Menkumham Yasonna H Laoly meninggalkan ruangan setelah rakor pembahasan RUU Prioritas Prolegnas 2016 dengan Baleg DPR ditunda di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/11). Rakor tersebut ditunda karena Menkumham dipanggil Presiden untuk rapat kabinet. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/nz/15.

Jakarta, Aktual.com — Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly membenarkan bahwa terduga dalang teror Thamrin, Bahrun Naim dan terpidana terorisme di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan Aman Abdurrahman berkomunikasi melalui perantara keluarga.

“Mereka melalui tamu dan keluarga,” kata Yasonna saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan di Jakarta, Rabu (27/1).

Dia menjelaskan bahwa pesan dari Bahrun Naim yang berada di Suriah disampaikan melalui orang-orang yang menjenguk Aman di lapas Nusakambangan, dan begitu sebaliknya.

Dia mengaku tidak mengetahui tentang kabar terkait Bahrun Naim yang mampu melakukan komunikasi dengan Aman Abdurrahman, yang menggunakan kemahiran teknologi informasinya.

Yasonna mengatakan, bahwa pihaknya sudah menggunakan teknologi penghilang sinyal ponsel yang dipasangkan di lapas Nusakambangan, untuk mengantisipasi apabila ada komunikasi yang dilakukan terpidana melalui alat telekomunikasi.

“Saya nggak tahu. Kita kerja sama jammer. Jadi itu kalau ada teknologi yang lebih mampu ya saya nggak tahu,” kata dia.

Yasonna menjelaskan sejauh ini pengawasan yang dilakukan terhadap terpidana terorisme sudah dilakukan, bahkan hingga pembatasan topik obrolan. Dia juga menyebut Badan Nasional Penanggulangan Teror dan Polri juga mengawasi terpidana terorisme.

Namun, Yasonna juga tak memungkiri jika ada petugas lapas yang “nakal”. “Saya kira pasti ada satu dua. Tapi mereka tahu resikonya,” ujar Yasonna.

Sebelumnya Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa ada kabar tentang komunikasi yang dijalin oleh Bahrun Naim dan Aman yang masih mendekam di lembaga pemasyarakatan Nusakambangan.

(Antara)

(Wisnu)