh ada perpecahan dan perselisihan yang kontraproduktif terhadap pembangunan bangsa.

“Mari kita percayakan proses pembangunan ini kepada pemimpin terpilih, yang tentunya merupakan amanah dari Tuhan Yang Maha Esa. Karena kita sendirilah yang memilihnya melalui mekanisme yang konstitusional. Tidak mudah mencari pemimpin dan tidak mudah menjadi pemimpin,” jelasnya.

Ryamizard menegaskan agar ke depannya tidak ada kata curiga maupun yang upaya mengangggu proses pembangunan. Upaya yang menghambat proses pembangunan, terang dia, sama saja mengkhianati amanah dari rakyat dan Tuhan YME.

Artikel ini ditulis oleh: