21 April 2026
Beranda blog Halaman 35814

28 Gerilyawan Tewas dalam Serangan Udara di Irak Barat

Jakarta, Aktual.co — Pasukan keamanan Irak pada Sabtu (30/5) melanjutkan pertempuran mereka melawan petempur Negara Islam (IS) di Provinsi Anbar, Irak Barat, sementara serangan udara pemerintah menewaskan 28 anggota IS, termasuk pemimpin seniornya, kata sumber keamanan.
Di Provinsi Anbar, pasukan keamanan dan milisi sekutunya –yang dikenal dengan nama Hashd Shaabi, atau Gerakan Rakyat– bergerak makin dekat ke Ibu Kota Provinsi itu, Ramadi –yang dikuasai IS dan berada sekitar 110 kilometer sebelah barat Ibu Kota Irak, Baghdad. Mereka merebut markas polisi lalu-lintas provinsi tersebut setelah pertempuran sengit dengan anggota IS, kata sumber itu kepada Xinhua, Minggu (31/5).
Tentara juga bergerak maju dari jalur lain di sebelah selatan Ramadi, ketika mereka merebut Desa Albu Jabir, tepat di selatan Ramadi setelah bentrokan dengan anggota IS –yang meninggalkan posisi mereka di desa tersebut dan mundur ke arah kota, kata sumber itu.
Masih di provinsi yang sama, puluhan anggota IS dan delapan bom bunuh diri menyerang satu pangkalan militer di Daerah Ash-Shina di dekat Kota Kecil Garma, yang dikuasai gerilyawan tepat di sebelah timur Kota Fallujah, sekitar 50 kilometer barat Baghdad. Sedikitnya 15 anggota keamanan dan petempur Hashd Shaabi tewas dan sebanyak 22 orang lagi cedera, katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Jelang Ramadhan, BPOM Diminta Awasi Peredaran Produk Kadaluarsa

Jakarta, Aktual.co —Jelang memasuki bulan Ramadhan, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Maluku Utara (Malut) diminta perketat pengawasan produk kadaluarda di pasar-pasar tradisional.
Menyampaikan permintaan itu, pengamat ekonomi Universitas Khairun Ternate, Hasbi Yusuf mengatakan biasanya jelang Ramadhan memang ada sejumlah produk kadaluarsa yang dijual pedagang di pasaran setempat. Produk-produk itu sebagian besar didatangkan dari Pulau Jawa.
Selain BPOM, instansi terkait di Pemkot Ternate tidak hanya melakukan pemantauan terhadap kemungkinan adanya daging yang telah busuk, Tetapi juga produk lainnya yang dapat membahayakan kesehatan. 
“Seperti daging gelondongan dan produk kadaluarsa,” ucap dia, Minggu (31/5).
Khusus untuk produk kadaluarsa, sesuai hasil pemantauan Dinas Kesehatan Kota Ternate yang menemukan ada produk seperti itu yang dijual di sejumlah pasar tradisional dan semuanya telah disita dan dimusnahkan.
Menyinggung stok sembako di Ternate untuk kebutuhan selama Ramadan dan Idul Fitri, kata Hasbi, dirinya meminta Pemkot Ternate untuk mengawasi distributor. Agar  tidak menimbun barang kebutuhan pokok yang cukup hingga beberapa bulan mendatang.
Beras misalnya, khusus yang ada di Bulog Ternate, saat ini tercatat sekitar 7.000 ton dan jumlah itu bisa memenuhi kebutuhan untuk Ternate dan daerah lainnya di Malut selama lima bulan ke depan.
Sementara itu, Kepala BPOM Malut, Karim Latukonsina ketika dikonfirmasi mengaku, pihaknya akan melakukan pengawasan selama Ramadan, karena dikhawatirkan para pedagang dan distributor mengeluarkan seluruh stoknya dari gudang, seiring dengan semakin banyaknya permintaan dari masyarakat.
Hal itu mengakibatkan produk yang diduga kadaluarsa ikut dikeluarkan, sehingga untuk mengatasinya, BPOM Malut telah menurunkan seluruh staf ke lapangan untuk melakukan pengawasan.
“Pekan Besok, kami akan menerjunkan tim ke sejumlah pasar swalayan dan pasar tradisional untuk mengecek kemungkinan adanya produk kadaluarsa yang masih dijualn oleh pedagang,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Seorang Bandar Sabu Antarprovinsi Diringkus BNN

