Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memberikan pidatonya dan sekaligus membuka acara Rapat Koordinasi Perencanaan Program dan Anggaran Kementerian Sosial RI Tahun 2017 dan Memberikan materi, di Jakarta, Selasa (29/11/2016). Dalam acara Rapat Koordinasi Perencanaan Program dan Anggaran Kementerian Sosial RI Tahun 2017 dan Memberikan materi dengan tema "Kebijakan dan Program Prioritas Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial 2017 dan Persiapan Program Prioritas Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial 2018" , .AKTUAL/Munzir

Jember, Aktual.com – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Aksi Kebangsaan Indonesia (AKI) yang digelar di Jakarta, Minggu (4/12) besok, bukan untuk menandingi Aksi Bela Islam Jilid III, 2 Desember 2016.

“Bukan tandingan. Nanti kesannya justru seperti persaingan,” kata Khofifah saat ditemui seusai peluncuran kartu disabilitas di Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (3/12).

Menurutnya, gelaran Aksi Kebangsaan Indonesia lebih mirip dengan pentas budaya dan kesenian yang digelar masyarakat selama ini. Dimana masing-masing kelompok mengekspresikan berbagai budayanya dalam pertunjukan.

“(Aksi) itu lebih sebagai ekspresi dari berbagai elemen masyarakat untuk membangun kebhinnekaan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga membantah adanya kewajiban beberapa instansi pemerintah untuk mengerahkan pegawai negeri sipil untuk menghadiri AKI. Meski begitu, ia tidak menampik jika ada PNS dilingkungan kerjanya di Kemensos yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Atas dasar apa kami mewajibkan mereka untuk hadir. Kalau mereka tahu (ada acara itu), ya tidak apa-apa. Apalagi di Kemensos ada Direktur Kepahlawanan dan Keperintisan Kepahlawanan,” demikian Khofifah.

(Ant)

(Arbie Marwan)