Sri Mulyani

Jakarta, Aktual.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati baru saja menandatangani utang baru sebesar Rp15,2 triliun atau setara JPY 127,215 miliar atau US$ 1,12 miliar.

Utang dari Japan International Cooperation Agency (JICA) itu terbagi dua. Dan yang terbesar untuk pembiayaan proyek Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat senilai Rp14,3 triliun. Sedang sisanya untuk pembangunan kampus Universitas Gadjah Mada (UGM).

Menurut Sri Mulyani, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan memanfaatkan dana utangan tersebut untuk mengembangkan Patimban sebagai pelabuhan logistik bertaraf internasional.

“Dan pinjaman itu merupakan pinjaman tahap pertama, sehingga nanti akan ada loan lagi,” kata Menkeu di Jakarta, Rabu (15/11).

Dana itu, kata dia, akan dimanfaatkan untuk pembangunan jalan akses sepanjang 8,1 km; terminal baru; jembatan; dan back-up area pelabuhan.

“Karena pelabuhan baru Patimban akan menjadi alternatif bagi industri di area sekitarnya yang akan memperkuat aktivitas ekonomi dan jaringan logistik kelautan di wilayah metropolitan Jakarta,” jelasnya.

Dan utangan untuk menggenjot pembanguan pelabuhan akan terus dilakukan, mengingat pemerintah menargetkan untuk soft opening pada Maret 2019 atau beberapa bulan sebelum Pilpres 2019.

Dia menambahkan, pembangunan pelabuhan tersebut akan banyak menggunakan teknologi Jepang, maka pinjaman untuk kegiatan ini memanfaatkan fasilitas Special Terms for Economic Partnership (STEP) dari JICA.

“Tingkat bunga dari pinjaman ini menggunakan bunga tetap sebesar 0,1 persen per tahun dengan masa tenggang 12 tahun dan masa pembayaran kembali 28 tahun. Dengan demikian, jangka waktu pinjaman adalah 40 tahun,” kata dia.

Pemerintah Jepang sendiri, menurutnya, telah memberikan bantuan pinjaman lunak kepada Pemerintah Indonesia sejak tahun 1958.

Sebelum kedua pinjaman kegiatan tersebut ditandatangani, hingga Oktober 2017, Pemerintah Indonesia telah memiliki 31 pinjaman kegiatan on-going (active Ioan agreement) yang berasal dari Pemerintah Jepang melalui JICA dengan nilai komitmen sebesar JPY565,75 miliar atau setara dengan USD5,1 miliar atau Rp69 triliun.

“Kedua pinjaman baru tersebut menambah besaran nilai komitmen pinjaman kegiatan yang sudah ada dan memberi sinyal semakin kuatnya hubungan baik antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang yang terjalin cukup lama,” jelasnya.

 

Pewarta : Busthomi

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaan Situs