19 April 2026
Beranda blog Halaman 35815

KNPI: Nilai-nilai Pancasila Bentengi Pemuda dari Paham Sesat

Jakarta, Aktual.co — Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan masyarakat maupun kampus dapat membentengi pemuda dari paham-paham yang sesat, kata Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tanjungpinang William Hendri, Sabtu (30/5).

“Paham-paham yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila merupakan ancaman bagi kampus dan masyarakat. Mahasiswa dan masyarakat harus mampu mendeteksi dan mencegahnya,” ujarnya yang menjadi narasumber dalam seminar bertema “Membangun Kesadaran Generasi Muda Untuk Meningkatkan Kualitas dan Menerapkan Nilai-Nilai Pancasila Secara Konsisten” di SMKN 3 Tanjungpinang.
 
Di hadapan sekitar 200 orang mahasiswa dan pelajar SMA, William menambahkan setiap organisasi, baik organisasi kemasyarakatan maupun mahasiswa dibangun untuk kepentingan tertentu, sesuai arah pergerakan dan tujuannya. Apapun nama organisasi dan jenis pergerakan yang dilakukan, seharusnya organisasi berlandaskan UUD 1945 dan Pancasila serta ketentuan-ketentuan lainnya.
 
Sejumlah organisasi yang ditemukan di berbagai kampus, tidak memiliki landasan tersebut. Organisasi dibangun dengan semangat kader, namun pola pergerakannya tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

Organisasi yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan nilai-nilai agama dapat merusak mahasiswa. Organisasi seperti ini biasanya digerakkan untuk menciptakan situasi yang tidak kondusif di kampus dan daerah.

Kader dalam organisasi ini biasanya selalu berurusan dengan pihak yang berwajib, dan nilai akademiknya kurang berprestasi.

 “Mudah-mudahan ini tidak terjadi di Kepri,” katanya yang juga dosen di Jurusan Ilmu Hukum Universitas Maritim Raja Ali Haji.

Sementara itu Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Raja Haji Tanjungpinang Syafrizal yang juga menjadi narasumber dalam seminar yang digelar Komunitas Bakti Bangsa mengatakan paham yang membahayakan mahasiswa seperti sosialis dan komunis.

 “Waspadai pergerakan radikal, yang merugikan mahasiswa. Meski belum tampak terjadi di Tanjungpinang, tetap harus diwaspadai agar dapat dicegah,” ujarnya.

 Syafrizal menambahkan paham-paham yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila harus ditolak. Sebab Pancasila merupakan ideologi negara, yang sejalan dengan nilai-nilai keagamaan.
 
“Kampus harus berkembang, ilmu pengetahuan dan inovasi harus dikembangkan secara konsisten tanpa paham-paham yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” ucapnya.
 
Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Badan Kesbangpolinmas Kepri Syamsir, yang juga narasumber dalam seminar itu mengemukakan Pancasila sebagai ideologi negara sudah terbukti memiliki kekuatan yang besar dalam menyatukan Indonesia yang masyarakat heterogen.

Nilai-nilai yang terkandung di dalam lima sila mampu membentengi pemuda dari ancaman paham-paham yang dapat memecahkan persatuan dan kesatuan bangsa.
 
Ancaman yang dihadapi mahasiswa seperti apatisme, hedonisme dan individualisme. Permasalahan lainnya, globalisasi, kebarat-baratan, narkoba, prostitusi dan radikal.

“Ini yang harus diwaspadai dan diatasi. Bentengi diri dengan meningkatkan prestasi, keimanan, mengembangkan dan mencintai budaya sendiri, jangan ikut-ikutan gaya hidup orang asing yang tidak baik,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Dude Harlino Tak Mau Pasang Tarif dalam Berdakwah

Jakarta, Aktual.co — Pasca di karuniai sang buah hati, aktor tampan Dude Harlino makin serius  mendalami Islam. Buktinya, suami  Allyssa Soebadono satu ini sesekali terlihat aktif melakukan syiar islam di beberapa acara.

Namun demikian, untuk urusan berdakwah, ia sendiri tak mau memasang tarif saat melakukan ceramahnya tersebut.

“Karenakan cuma sharing sifatnya,  jadi nggak dipasangkan tarif.  Beda dengan sinetron tentu ada perbedaan. Tapi kalau untuk sinetron memang sudah ditetapkan honornya, ” kata Dude saat ditemui di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan,  Sabtu (30/5).

Menurut Dude, berdakwah itu merupakan berbagi kisah ke sesama Muslim tanpa bermaksud menggurui.