Jakarta, Aktual.co — Badan Narkotika Nasional Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, menangkap salah seorang bandar sabu-sabu antarprovinsi yang selama ini mencari target polisi.
Tersangka Ari (22) dibekuk polisi pada Selasa (26/5) sekitar pukul 23.40 WIB di rumahnya di Kelurahan Megang, Kota Lubuklinggau setelah mendapat informasi dari masyarakat, kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau Ibnu Muzakir, Minggu (31/5).
Ia mengatakan penangkapan tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat karena tersangka bandar narkoba antarprovinsi dan sudah menjadi target operasi operasi BNN setempat.
Setelah mendapat informasi beberapa waktu lalu, pihaknya menurunkan personel ke lapangan untuk melakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap tersangka.
Tersangka sebelumnya sudah diintai petugas selama satu minggu, bertepatan saat itu tersangka masuk ke dalam rumahnya baru dilakukan penangkapan.
Saat ditangkap petugas tersangka tidak melakukan perlawanan, petugas langsung melakukan penggeledahan di rumahnya dan menemukan beberapa barang bukti.
Barang bukti yang ditemukan itu antara lain berupa satu buah handphone mnerek Nokia, tiga kartu Ajungan Tunai Mandiri (ATM), KTP dan tiga lembar bukti transfer.
Selain itu sebuah timbangan digital, 135 butir pil ekstasi, 55 gram kristal putih diduga sabu-sabu, dua pucuk senjata api rakitan, dua butir amunisi SKS kaliber 16, tiga butir amunisi FN kaliber 9, dan uang tunai Rp450.000.
Berdasarkan pemeriksaan sementara tersangka mengakui semua barang bukti itu miliknya dan diperoleh dari bandar di Aceh dan Medan, namun tidak dijelaskan indentitasnya.
Tersangka akan dijerat dengan pasal 114 KUHP minimum enam tahun kurungan, dan maksimal seumur hidup. Sedangkan senjata api rakitan itu tidak diakui miliknya, karena itu merupakan milik rekan dia yang ditinggal di rumahnya.
Dihadapan penyidik tersangka mengakui dirinya mendapatkan barang haram dari Aceh dan Medan itu baru dua bulan ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Diaz Hendropriyono:Tim Transisi Jadi Garda Terdepan

Jakarta, Aktual.co — Anggota Tim Transisi Diaz Hendropriyono menegaskan jika tim bentukan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menjadi garda terdepan pembenahan sepak bola Indonesia setelah sanksi oleh FIFA kepada PSSI turun.

“Setelah sanki FIFA turun, pemerintah harus dengan cepat mengambil kesempatan untuk lebih aktif dalam memainkan perannya guna memajukan persepakbolaan nasional,” kata Diaz Hendropriyono di Jakarta, Minggu (31/5).

Sebagai pribadi, Diaz Hendropriyono menegaskan, dibentukannya Tim Transisi oleh pemerintah itu sebagai salah satu upaya untuk melakukan reformasi dipersepakbolaan nasional. Pihaknya juga mengakui jika pembekuan PSSI dan dibentuknya tim ini juga menjadi kontroversi.

Pembekuan sementara terhadap PSSI per 17 April tersebut dilakukan atas dasar sangkaan beberapa kasus korupsi dan dugaan kesalahan penyelenggaraan serta manajemen kompetisi sepakbola nasional. Pembekuan oleh Kemenpora ini akhirnya berujung pada pemberian sanksi (suspension) terhadap PSSI oleh FIFA.

Untuk masalah korupsi saat ini juga menjadi sorotan. Bahkan beberapa pejabat FIFA ditangkap oleh pihak berwajib menjelang kongres di Swiss dengan dugaan korupsi serta penyuapan. Kondisi ini menunjukkan jika korupsi terjadi di federasi sepak bola dunia itu.

“Beberapa pihak menganggap pembentukan Tim Transisi adalah sebuah intervensi dari pemerintah. Namun, apa yang dilakukan oleh pemerintah ini dinilai cukup tepat jika didasarkan prestasi sepak bola Indonesia saat ini. Peringkat FIFA bahkan terus turun,” katanya menambahkan.

Pria yang juga turun pada usaha olahraga martial art itu menegaskan, apa yang dilakukan Menpora Imam Nahrawi ini mendapatkan dukungan penuh dari Presiden Joko Widodo. Hal ini menunjukkan jika semuanya peduli dengan persepakbolaan nasional yang saat ini haus dengan prestasi.

