Jakarta, Aktual.com – Goa baru di Pangandaran kembali ditemukan. Setelah ratusan goa yang ditemukan di wilayah selatan Jawa Barat ini, kini ada temuan lagi sebuah goa yang masih jarang terjamah oleh manusia.

Lokasi penemuan goa tersebut berada di Desa Jadimulya, Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran. Satu hal yang menarik perhatian dari goa tersebut adalah ditemukannya jejak seekor kucing besar serta bunga anggrek langka.

Sebenarnya sebelum goa baru ini ditemukan, sudah ada beberapa goa yang berada di Desa Jadimulya ini. Seperti goa Wayang, Goa Petir, Goa Apu, Goa Bagong, Goa Sinjang Lawang, Goa Patapan, Goa Macan dan Goa lanang. Saat ini ditemukan kembali goa baru yang lokasinya berada di sekitar goa yang sebelumnya ditemukan dan jadi objek wisata alam.

Goa Baru di Pangandaran Belum Tereksplor

Warga yang tinggal di sekitar goa tersebut berharap agar goa itu bisa tereksplor dan menjadi salah satu destinasi wisata baru yang menarik. Tim eksplor wisata alam Pangandaran akhirnya melakukan penelitian di goa tersebut.

Menurut pengakuan warga sekitar goa, seperti yang dikutip dari laman harapanrakyat.com, menyebutkan di sekitar Goa Bagong dan Goa Apu masih ada goa yang belum terjamah manusia. Hal ini karena goa tersebut menjadi tempat hidup berbagai binatang buas. Bahkan goa tersebut juga belum diberi nama.

Salah satu hal yang membuat penasaran adalah informasi dari warga yang menyebutkan bahwa ada sejenis kucing besar yang ada di dalam goa tersebut. Menurut penuturan warga sekitar kucing besar tersebut busa dan dikhawatirkan bisa menyerang manusia.

Goa baru ini diperkirakan mempunyai tinggi 6 meter dengan lebar 8 meter dan kedalaman sekitar 70 meter. Jika dilihat, lubang goa tersebut mengarah ke atas. Terdapat lubang lain yang lebih sempit jika dibandingkan dengan lubang utama.

Di dalam goa tersebut terdapat stalagtit dan stalagmit yang bisa dilihat 60%nya masih aktif. Selain itu, terlihat pula tetesan air yang mengalir di setiap ujung stalagtit yang begitu menakjubkan. Ada berbagai ornamen goa seperti yang sudah disebutkan tadi.

Ada stalaktit, stalagmit, column dan flowstone. Sementara itu, di bagian luar goa ditemukan tebing dengan terjal hingga 90 derajat dengan batuan kapur serta ketinggian mencapai 100 meter. Di lokasi tersebut juga terlihat beberapa lubang yang telah tertutup bongkahan patahan stalagtit.

Bunga Anggrek Langka di Goa Apu

Setelah puas menelusuri goa baru di pangandaran tersebut, pindah ke goa yang ada di sampingnya. Goa tersebut sudah diberi nama Goa Apu oleh warga sekitar.

Goa Apu sendiri memiliki panjang kurang lebih 50 meter dan lebar 60 meter. Selain itu juga memiliki ketinggian mencapai 12 meter. Salah satu hal unik dari Goa Apu ini adalah adanya ornamen yang bentuknya menyerupai batuan kristal. Selain itu, stalaktit yang ada di goa ini juga masih terlihat aktif.

Di goa ini juga ditemukan tanaman langka berupa bunga anggrek. Jenisnya adalah bunga anggrek kantong semar. Anggrek ini merupakan salah satu jenis anggrek langka yang jarang ditemukan. Oleh sebab itu, diharapkan agar tanaman ini bisa dilindungi dan tidak diperbolehkan dipindahkan ke rumah-rumah.

Ukuran bunga anggrek langka tersebut memiliki panjang kurang lebih 3 sampai 4 cm. Lebarnya 2-3 cm dan memiliki bentuk seperti tabung. Di Goa Apu ini juga sering ditemukan jejak kucing besar yang ada di dalam goa.

Bunga anggrek ini keberadaannya sangat langka. Selain lokasinya yang berada di hutan, jenis bunga ini juga tidak sembarangan bisa tumbuh. Oleh sebab itu, kawasan goa ini bisa dijadikan sebagai hutan lindung dengan campur tangan pemangku kebijakan.

Goa yang berada di sekitar wilayah Jadimulya, Pangandaran sangat berpotensi sebagai destinasi wisata minat khusus. Disamping itu goa di pangandaran ini bisa menjadi kawasan hutan lindung bagi binatang dan tanaman langka yang ada di sana.

(Abdul Hamid)