“Nggak ada salahnya kan kalau berbagi. Saya berdakwah dengan cara yang saya bisa. Acara ini udah sering saya lakukan  tapi posisi saya sebagai sharing saja, mudah-mudahan bermanfaat, kalau nggak bermanfaat saya bawa pulang lagi, ” selorohnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Islah Partai Golkar

Wapres Jusuf Kalla mendampingi Ketua Umum Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie dan Ketua Umum Golkar versi Munas Ancol Agung Laksono saat islah terbatas Partai Golkar di Rumah Dinas Wakil Presiden, Jakarta, Sabtu (30/5/2015). Kesepakatan tersebut berisi empat poin untuk menengahi dualisme kepemimpinan Partai Golkar dalam menentukan calon kepala daerah yang diusung Golkar pada Pilkada mendatang dan proses hukum perselisihan Pimpinan Partai tetap berjalan. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

3 Perupa Magelang Kembangkan Kreasi Budaya Batik ‘Fine Arts’

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak tiga perupa Kota Magelang, Jawa Tengah, yang tergabung dalam kelompok Magelang Art Portpauri mengembangkan kreasi budaya batik model “fine arts” untuk memperkaya produk batik yang selama ini didominasi motif ikon daerah.

“Kami bertiga ini sejak setahun terakhir membuat batik model ‘fine arts’ untuk melepaskan diri dari umumnya pebatik yang didorong mengembangkam motif ikon daerah. Harapan kami, karya kami memperkaya motif batik,” kata seorang seniman kelompok MAP Kota Magelang Wahudi di Magelang, Sabtu (30/5).
 
Ia mengatakan hal itu di tempat mereka berkarya di kompleks Diponegoro Square, dekat Kantor Bakorwil II Jateng atau gedung eks-Keresidenan Kedu di Kota Magelang, dengan didampingi dua anggota MAP lainnya, yakni Untung Nugroho dan Kaji Habib.

Mereka yang juga seniman lukis di Kota Magelang itu, menyebut “branding” karya batik masing-masing sebagai “Gajah Barong” (Wahudi), “Nogo Koprol” (Untung Nugroho), dan “Batik Rajah” (Kaji Habib).
Ia menyebut “branding”-nya bernama Gajah Barong mengambarkan tentang kemanusiaan, sedangkan Nogo Koprol menggambarkan suatu makhluk, dan Batik Rajah berupa ungkapan doa atau pesan spiritual.
 
“Dalam setiap karya batik, hanya membuat satu dengan ‘branding’ masing-masing. Oleh karena itu kami tidak menyebut sebagai produk kerajinan, tetapi sebagai karya batik karena kami tidak membuat dalam jumlah yang massal. Kami pastikan hanya satu karya dan tidak mengulang karya. Umumnya hasilnya berupa karya kontemporer,” kata Untung.

Hingga saat ini, Wahudi dan Untung, masing-masing telah menghasilkan sekitar 10 karya batik “fine art”, sedangkan Kaji Habib sekitar 20 karya dengan berbagai judul. Harga karya mereka, bervariasi antara Rp500.000 hingga Rp1,5 juta per lembar.
 
Sejumlah karya mereka telah menjadi koleksi sejumlah orang, baik lokal maupun sejumlah kota besar seperti di Jakarta dan Bali.
 
Beberapa karya batik mereka juga sudah menjadi koleksi sejumlah orang di luar negeri, seperti Jerman dan Filandia. Karya batik “fine arts” bisa digunakan untuk berbagai hal, seperti bahan pakaian maupun aksesoris ruangan.

 “Kalau pameran khusus batik ‘fine arts’, kami masih merencanakan. Tetapi kalau ikut membuka gerai dalam pameran, kami sudah beberapa kali mengikutinya sebagai promosi dan sekaligus mengundang apresiasi masyarakat,” kata Kaji Habib.
 
Pemasaran karya batik “fine arts” yang dibuat sebagaimana spirit ketika melukis itu, katanya, selain melalui keikutsertaan dalam pameran, juga lewat media sosial dan jejaring dengan berbagai kalangan di beberapa kota besar.

Ia menyatakan optimistis karya batik “fine arts” mampu menarik minat masyarakat untuk secara khusus memilikinya karena dibuat tidak lebih dari satu karya ataupun secara massal.

Artikel ini ditulis oleh:

Resep Sayur Lodeh Khas Nusantara

 Jakarta, Aktual.co —Bicara tentang kuliner Nusantara memang tidak pernah ada habisnya,  pasalnya tiap daerah di Nusantara memiliki bermacam-macam khas makanan di wilayahnya masing-masing. Salah satunya, sayur lodeh yang merupakan salah satu kuliner khas Indonesia asal Jawa  Barat dan Jawa Tengah.

Namun seiring dengan perkembangan selera, kini sayur yang enak bila dinikmati bersama lauk ikan asin ditambah sambal terasi ini sangat mudah ditemukan.

Untuk bahan yang dibutuhkan bisa dicari di pasar tradisional, karena biasanya para pedagang telah menyediakan secara paketan. Nah, berikut ini telah kami sajikan resep cara membuat sayur lodeh enak cocok buat menu hidangan makan siang bersama keluarga tercinta.

Berikut bahan dan cara pembuatan sayur lodeh :
Bahan / bumbu:
1 ikat kacang panjang, potong seukuran korek api
Daun dan buah melinjo, secukupnya
2 lembar daun salam
2 buah labu siam ukuran sedang, potong dadu
250 ml santan kental
2 buah terong putih, kupas potong
1 buah jagung manis, potong
400 ml air
1 buah tomat, iris-iris
1 sendok teh garam
1 sendok teh gula merah
½ sendok teh penyedap masakan

Bumbu sayur lodeh (haluskan):
3 siung bawang putih
3 buah cabe merah, buang bijinya
6 buah bawang merah
½ sendok teh terasi
4 butir kemiri

Cara membuat sayur lodeh :
Persiapkan sayuran, cuci bersih, sisihkan
Panaskan minyak secukupnya, tumis bumbu halus hingga harum baunya, sisihkan. Rebus terlebih dahulu jagung manis dan melinjo setengah matang, masukan potongan sayuran, bumbu tumis tambahkan tomat, garam, penyedap, gula merah dan santan.

Aduk, masak kembali hingga mendidih dan matang siap di hidangkan. Selamat mencoba.

Artikel ini ditulis oleh:

Legislator: Islah Lebih Mulia Dibandingkan Revisi UU

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi II DPR RI Adian Napitupulu mengatakan langkah islah akan lebih mulia jika dilakukan oleh partai politik yang sedang mengalami sengketa kepengurusan seperti Golkar dan PPP, dibandingkan memaksakan untuk merevisi undang-undang.

“Prinsipnya jangan buruk rupa cermin dibelah, Jangan kamu tidak bagus Undang-Undang harus diubah. Lebih baik ubah diri sendiri, hilangkan kecongkakan dan arogansi untuk duduk bersama. itu lebih mulia dibandingkan memanipulasi rakyat untuk merevisi UU demi kepentingan beberapa orang,” kata Adian di Jakarta, Sabtu.

Hal tersebut dikatakan oleh Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu setelah acara diskusi bertajuk ‘Menghitung Problematika Pilkada Serentak’ yang dilangsungkan di Restoran Gado-Gado Boplo, Jalan Gereja Theresia, Menteng, Jakarta Pusat.

Adian menegaskan sikap partainya terkait usulan Komisi II tersebut adalah menolak untuk melakukan revisi tersebut, karena menilai masyarakat juga tidak menginginkan revisi tersebut terjadi.

“Kita akan berjuang sebisa-bisanya, sehebat-hebatnya dan seterhormat-terhormatnya untuk menggagalkan rencana revisi ini,” ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun, revisi terbatas Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sudah diusulkan oleh 26 anggota DPR RI. Meskipun, usulan revisi terbatas sudah disampaikan oleh anggota ke Pimpinan DPR RI awal pekan lalu, 10 fraksi yang ada di DPR belum satu kata, apakah akan melanjutkan pembahasan tersebut atau tidak.

Dari pimpinan DPR, usulan ini akan diserahkan di Badan Legislatif (Baleg) untuk dilakukan harmonisasi. “Nanti di Baleg pasti ribut, setelah Baleg lanjut Panja pasti ribut juga. Ini tidak akan selesai jika revisi dipaksakan, malah mengganggu tahapan pilkada,” katanya.

Dia menyarankan agar semua pihak yang bertikai dan berkepentingan untuk melakukan perdamaian saja agar tenaga dan waktu yang seharusnya dikonsentrasikan pada kejadian bersejarah seperti pilkada serentak itu tidak tersita dan terbuang percuma.

“Maksudnya daripada buang tenaga di revisi mending buang tenaga untuk islah. Itu jauh lebih benar, daripada buang logistik di revisi mending saat islah,” ucapnya.

Terkait dengan kemungkinan ada hubungan antara audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan revisi UU Pilkada dan Parpol yang dilontarkan Komisi II DPR itu, Adian mengatakan hal tersebut tidak ada relevansinya.

“Pendapat saya audit ini mengapa harus sekarang, lebih baik tunggu waktu rutin saja. Kecuali ada temuan luar biasa kan tidak mungkin rumah kamu aman saja terus saya berpikir akan ada sesuatu di rumah kamu terus saya panggil penyidik, ya tidak bisa dong. Malingnya saja belum ketahuan, tidak ada jeritan, ceceran darah, aroma amis buat apa kita panggil polisi,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain