Jakarta, Aktual.com — Banyak studi yang mengungkapkan bahwa perilaku anak dalam proses tumbuh kembangnya itu tergantung bagaimana orang tua mendidik dan mengajarkan perilaku yang baik terhadap anak. Namun kenyataannya, orang tua sering kali melakukan hal yang dapat merusak cara berpikir anak menjadi tidak baik.

Salah satu di antaranya yaitu, ketika orang tua melakukan pertikaian (adu mulut dengan pasangan). Jika orang tua memiliki masalah dengan satu sama lain, mereka harus pergi ke kamar, dan berusaha berbicara empat mata satu sama lain. Jangan memperlihatkan pertengkaran di depan anak, telebih jika Anda mengungkap kata ‘cerai’.

Mengapa hal tersebut menjadi penting, karena di usia-usia pertumbuhan anak, ia selalu mencerna kata-kata baru serta perilaku baru. Di usia tersebut anak akan berusaha memahami apa yang biasa orang tua lakukan. Imbasnya yakni, anak dapat cenderung memiliki perilaku tidak baik, atau berujung pada depresi.

Jadi, seperti dituliskan dalam laman Boldsky, ada beberapa hal utama yang bisa terjadi pada anak-anak Anda ketika Anda marah di depan mereka, di antaranya:

Mereka bisa saja depresi
Anak-anak yang terus-menerus terpapar pertikaian orang tua mereka dapat berujung pada depresi. Mereka akan tidak menyukai untuk tersenyum dan bahagia.

Anak hidup dalam ketakutan
Orang tua yang melempar kata-kata kasar satu sama lain memiliki anak-anak yang hidup dalam ketakutan. Jika Anda dan pasangan Anda ingin ‘cekcok mulut’, sebaiknya lakukan di tempat lain dan tidak di depan anak Anda.

Mental anak menjadi terganggu
Ketika anak-anak menjadi terganggu jiwanya, sangat sedih melihat mereka dalam keadaan seperti itu. Mereka secara bertahap kehilangan kehidupannya dan masa depan. Dan, itu semua karena kesalahan orang tua mereka.

Lebih suka menyendiri
Perhatikan anak-anak yang tinggal di sebuah rumah di mana orang tua mereka ‘berperang’ satu sama lain. Anda akan melihat bahwa anak-anak ini lebih senang menyendiri dan tidak mungkin mau bergaul atau bermain (berbaur keluar rumah). Ini adalah salah satu kesalahan orangtua yang dapat mempengaruhi IQ dan EQ anak.

Anak merasa bersalah
Selama beberapa periode waktu tertentu, anak-anak merasa bahwa mereka adalah masalah bagi orang tua, itulah sebabnya mereka melawan. Jangan pernah membiarkan anak Anda untuk menganggap dirinya menjadi masalah.

‘Si Kecil’ menjadi kesepian
Anak-anak menjadi kesepian ketika mereka melihat orang tua mereka bertengkar satu sama lain. Mereka bingung pada siapa yang harus dipercaya. Dan, melihat ini, nantinya anak-anak dalam posisi yang sulit ketika tumbuh dewasa.

Buah hati menjadi agresif
Anak-anak akan menjadi agresif melihat orang tua mereka untuk melawan. Karena mereka merasa bahwa ini adalah cara untuk hidup. Ini mempengaruhi gaya hidup mereka dan juga perubahan perilaku mereka.

Artikel ini ditulis oleh: