15 April 2026
Beranda blog Halaman 100

Rupiah Dekati Rp17.000 per Dolar AS, BI Pertebal Intervensi Jaga Stabilitas

Petugas menata uang rupiah di Cash Center Bank BNI 46, Jakarta Selatan. Nilai tukar rupiah melemah 22 poin atau 0,16% ke Rp13.390 per dolar AS seiring pergerakan IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (4/7/2017). Nilai tukar rupiah melemah 22 poin atau 0,16% ke Rp13.390 per dolar AS seiring pergerakan IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.comBank Indonesia (BI) mempertebal intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah yang nyaris menyentuh level Rp17.000 per dolar AS di tengah pembalikan arah pasar global.

Gubernur BI Perry Warjiyo, mengatakan tekanan terhadap rupiah dipicu meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat konflik di Timur Tengah yang mendorong penguatan dolar AS dan memicu arus keluar modal dari negara berkembang.

Pada perdagangan hari ini, rupiah sempat menguat 29 poin atau sekitar 0,17 persen ke level Rp16.968 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.997 per dolar AS. Namun, pergerakannya masih terbatas dalam rentang Rp16.968 hingga Rp17.006 per dolar AS.

“Nilai tukar rupiah pada 16 Maret 2026 tercatat sebesar Rp16.985 per dolar AS, melemah 1,29 persen point to point dibandingkan dengan level akhir Februari 2026, sejalan dengan pelemahan mata uang negara non-dolar AS,” ujar Perry dalam konferensi pers RDG, Selasa (17/3/2026).

Tekanan terhadap rupiah tidak terlepas dari memburuknya kondisi pasar keuangan global, terutama akibat kenaikan imbal hasil (yield) US Treasury dan pergeseran aliran dana ke aset safe haven. Kondisi ini memperkuat dolar AS sekaligus menekan mata uang negara berkembang.

Merespons situasi tersebut, BI meningkatkan intensitas intervensi di pasar valas, baik di pasar domestik maupun offshore. Instrumen yang digunakan mencakup transaksi non-deliverable forward (NDF), pasar spot, serta domestic non-deliverable forward (DNDF) guna meredam volatilitas.

“Untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas intervensi, baik di pasar NDF luar negeri, pasar spot, maupun DNDF di pasar dalam negeri,” kata Perry.

Selain intervensi, kebijakan moneter juga dioptimalkan untuk menarik aliran modal asing dan menjaga likuiditas pasar keuangan. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan eksternal di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Dari sisi global, konflik Timur Tengah sejak akhir Februari 2026 turut memperburuk prospek ekonomi dunia melalui lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok.

“Pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026 diperkirakan melambat menjadi 3,1 persen dari sebelumnya 3,2 persen, meskipun terdapat penurunan tarif resiprokal Amerika Serikat,” tutur Perry.

Di tengah tekanan tersebut, BI mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen guna menjaga stabilitas nilai tukar serta inflasi dalam kisaran 2,5±1 persen.

Bank sentral juga meyakini stabilitas rupiah tetap terjaga ke depan, didukung oleh cadangan devisa sebesar 151,9 miliar dolar AS serta prospek ekonomi domestik yang masih solid.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Sedekah Terang-Terangan: Antara Riya dan Jalan Menuju Keikhlasan dalam Pandangan Ulama

Jakarta, aktual.com – Dalam kehidupan sehari-hari, manusia kerap lupa bahwa harta yang dimiliki sejatinya bukan milik absolut. Islam menghadirkan konsep sedekah sebagai sarana untuk mengingatkan bahwa segala kepemilikan hanyalah titipan, sementara manusia hanyalah perantara dari amanah Sang Pemilik.

Dalam perspektif keimanan, memberi tidak mengurangi, melainkan justru membuka jalan keberkahan. Keyakinan ini ditegaskan dalam Al-Qur’an, bahwa Allah-lah yang melapangkan dan menyempitkan rezeki.

