Jakarta, Aktual.com — NASA bersama Badan Antariksa Eropa (ESA) dan lembaga lainnya meluncurkan sebuah program yang akan menguji kemampuan untuk melakukan tugas utama “Mencegah Asteroid dari menghantam Bumi”.

Untuk diketahui, Asteroid telah menabrak Bumi selama miliaran tahun dan telah menyebabkan bencana di masa lalu, seperti bencana Asteroid menyebabkan kepunahan Dinosaurus. Dan, meskipun saat ini kita tidak sedang dalam bahaya diserang oleh batu besar luar angkasa tersebut, para ilmuwan dengan berbagai hipotesa serta penelitiannya, ingin mencegah ancaman Asteroid ke Bumi.

Salah satu ide peneliti yaitu melahirkan program “Asteroid Impact & Deflection Assessment”, di mana dua pesawat ruang angkasa akan diluncurkan menuju ‘Asteroid Biner’ yang mengorbit di sekitar Bumi. Satu diantaranya akan berada pada batu besar tersebut untuk melihat apakah orbitnya dapat diubah. Sementara yang lain akan mempelajari struktur dari Asteroid itu sendiri.

Ide dibalik program ini yaitu untuk menentukan apakah energi kinetik bisa digunakan untuk mengalihkan Asteroid yang akan menabrak atmosfer Bumi. Atau, lebih sederhananya, NASA dan ESA mencoba untuk melihat apakah ada kemungkinan untuk mengalihkan Asteroid.

“Untuk melindungi Bumi dari dampak yang berpotensi berbahaya, kita perlu memahami Asteroid lebih jauh- dari apa mereka terbuat, struktur mereka, asal-usul dan apa yang terjadi jika Asteroid itu bertabrakan,” demikian kata Dr. Patrick Michel, pemimpin penelitian untuk ESA, kepada para ilmuwan di ‘European Planetary Science Congress’.

“AIDA akan menjadi misi pertama untuk mempelajari sistem ‘Asteroid Biner’, serta yang pertama untuk menguji apakah manusia bisa menangkal Asteroid serta dampaknya dengan pesawat ruang angkasa.”

Praktek menjalankan misi tersebut ditetapkan di bulan Mei 2022 mendatang, ketika ‘Asteroid Biner Didymoon’ dan ‘Asteroid Didymos’ mengorbit dekat dengan Bumi. AIDA resmi diluncurkan 18 bulan sebelumnya, pada bulan Oktober 2020, untuk memantau Asteroid tersebut.

Tidak hanya bertujuan untuk melihat apakah sebuah Asteroid dapat dialihkan, Aida juga akan mempelajari susunan batu itu sendiri.

Dua bagian misi dibagi antara NASA dan ESA. Untuk melihat bagian pertama dari program ini, ‘Asteroid Impact’ misi dari ESA akan mengirim pendarat kecil ke ‘Asteroid Didymoon’ untuk mengukur struktur dan kepadatan internal melalui gelombang radar.

Di sesi kedua dari program tersebut, Asteroid lainnya akan diuji oleh pesawat ruang angkasa NASA, yang dikemudikan oleh pendarat ESA, untuk mengalihkan ke pusat ‘Asteroid Didymoon’. Sejak ‘Asteroid Didymoon’ mengorbit, rupa ‘Didymos’ jauh lebih besar, demikian para ilmuwan berharap bahwa dampaknya akan menggeser kedua Asteroid tersebut.

Walaupun Didymoon hanya berukuran 525 kaki lebarnya, namun jika AIDA berhasil, akan menyelamatkan umat manusia dari kehancuran di Bumi.

()