Dalam aksinya ratusan karyawan PT Freeport Indonesia (FI) menuntut pemerintah agar tidak memaksakan perubahan Kontrak Karya (KK) ke Izin Usaha Khusus Pertambangan (IUPK). Sebagian besar karyawan FPI mengenakan seragam tambang, sebagian lagi mengenakan pakaian adat khas Papua. AKTUAL/Munzir

Timika, Aktual.com – Ketua Pengurus Cabang SPSI Kabupaten Mimika Aser Gobai, mengklaim munculnya dukungan serikat pekerja di sejumlah negara mengindikasikan persoalan mogok kerja karyawan PT Freeport Indonesia, telah menjadi perhatian dunia.

“Dukungan serikat pekerja yang datang dari beberapa negara yang ditujukan langsung melalui surat kepada Presiden Joko Widodo dan manajemen Freeport, memang nyata bahwa persoalan ini sudah menjadi perhatian dunia,” kata Aser di Timika, Rabu (31/5).

Sedikitnya delapan organisasi pekerja telah menyatakan dukungan kepada PC SPSI Mimika dan PUK SPKEP SPSI PT Freeport Indonesia (PTFI).

Sejak Rabu (24/5) hingga Sabtu (27/5), delapan organisasi pekerja internasional memberikan dukungan dengan menyurati langsung Presiden Joko Widodo agar turun tangan menengahi persoalan ketenagakerjaan di lingkungan PTFI di Kabupaten Mimika, sekaligus mendesak PT FI menghormati hak-hak pekerja.

Delapan organisasi pekerja internasional yang memberikan dukungan, antara lain The Union Le Syndicate di Toronto Ontario Kanada, Confederacao Nacional Dos Metalurgicos (CNM/CUT) di Brazil, Korean Metals Workers Union di Korea, Indian National Mineworkers Federation.

Berikutnya, Mineworkers Union of Nambia, The Australian Workers Union, CFMEU Mining and Energy di Sydney Australia dan Federazione Impigiegati Operai Metalurgici Nazionale di Italia.

Organisasi pekerja internasional ini seluruhnya berafiliasi dengan pekerja pertambangan dunia yang berhimpun dalam Industri ALL Global Union.

Di dalam negeri, Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI) juga menyatakan dukungan atas perjuangan PUK SPKEP SPSI PT Freeport Indonesia yang sedang melakukan aksi mogok kerja.

FPPI pertanggal 26 Mei 2017 telah melayangkan surat seruan darurat kepada CEO Freeport-McMoran Copper & Gold Inc, Richard Adkerson sebagai bentuk solidaritas sesama pekerja sekaligus desakan kepada PT Freeport Indonesia untuk patuh terhadap hukum, terutama hukum ketenagakerjaan di Indonesia.

Aser juga mengapresiasi dukungan seluruh serikat pekerja secara langsung maupun secara tidak langsung di dalam negeri maupun di luar negeri.

Aser juga mengatakan bahwa dalam waktu dekat pemerintah tidak menanggapi surat tersebut dengan mengambil langkah-langkah maka akan dilakukan unjuk rasa serikat pekerja di dalam negeri maupun di luar negeri mendukung apa yang dilakukan oleh karyawan Freeport, privatisasi dan kontraktor yang ada di lingkungan Freeport.

 

Ant.

()