قُلْ اِنَّ رَبِّيْ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ وَيَقْدِرُ لَهٗۗ وَمَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهٗۚ وَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya.” Suatu apa pun yang kamu infakkan pasti Dia akan menggantinya. Dialah sebaik-baik pemberi rezeki.” (QS. Saba’: 39)

Dalam kajian klasik, Al-Ghazali menjelaskan bahwa sedekah, baik dilakukan secara sembunyi maupun terbuka, memiliki keutamaan masing-masing.

اعلم أن في إسرار الأعمال فائدة الإخلاص والنجاة من الرياء وفي الإظهار فائدة الاقتداء وترغيب الناس في الخير ولكن فيه آفة الرياء قال الحسن إن السر أحرز العملين ولكن في الإظهار أيضا فائدة

Artinya, “Ketahuilah, bahwa dalam menyembunyikan amal (israr) terdapat manfaat berupa keikhlasan dan keselamatan dari sifat riya. Sedangkan dalam menampakkan amal (izhar) terdapat manfaat agar orang lain dapat meneladani (iqtida’) dan memotivasi manusia untuk melakukan kebaikan. Akan tetapi, dalam menampakkan amal terdapat bahaya (afat) riya. Al-Hasan (Al-Bashri) berkata: ‘Sesungguhnya amal yang dirahasiakan adalah yang paling terjaga dari dua jenis amal (dirahasiakan atau ditampakkan)’. Namun, dalam menampakkan amal pun juga memiliki manfaat…” (Ihya Ulumuddin, jilid III, hal. 317).

Dalam pandangan tersebut, sedekah terbuka tidak semata soal pamer, tetapi bisa menjadi sarana pendidikan sosial dan spiritual. Setidaknya terdapat beberapa hikmah penting.

Pertama, sebagai ujian kejujuran batin. Keterbukaan amal dapat melatih seseorang untuk jujur terhadap niatnya tanpa bergantung pada pencitraan. Hal ini sejalan dengan konsep ikhlas yang ditegaskan oleh Al-Qushayri:

ويصح أَن يقال الإخلاص تصفية الفعل عَن ملاحظة المخلوقين

Artinya: “Boleh juga dikatakan (sebagai definisi lain): Ikhlas adalah memurnikan (mensucikan) perbuatan dari memperhatikan pandangan makhluk.” (Risalah Qusyairiyyah, jilid II, hal. 359)

Kedua, meruntuhkan gengsi dan status sosial. Menampakkan amal dapat menjadi latihan spiritual untuk menghilangkan ketergantungan pada penilaian manusia dan memperkuat rasa kehambaan.

وَقَالَ أَبُو عُثْمَان: الإخلاص نسيان رؤية الخلق بدوام النظر إِلَى الخلق

Artinya: “Abu ‘Utsman berkata: ‘Ikhlas adalah lupa melihat makhluk karena terus memandang Sang Khalik’.” (Risalah Qusyairiyyah, jilid II, hal. 361)

Ketiga, menghapus sekat antara amal tersembunyi dan terbuka. Pada level spiritual tertentu, seorang hamba tidak lagi membedakan antara keduanya, karena orientasi hatinya hanya tertuju kepada Allah.

وَقَالَ حذيفة المرعشي: الإخلاص أَن تستوي أفعال العبد فِي الظاهر والباطن

Artinya: “Ikhlas adalah ketika perbuatan seorang hamba itu sama, baik di hadapan manusia maupun saat sendirian.” (Risalah Qusyairiyyah, jilid II, hal. 361)

Keempat, sebagai bentuk syukur atas nikmat. Menampakkan amal dapat menjadi ekspresi pengakuan atas karunia Allah, sebagaimana firman-Nya:

وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

Artinya: “Terhadap nikmat Tuhanmu, nyatakanlah (dengan bersyukur).” (QS. Adh-Dhuha: 11)

Dalam kerangka ini, menyembunyikan amal secara mutlak bahkan dapat berpotensi mengaburkan rasa syukur terhadap nikmat yang diberikan.

قَالَ الأستاذ: حقيقة الشكر عِنْدَ أهل التحقيق الاعتراف بنعمة المنعم عَلَى وجه الخضوع

Artinya: “Hakikat syukur adalah pengakuan terhadap nikmat dari Sang Pemberi dengan sikap tunduk.” (Risalah Qusyairiyyah, jilid I, hal. 311)

Pada akhirnya, keterbukaan dalam sedekah bukanlah sesuatu yang otomatis tercela. Ia justru dapat menjadi sarana pembinaan spiritual, selama tetap dijaga dari riya. Dalam kondisi tertentu, menampakkan kebaikan bahkan menjadi bentuk tauhid yang lebih dalam—ketika hati tidak lagi bergantung pada pandangan manusia, melainkan sepenuhnya tertuju kepada Allah.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Kapolri Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Akses Pendidikan dan Ekonomi Makin Terbuka

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berjalan saat akan melakukan peresmian Jembatan Merah Putih Presisi di Provinsi Riau, Selasa (17/3/2026). Aktual/HO

Pekanbaru, aktual.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali menunjukkan kerja nyata yang langsung dirasakan masyarakat melalui peresmian Jembatan Merah Putih Presisi di Provinsi Riau, Selasa (17/3/2026).

Peresmian ini menjadi bagian dari implementasi arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat akses masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini menghadapi kendala geografis.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan respons cepat atas kebutuhan masyarakat. Terutama bagi para pelajar yang sebelumnya harus menghadapi risiko saat menyeberangi sungai atau menempuh jarak yang jauh untuk menuju sekolah.

“Di beberapa wilayah lain, total saat ini ada kurang lebih 411 jembatan yang dibangun, dan (Polda) Riau termasuk yang paling banyak,” ujar Kapolri.

Di Provinsi Riau sendiri, tercatat sebanyak 110 jembatan telah direncanakan pembangunannya. Dari jumlah tersebut, 27 jembatan telah selesai dan diresmikan, sementara 83 lainnya masih dalam tahap pengerjaan.

Kapolri berharap keberadaan jembatan ini dapat memberikan dampak signifikan, baik dalam membuka akses pendidikan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, maupun mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kelancaran distribusi dan mobilitas.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau yang akrab disapa Titiek Soeharto turut memberikan apresiasi terhadap langkah Polri. Ia menilai pembangunan ini sebagai bentuk kepekaan institusi terhadap kebutuhan riil masyarakat.

“Ini bentuk kerja nyata. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat, terutama anak-anak sekolah dan aktivitas ekonomi di desa,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan peresmian juga diisi dengan dialog interaktif antara Kapolri, Ketua Komisi IV DPR RI, serta Menteri Kehutanan dengan masyarakat dan pelajar di sejumlah wilayah di Riau. Dialog dilakukan secara luring di lokasi acara serta daring yang terhubung dengan Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, dan Kepulauan Meranti.

Melalui dialog tersebut, masyarakat dan siswa menyampaikan pengalaman mereka sebelum dan sesudah adanya jembatan, mulai dari tantangan akses pendidikan hingga transportasi, serta harapan ke depan. Interaksi ini menjadi ruang komunikasi dua arah yang memperkuat kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Kapolda Riau Herry Heryawan menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui semangat Presisi.

“Pembangunan ini adalah wujud kehadiran negara untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat konektivitas dan kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan amanah untuk memastikan negara hadir hingga ke ruang hidup masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Di sinilah wajah Polri Presisi hadir secara nyata,” tegasnya.

Kapolda juga menyoroti nilai historis dan kultural di tanah Melayu, di mana sungai-sungai menjadi urat nadi kehidupan yang kini dijembatani sebagai simbol kemajuan dan kolektivitas.

Menurutnya, program pembangunan 110 jembatan di Riau bukan sekadar angka, melainkan representasi komitmen dan pengabdian Polri kepada masyarakat.

“Sebagaimana layanan darurat 110 yang selalu siap menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Acara peresmian turut dihadiri Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, jajaran pejabat utama Mabes Polri, serta unsur Forkopimda Provinsi Riau. Hadir pula Plt Gubernur Riau, Pangdam I/Bukit Barisan, para kepala daerah kabupaten/kota se-Riau, serta tokoh masyarakat dan adat.

Kegiatan ini juga melibatkan partisipasi berbagai pihak, termasuk Baznas, organisasi sosial, dan sektor swasta yang berkontribusi melalui program CSR sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

Gus Alex Resmi Ditahan KPK, Menyusul Gus Yaqut di Kasus Korupsi Kuota Haji

Staf Khusus Yaqut Cholil Qoumas saat menjabat sebagai Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex (IAA), berjalan menuju mobil tahanan setelah diperiksa sebagai tersangka kasus kuota haji, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (17/3/2026). (ANTARA/Rio Feisal)
Staf Khusus Yaqut Cholil Qoumas saat menjabat sebagai Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex (IAA), berjalan menuju mobil tahanan setelah diperiksa sebagai tersangka kasus kuota haji, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (17/3/2026). (ANTARA/Rio Feisal)

Jakarta, aktual.com – Mantan Staf Khusus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex menyusul mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Gus Alex ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi kuota haji bersama Yaqut.

“Saya menghargai proses hukum yang sedang berjalan,” ujar Gus Alex di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (17/3).

Ia lantas mengatakan sudah banyak menyampaikan keterangan kepada penyidik KPK sehingga berharap bisa mendapatkan keadilan.

“Mudah-mudahan kami bisa menemukan keadilan dan kebenaran yang sebenar-benarnya,” katanya.

Sebelumnya, pada 9 Agustus 2025, KPK mulai menyidik kasus dugaan korupsi terkait kuota haji untuk Indonesia tahun 2023-2024.

Pada 11 Agustus 2025, KPK mengumumkan penghitungan awal kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp1 triliun lebih, dan mencegah tiga orang untuk bepergian ke luar negeri hingga enam bulan ke depan.

Mereka yang dicegah adalah Yaqut, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex selaku staf Yaqut, dan Fuad Hasan Masyhur selaku pemilik biro penyelenggara haji Maktour.

KPK pada 9 Januari 2026, mengumumkan dua dari tiga orang yang dicegah tersebut menjadi tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji, yakni Yaqut dan Gus Alex.

Namun, Yaqut mengajukan permohonan praperadilan atas penetapan tersangka ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 10 Februari 2026 dan terdaftar dengan nomor perkara 19/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL.

Pada 19 Februari 2026, KPK mengumumkan perpanjangan pencegahan ke luar negeri hanya untuk Yaqut dan Gus Alex. Sementara, Fuad tidak diperpanjang.

Pada 27 Februari 2026, KPK mengumumkan telah menerima audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengenai kerugian keuangan negara akibat kasus kuota haji. Kemudian pada 4 Maret 2026, KPK mengumumkan kerugian keuangan negara akibat kasus tersebut mencapai Rp622 miliar.

Pada 11 Maret 2026, majelis hakim PN Jaksel menolak permohonan praperadilan Yaqut.

Pada 12 Maret 2026, KPK menahan Yaqut di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Merah Putih KPK.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Program Mudik Gratis Ibas, Ratusan Perantau Bisa Pulang Tanpa Beban

Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), secara resmi melepas program “Mudik Gratis Bersama Mas Ibas 2026” bertajuk “Mudik Aman, Silaturahmi Makin Nyaman.” di Jakarta, Selasa (17/3/2026). Aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), secara resmi membuka dan melepas program “Mudik Gratis Bersama Mas Ibas 2026” bertajuk “Mudik Aman, Silaturahmi Makin Nyaman.” Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 500 perantau asal Pacitan, Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan Trenggalek, yang difasilitasi untuk pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman di momen Ramadan dan Idul Fitri.

Dalam sambutannya, EBY, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam memastikan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui program mudik gratis yang membantu meringankan beban masyarakat. “Negara hari ini hadir untuk sama-sama kita kawal, pemerintahan hari ini hadir untuk sama-sama kita dukung agar segala sesuatu yang dipikirkan dan dihasilkan benar-benar berpihak kepada rakyat luas,” ungkapnya.

“Negara hadir untuk memastikan tidak ada masyarakat kita yang sulit dan susah di saat kehidupan yang tidak mudah ini, negara juga harus mengulurkan tangannya untuk memberikan kemurahan hati dan kepedulian yang salah satunya melalui mudik gratis untuk bertemu masyarakat, keluarga, dan hadir di kampung halaman tercinta,” lanjut Ibas, lulusan S3 IPB University tersebut.

Ibas juga menyampaikan apresiasi kepada para mitra yang telah berkolaborasi dalam menyukseskan program ini, yakni Bank Mandiri, BRI, dan PT Antam, seraya mendoakan agar sinergi tersebut terus berlanjut. “Insya Allah, apa yang menjadi cara untuk kita berkolaborasi memudahkan masyarakat, kita doakan perusahaan-perusahaan tersebut semakin sehat, semakin sukses, semakin maju sehingga acara-acara seperti ini dapat berulang di tahun-tahun berikutnya.”

Dengan penuh semangat dan interaksi hangat bersama peserta, Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur VII ini juga mengajak para pemudik untuk menjadikan momen mudik sebagai perjalanan batin dan penguatan hubungan kekeluargaan. “Mudik adalah tradisi bangsa kita, mudik adalah salah satu cara bagi kita untuk menjalankan perjalanan hati kita… bertemu masyarakat dan keluarga dengan hubungan Hablum Minannas, hubungan kekeluargaan dan silaturahmi.”

Ia juga mengingatkan nilai-nilai kehidupan yang sederhana namun mendalam, agar setiap individu mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama. “Ingat, yang sering kita dengar, Urip iku Urup. Jadilah pribadi yang bermanfaat, yang selalu menyala. Apapun kegiatan pekerjaan kita, berikan yang terbaik, berikan kontribusi kepada lingkungan dan negara. Bersyukur kalau kita memiliki pekerjaan, bersyukur kalau kita memiliki kesempatan untuk menambah rezeki kita, dan bersyukur jika kita memiliki kelebihan, pada saatnya pun kita bisa berbagi kepada saudara-saudara kita yang ada di kampung halaman,” sebut EBY, Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN ini.

Menutup sambutannya, Edhie Baskoro menyampaikan doa dan harapan agar seluruh peserta dapat menjalani perjalanan mudik dengan selamat serta kembali dengan semangat baru. “Saya ingin Bapak-Ibu semuanya kembali ke kampung halaman dengan selamat, dengan penuh rasa sukacita, dengan penuh rasa bahagia, dan juga kembali ke Jakarta dan sekitarnya dengan selamat tanpa kurang satu apapun. Mudah-mudahan nanti ketika kembali ke Jakarta dengan semangat baru, dengan energi baru, lebih kerja keras, lebih disiplin, lebih profesional, lebih cinta terhadap tanah air.”

Tak lupa, Ibas juga mengingatkan para juri mudi untuk hati hati dalam berekendara dengan selamat. “Untuk para pengemudi, alon alon asal kelakon ya.. Jangan ngebut! Ingat kecepatan 60-100km/jam, dan kalau lelah, rehat sejenak di pos pos pemberhentian,” lanjut Ibas, dengan penuh penekanan.

Antusiasme peserta tampak jelas dalam kegiatan ini. Salah satu peserta asal Ngawi, Sudiro, mengungkapkan rasa haru dan kebahagiaannya dapat mengikuti program ini. Ia mengaku terkesan dengan sosok Ibas yang dinilainya santun dan dekat dengan masyarakat. Sementara itu, perwakilan peserta dari Pacitan, Sumarti, juga menyampaikan rasa terima kasih dan syukur atas terselenggaranya program mudik gratis ini. Menurutnya, fasilitas ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam meringankan biaya perjalanan sehingga dapat berkumpul bersama keluarga di kampung halaman tanpa beban; seraya mendoakan Ibas sehat panjang umur dan diberikan kesuksesan lebih besar kedepannya, yang kemudian diamini oleh para peserta dengan khidmat.

Acara pelepasan ditandai dengan prosesi pengecekan kesiapan bebarapa bus dan flag off sebanyak 10 armada bus yang akan mengantarkan para peserta menuju daerah asal masing-masing. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian dan kehadiran wakil rakyat dalam membantu masyarakat, khususnya para perantau, untuk dapat berkumpul kembali bersama keluarga di kampung halaman. Program Mudik Gratis Bersama Mas Ibas 2026 diharapkan tidak hanya menjadi solusi transportasi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat rasa kebersamaan, serta menghadirkan semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

Mudik 143 Juta Orang, OJK Bidik Asuransi Perjalanan Jadi Motor Baru Industri

Jakarta, Aktual.comOtoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai lonjakan mobilitas sekitar 143 juta pemudik pada Lebaran 2026 berpotensi mendorong asuransi perjalanan sebagai penggerak baru industri.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, mengatakan tren mudik setiap tahun selalu berkorelasi dengan meningkatnya permintaan produk asuransi perjalanan dan kecelakaan diri.

“Prospek asuransi perjalanan dan kecelakaan diri menjelang momen mudik Lebaran umumnya meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat, sehingga menjadi peluang bagi industri untuk memperluas pemanfaatan produk perlindungan perjalanan,” ujar Ogi dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3/2026).

Besarnya jumlah pemudik mencerminkan meningkatnya potensi risiko selama perjalanan, mulai dari kecelakaan hingga gangguan perjalanan lainnya. Kondisi ini dinilai membuka peluang bagi industri asuransi untuk memperluas penetrasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan.

Lebih lanjut, regulator melihat momentum Lebaran tidak hanya mendorong sisi bisnis, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik. Industri asuransi diharapkan mampu menghadirkan produk yang sederhana, relevan, dan mudah diakses agar perlindungan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Sejalan dengan itu, OJK menargetkan pertumbuhan aset industri asuransi sebesar 5–7 persen pada 2026. Untuk mencapainya, pelaku industri diminta memperkuat permodalan, tata kelola, serta manajemen risiko, termasuk meningkatkan kualitas produk dan distribusi.

Berdasarkan catatan OJK, hingga Januari 2026 total aset industri asuransi mencapai Rp1.214,82 triliun atau tumbuh 5,96 persen secara tahunan.

Dari sisi kinerja, premi asuransi umum dan reasuransi—yang berkaitan erat dengan perlindungan perjalanan—tumbuh 17,92 persen menjadi Rp18,42 triliun. Sementara itu, premi asuransi jiwa tercatat Rp17,97 triliun atau mengalami kontraksi 6,15 persen secara tahunan.

Perbedaan kinerja tersebut menunjukkan bahwa produk berbasis risiko jangka pendek, seperti asuransi perjalanan, memiliki potensi pertumbuhan lebih kuat dalam momentum musiman seperti Lebaran.

Dengan kondisi tersebut, Ogi optimistis musim mudik akan menjadi katalis penting bagi pertumbuhan industri asuransi pada 2026.

“Momentum mudik dapat dimanfaatkan untuk mendekatkan layanan asuransi kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi asuransi melalui edukasi serta penyediaan produk yang sesuai kebutuhan pemudik,” kata Ogi.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Berita Lain