“Penting untuk dipahami bahwa sepak bola adalah bagian dari kepentingan nasional. Kepentingan nasional adalah sebuah konsep dimana sebuah negara menggunakan kompetensinya untuk mendukung agenda nasional dan sepak bola telah menjadi bagian dari kepentingan nasional berbagai negara di dunia untuk meningkatkan kebanggaan nasionalnya,” kata Diaz dengan tegas.

Tim Transisi bentukan pemerintah yang dipimpin oleh Bibit Samad Rianto sebenarnya sudah bergerak yang salah satunya mengambilalih peran PSSI. Selain itu juga akan menyiapkan kompetisi baik dari level amatir hingga profesional. Pada tahap awal akan menggelar turnamen Piala Kemerdekaan.

Turnamen Piala Kemendekaan yang akan memperebutkan Piala Presiden ini akan digelar usai Lebaran. Pendaftaran sendiri akan dimulai 1-22 Juni. Adapun format kompetisi hingga operator kompetisi hingga saat ini belum ditetapkan. Proses bidding operator rencananya dilakukan pekan depan.

Sanksi FIFA untuk PSSI diturunkan karena dianggap telah melanggar statuta FIFA pasal 13 dan 27 terkait adanya intervensi dari pihak luar dalam hal ini Kemenpora dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Dengan turunnya sanksi yang belum diketahui batas akhirnya itu maka PSSI sebagai induk organisasi sepak bola kehilangan keanggotaan dan timnas Indonesia dilarang mengikuti kejuaraan internasional yang diadakan oleh FIFA maupun AFC.

Selain itu, sanksi FIFA juga melarang Indonesia menerima semua keuntungan dari federasi sepak bola dunia maupun AFC seperti program pengembangan persepakbolaan, kursus-kursus atau pelatihan selama sanksi berlangsung. Namun, FIFA masih memberikan kesempatan timnas Indonesia untuk turun di SEA Games 2015 di Singapura.

Artikel ini ditulis oleh:

Pernyataan Politik Solidaritas Gerakan Mahasiswa Indonesia (SGMI)

Jakarta, Aktual.co —Negara Indonesia memiliki landasanideologi dan landasan konstitusional yakni Pancasila danUndang-Undang Dasar 1945 yang dapat menjadi penuntun dalam keseluruhan arah dangerak bangsa ini dalam menggapai cita-citanya, yakni terwujudnya tatananmasyarakat yang adil dan makmur.

Seiring dengan perjalanan waktu,implementasi terhadap nilai-nilai pancasila semakin jauh dari semestinya. Halini dapat dibuktikan dengan berbagai kebijakan pemerintah yang jauh dari nafasPancasila dan UUD 1945, yang berdampak pada semakin jauhnya masyarakat darikesejahteraan.  Pergantian kepemimpinandari masa ke masa nyatanya belum mampu membawa bangsa ini untuk keluar daribelenggu kemiskinan.

Belum sampai setahun, bangsa initelah melewati suatu momentum penting pergantian kepemimpinan nasional.Pergantian kepemimpinan nasional tersebut akhirnya membawa Joko Widodo danJusuf Kalla menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada saatkampanye, Jokowi-Jk merumuskan problem pokok bangsa Indonesia, yakni (1)merosotnya kewibawaan Negara, (2) melemahnya sendi-sendi perekonomian nasional,dan (3) krisis kepribadian bangsa. Guna mengatasi problem mendasar tersebut,selanjutnya, Jokowi-Jk merumuskan bahwa solusi yang tepat adalah meneguhkankembali ideologi bangsa yang berdasarkan Pancasila 1 Juni 1945 dan TrisaktiBung Karno.

Namun,tujuh bulan menjalankan kekuasaannya, Jokowi-JK belum menunjukan keseriusannyadalam menjalankan TRI SAKTI seperti yang dijanjikan. Malah yang kita hadapiadalah realitas paradoks seperti; kebutuhan akan pangan dalam negeri yang masihbergantung pada impor. Tercatat bahwa Tahun ini impor lima komoditas panganstrategis yang mencakup beras, gandum, jagung, kedelai, dan gula diproyeksikanmencapai 20,70 juta ton atau senilai US$ 5,43 miliar/Rp 71,85 triliun (BeritaSatu.com, 27/05/2015). Dalam bidang energi, Sebagian besar sumber-sumber energi Indonesia dikuasai oleh perusahaanasing. Untuk minyak, misalnya, Indonesian Re­sour­ce Studies (IRESS)menemukan bahwa Pertamina  hanya memproduksi minyak sebesar 15 persen dan85 persen diproduksi oleh asing.

Sementara data Kementerian ESDM pada tahun2009 menyebutkan,  pertamina hanya  memproduksi 13,8%. Sisanyadikuasai oleh swasta asing seperti Chevron (41%), Total E&P Indonesie(10%), Chonoco-Philips (3,6%) dan CNOOC (4,6%). Sementara hampir 90% produksigas Indonesia hanya dikangkangi oleh 6 perusahaan asing, yakni Chevron, Total,ConocoPhilips, British Petroleum, dan ExxonMobil. Sementara untuk batubarapenguasaan asing diperkirakan mencapai 70%. Dalam bidang pendidikan,liberalisasi dan politisasi pada dunia pendidikan masih menjadi musuh utamayang harus diperangi, sehingga rakyat miskin dapat mempunyai kesempatan yangsama untuk mengakses pendidikan.

Dalam bidang politik, maraknya politik uang (money politic), tumbuh suburya oligarkipolitik, merupakan suatu konsekuensi yang harus diterima ketika politik kita“beriman” kepada kapitalisme. Serta sejumlah ketimpangan lainnya yang tentutidak dapat disebutkan satu per satu yang semuanya menunjukkan bahwa semakinjauhnya Indonesia dari cita-cita pendiriaannya.

Berdasarkanuraian diatas, Solidaritas Gerakan Mahasiswa Indonesia (SGMI) sebagai bagianintegritas dari bangsa ini yang terdiri atas berbagai organisasi kemahasiswaandi tingkat nasional (PMKRI, HIKMAHBUDI, KMHDI, LMND), terpanggil untuk segeramengatasi kondisi kronis bangsa saat ini dengan menyampaikan sikap sebagai berikut:

1.       Mendesak Pemerintah Joko Widodo dan JusufKalla, untuk segera mungkin melaksanakan “TRI SAKTI” Bung karno sebagaimanayang dijanjikan pada saat kampanye sebagai upaya untuk kembali kepada Pancasiladan UUD 1945
2.       Mendesak Presiden dan Wakil Presiden untukmelaksanakan pendidikan yang sesuai dengan kepribadian bangsa, sebagai solusidalam mengatasi kondisi kronis bangsa saat ini.
3.     Mendorong Presiden dan Wakil Presiden untukmembangun budaya politik yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945, yangmengedepankan musyawarah mufakat, bukan atas dasar kekuatan uang.
4.       Mendesak presiden dan Wakil Presiden untuksegera mewujudkan kedaulatan pangan dan energi sebagai jalan menuju kemandirianekonomi nasional.
5.       Mendesak Presiden dan Wakil Presiden untukmewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia melalui pembangunanyang berkeadilan.

 

 

 

Jakarta, 31 Mei 2015
Solidaritas GerakanMahasiswa Indonesia (SGMI)

Artikel ini ditulis oleh:

Jubir Demokrat: Sudirman Said dan Faisal Basri Lakukan Politisasi Pembubaran Petral PES

Jakarta, Aktual.co — Juru Bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul mengatakan ada upaya politisasi yang dilakukan oleh Menteri ESDM, Sudirman Said dan mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri soal pembubaran Petral PES.
“Ini ada upaya politisasi yang dilakukan Sudirman Said dan Faisal Basri,” ujarnya.
Ruhut menjelaskan kalau pada waktu era SBY menjabat Presiden, tentang pembubaran Petral PES dilakukan secara hati-hati. Bukan seperti yang diucapkan oleh Menteri ESDM Sudirman Said
“Pak SBY pernah menjadi menteri ESDM. Ibarat menarik benang dalam tepung beliau hati-hati. Waktu itu dia berkoordinasi dengan Wapres Boediono, Menseskab Sudi Silalahi dan Dirut Pertamina Karen Agustiawan soal pembubaran Petral PES,” ucapnya dalam diskusi Aktual Forum dengan tema “Tata Kelola Energi Era Jokowi-JK” di Warung Komando, Minggu (31/5).
Ruhut juga menyayangkan sikap dari Menteri ESDM Sudirman Said ini juga menciderai kebaikan Presiden Jokowi yang dikenalnya. “Sikap Sudirman Said ini menciderai sikap baiknya Presiden Jokowi,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain