4 April 2026
Beranda blog Halaman 35904

KPK Kembali Periksa Mantan Direktur Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Tetraethyl Lead (TEL) di PT Pertamina tahun anggaran 2004-2005, Suroso Atmo Martoyo (SAM) kembali diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (26/5).
“Iya betul, SAM diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka,” jelas Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, saat dikonfirmasi.
Dalam kasus yang hampir lima tahun tidak selesai ini, lembaga antirasuah menjerat dua orang tersangka, yakni Suroso selaku mantan Direktur Pengolahan Pertamina serta Willy Sebastian Lim, Direktur PT Soegih Interjaya.
KPK menetapkan status tersangka kepada Suroso, karena diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dalam menunjuk PT Soegih Interjaya sebagai pemasok TEL untuk Pertamina.
Untuk menetapkan PT Soegih menjadi pemasok TEL, Suroso disinyalir meminta sejumlah dana. Perusahaan yang Willy pimpin, merupakan agen resmi Innospec Ltd di Indonesia.
Willy sendiri sekarang sudah duduk di kursi pesakitan. Perkara yang menjeratnya masih bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Selatan.
Dalam persidangan Willy terungkap, bahwa Innospec melalui PT Soegih bukan hanya menyuap Suroso selaku Direktur Pengolahan Pertamina. Mereka juga menyuap bekas Dirjen Minyak dan Gas, Rahmat Sudibyo.
Atas perbuatan tersebut Willy sebagai pihak pemberi suap disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a dan b dan atau Pasal 13 Undang-undang (UU) Pemberantasan Korupsi.
Sementara Suroso sebagai tersangka penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a dan atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Tabung Melon Meledak, Satu Keluarga Alami Luka Bakar

Semarang, Aktual.co — Ledakan tabung gas elpiji 3 kilogram kembali terjadi menimpa orang warga RT 02 RW 15 Kelurahan Krapyak Lor, Kecamatan Pekalongan Utara, Selasa (26/5) dini hari. Satu keluarga yang mengalami luka bakar serius itu akibat ledakan tabung gas saat memasak langsung dilarikan ke rumah sakit Siti Khotidjah.
Keempat korban adalah Murtani, Rahmat Hidayat, Kasmuri dan Firmansyah. Dua korban diantaranya Murtani dan Kasmuri mengalami luka akar disekujur tubuh hingga mencapai 60 persen. Sedangkan, dua anaknya mengalami luka bakar hingga 30 persen.
Kapolsek Pekalongan Utara Kompol I Ketut Lanus mengungkapkan, ledakan tabung gas itu bermula saat Murtani hendak membantu isterinya memasak kue pesanan dari pelanggan. Saat itu, tabung gas yang akan digunakan untuk memasak habis.
“Seketika itu, tabung gas diganti tabung cadangan. Saat hendak dipasang, tabung gas baru ternyata bocor dengan mengeluarkan bau gas,” kata dia.
lanjut dia, sang suami pun bergegas meminta bantuan ke dua anaknya dan tukang servis kompor. Namun, tabung gas yang belum terpasang mengeluarkan api dan langsung menyambar seluruh korban yang ada di dapur. Bahkan terdengar tiga kali ledakan.
Polisi yang datang langsung mengamankan lokasi dengan memasang garis police line, serta mengamankan sejumlah banag bukti berupa tabung gas dan regulator kompor guna penyelidikan.
Sementara, para tetangga rela menjaga rumah korban, karena seluruh penghuni rumah masih menjalani perawatan intensif dokter.

Artikel ini ditulis oleh:

Sering Tampil Syiar Agama di Majelis, Teuku Wisnu Tak Mau Disebut Ustad

Jakarta, Aktual.co —Jarang muncul di layar kaca, Teuku Wisnu mengaku, saat ini dengan menghabiskan waktu untuk mendalami agama.

Tak bisa dipungkiri, sejak mendalami ilmu agama itu, tawaran untuk melakukan syiar seringkali didapat dari suami pesinetron Shireen Sungkar ini.

“Ini merupakan pengalaman hijrah, disitu biasanya saya berbagi. Godaan dan cobaan banyak,” beber Teuku Wisnu, ditemui di Studio TransTV, Jl Tendean, Jakarta Selatan.

Menurut bintang sinetron ‘Cinta Fitri’ ini, seringkali melakukan syiar di depan Majelis, tapi ia enggan bila dirinya disebut Ustad. Kata ia, apa yang dilakukannya ini hanya bersifat berbagi pengalaman dan bukan untuk menggurui para gurunya atau seniornya.

“Lebih tepatnya sharing, jadi bukan ceramah, karena saya belum ada ilmunya. Kalau ada ustad, biar ustad yang berilmu, yang bisa menyampaikan,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pakar: DPRD Perlu Konsolidasi Awasi Pergub APBD 2015

Jakarta, Aktual.co — DPRD DKI Jakarta diminta segera untuk mengkonsolidasikan diri dalam mengawasi pelaksanaan penggunaan APBD DKI 2015.
Pakar Hukum Tata Negara UII Yogyakarta Masnur Marzuki mengatakan dengan APBD  2015 yang di Pergubkan adalah momentum yang tepat DPRD untuk mengawasi segala bentuk pelaksanaan dan penggunaan ABPD DKI 2015.
“Dimulainya pelaksanaan program yang tercantum dalam Pergub APBD DKI 2015, DPRD tidak boleh berpangku tangan memandulkan fungsi pengawasannya,” Katanya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (26/05).
Direktur Jakarta Monitoring Network ini  juga mengingatkan DPRD untuk memfokuskan diri melaksanakan fungsi pengawasan dan fungsi legislasi.
“Pasca pengesahan APBD via Pergub, saya kira ini momentum paling tepat DPRD mempelototi tiap mata anggaran agar tidak diselewengkan. DPRD perlu mewanti-wanti Ahok agar di ujung tahun anggaran tidak terjadi lagi penyimpangan atau begal anggaran,” ungkapnya.
Dituturkan Masnur Pergub 2015 sebenarnya adalah taruhan bagi Ahok apakah Pemprov benar-benar bisa membuktikan tanpa DPRD, penyerapan anggaran lebih akuntabel dan bersih.
“Kalau nanti masih ada, maka Ahok wajib tanggungjawab dan DPRD tinggal minta pertanggungjawabannya,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Rapat Terbatas Bahas Persiapan Lebaran

Presiden Joko Widodo (kiri) memimpin Rapat Terbatas bersama Menteri Kabinet Kerja membahas persiapan jelang bulan Puasa dan Idul Fitri di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/5). Rapat tersebut juga membahas kesiapan infrastruktur jalan propinsi, serta pemenuhan kebutuhan pokok dan pengendalian harga jelang bulan Puasa yang akan dimulai pada pertengahan Juni 2015. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Polri Masih Periksa Zat Kandungan Beras Sintetis

Jakarta, Aktual.co — Polri masih meneliti zat kandungan di dalam beras diduga sintetis atau mengandung bahan plastik, yang sebelumnya telah ditemukan di Bekasi, Jawa Barat.
“Kemarin kami mengambil sampel beras di Sucofindo, kami cek ulang di Laboratorium Polri dan Lab BPOM,” kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di Mabes Polri, Selasa (26/5).
Dia pun berharap, segera mengumumkan ke publik bila hasil lab terkait beras sintetis itu sudah rampung. “Nanti hasilnya akan kami umumkan.”
Dikatakan dia, setelah dipastikan ada unsur plastik, pihaknya akan menelusuri asal usul peredaran beras tersebut. Dalam menangani kasus ini, Polri terus berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait yakni Kementerian Perdagangan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Kasus beras sintetis atau beras plastik ini bermula dari temuan seorang warga Bekasi, Dewi Septiani atas keanehan beras yang dimasaknya.
Dewi pun berusaha mencari informasi tentang beras tersebut di internet. Selanjutnya ia berbagi informasi tentang beras yang diduga mengandung bahan PVC tersebut ke berbagai media sosial dan mengimbau masyarakat agar berhati-hati memilih beras.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain