21 April 2026
Beranda blog Halaman 36052

Polisi Lacak Keberadaan Prostitusi “Online”

Jakarta, Aktual.co — Polda Kepri terus melacak keberadaan media sosial yang dijadikan sebagai sarana prostitusi “online” di Batam dan wilayah lain Provinsi Kepri.

“Untuk pengungkapan kasus tersebut tidak hanya dilakukan oleh Polresta Barelang saja, namun semua unsur termasuk Polda Kepri sendiri juga terus melacak untuk mengungkap hal tersebut,” kata Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Hartono di Batam, Sabtu (23/5).

Pada 20 Mei 2015, Polresta Barelang menangkap dekapan wanita muda yang diduga merupakan pelaku prostitusi dengan menjajakan diri menggunakan media sosial. Bahkan dua diantaranya adalah warga negara Asing.

“Kami masih terus melacak melalui situs-situs dan berbagai media sosial yang dijadikan sarana menjajakan diri secara pribadi maupun melalui perantara,” kata dia.

Menyangkut banyaknya indikasi prostitusi melibatkan warga asing, kata dia, Polda Kepri juga berkoordinasi dengan Imigrasi sebagai pihak yang berwenang mengawasinya.

Selain itu, pemberi izin salon, hotel, pijat, juga harus mengawasi kegiatan tersebut dan jika terjadi pelanggaran termasuk praktik prostitusi terselubung atau menjadi lokasi prostitusi yang awalnya menggunakan sarana media sosial harus diberikan tindakan tegas.

“Pihak pemerintah kota jangan hanya berheti sampai izin saja. Namun harus mengawasi memastikan operasional tempat-tempat tersebut sesuai dengan izin yang diberikan,” kata Hartono.

Sebelumnya, Imigrasi Batam sudah menangkap empat warga negara Vietnam yang diduga menyalahi izin tinggal serta bekerja sebagai pekerja seks komersial di Batam.

Warga negara Vietnam tersebut adalah Yo Thi Kieu Nhi (33), Tran Thi Kim Chi (22) dan Nguyen Phuc Thao Hien (27) serta Dang Huyng Trang (23) yang diketahui awalnya masuk ke Indonesia melalui Jakarta.

Kabid pengawasan dan penindakan keimigrasian Batam, M Rafli, mengatakan keempatnya sudah dideportasi menggunakan penerbangan dari Batam ke Jakarta dan Jakarta ke Vietnam.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Jokowi Puji Paloh, Gedung Kembar Seluruhnya Gunakan Investasi Asing

Jakarta, Aktual.co — Presiden RI Joko Widodo hari ini melakukan peletakan batu pertama (Groundbreaking) gedung kembar hasil kerjasama Media Grup yang digawangi oleh Surya Paloh dengan Sonangol. Direktur China Sonangol Media Investment Lestari Moerdijat mengatakan gedung kembar yang memiliki 59 lantai itu dibangun pada lahan seluas 18.925 meter persegi dan akan menghabiskan dana sekitar Rp8 triliun.

“Gedung yang digagas oleh China Sonangol Media Investment dan direalisasikan melalui sebuah kerja sama China Sonangol dan Media Grup, seluruhnya menggunakan investasi asing,” ujar Lestari di Jakarta, Sabtu (23/5).

Dia juga mengungkapkan bahwa pembangunan gedung yang diharapkan bisa menjadi ikon Jakarta itu akan selesai dalam waktu 30 bulan. Atas keberhasilan Surya Paloh menarik investasi asing senilai Rp8 triliun, Jokowi pun memuji bos Media Grup Surya Paloh.

“Saya sangat menghargai Bapak Surya Paloh yang bekerja sama dengan China Sonangol menghadirkan investasi sangat besar,” ujar Jokowi.

Presiden berharap dengan dimulainya pembangunan Gedung “Indonesia Satu” dapat diikuti investor lainnya sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Ini bisa jadi sebuah sinyal, di mana gedung dengan investasi yang sangat besar Rp8 triliun bertingkat 59 lantai ini menunjukkan bisnis properti ke depan menunjukkan prospek yang baik,” ujar Jokowi.

Seperti diketahui, Gedung “Indonesia Satu” merupakan gedung kembar yang memiliki 59 lantai atau setinggi 303 meter yang berlokasi di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Pembangunan gedung tersebut dilaksanakan melalui kerja sama Media Grup dan China Sonangol.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Yuddy Chrisnandi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UNAS

Jakarta, Aktual.co — Yuddy Chrisnandi, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Pembangunan Ekonomi Industri dan Kebijakan Publik pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nasional Jakarta, Sabtu (23/5).

Yuddy mendapatkan gelar tersebut pada hari ini, atas penelitiannya mengenai ‘Political Engineering’ yang memperoleh kesempatan penilaian pada pertengahan tahun 2011, hingga akhirnya ditawari mengikuti seleksi majelis guru besar UNAS pada Januari 2012.

Wakil Presiden Yusuf Kalla dalam sambutannya pada acara pengukuhan itu mengucapkan selamat kepada Yuddy yang telah mempeoleh gelar prof.

“Saya ucapkan selamat kepada Prof Yuddy atas pengukuhan sebagai guru besar. Kalau zaman dulu guru besar selalu ditampakan dengan kaca mata tebal sedikit botak, sedikit lugu. Namun dewasa ini banyak yang berubah. Guru besar adalah sosok cendikiawan yang baik,” kata Kalla.

Lebih lanjut, Wakil Presiden yang akrab disapa JK tersebut mengatakan Yuddy sebagai menteri tidak boleh salah dalam menentukan kebijakan, begitupun halnya sebagai Guru Besar karena membawa nama Universitas.

“Itu memang konsekuensinya maka dari itu harus bisa mendidik mahasiswa dan menjaga konsistensinya sebagai menteri disamping kesibukannya sebagai pengajar,” ujarnya.

Sementara itu, Menristek-Dikti Muhammad Nasir juga memuji keberhasilan Yuddy mencapai gelar tertinggi di dunia pendidikan dalam bidang Ekonomi Industri dan Ilmu Politik tersebut dan mengharapkan banyak kontribusi darinya.

“Ternyata Yuddy bisa membuktikan dirinya mampu mendapatkan gelar tersebut ditengah kesibukannya. Mudah-mudahan dengan dikukuhkan sebagai Guru Besar bisa berkontribusi di bidang tersebut demi nusa dan bangsa,” Muhammad Nasir.

Dalam acara pengangkatannya tersebut, Yuddy dikukuhkan oleh Senat Guru Besar Universitas Nasional Umar Basalim.

Dalam acara pengukuhan gelar Guru Besar Yuddy Chrisnandi tersebut, dihadiri oleh beberapa pejabat Negara dan Menteri Kabinet Kerja antara lain Menkopolhukam Tedjo Edhie Purdijatno, Menkominfo Rudiantara, Menperin Saleh Husin, Menaker Hanif Dhakiri, Menristek-Dikti Muhammad Nasir, Mentan Amran Sulaeman dan Menteri PPA Yohana Yembise.

Selain menteri, acara ini juga dihadiri oleh tokoh nasional dan elit partai seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla, Wakil Presiden Indonesia keenam Tri Sutrisno, Ketua DPR RI Setya Novanto, Aburizal Bakrie, Akbar Tandjung, Fadly Zon, Wiranto, Agum Gumelar, Nurul Arifin, Effendi Simbolon, Kapolri Badroedin Haiti dan tokoh lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Beras Sintetis dari China, Ini Kata Kementan

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia menegaskan bahwa pihaknya tidak mengeluarkan ijin impor beras.

Hal ini menyusul adanya informasi bahwa beras sintetis yang ditemukan masyarakat berasal dari Cina yang diduga masuk bersama dengan masuknya impor beras khusus.

“Saya ingin menyampaikan bahwa kita tidak ada mengeluarkan rekomendasi impor beras baik khusus, maupun medium yang dikonsumsi. Karena apa? Pasokan dari dalam negeri produksi kita sendiri sangat mencukupi,” kata  Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementan, Yusni Emilia Harahap, di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5).

Kendati demikian, seakan tak ingin berspekulasi, Yusni lebih menyerahkan senuhnya kepada aparat kepolisian untuk dapat mengetahui asal muasal beras yang diduga sintetis tersebut.

“Itu saya tidak bisa merespon (lebih jauh), karena sekarang masih diselidiki apakah ilegal atau dari mana asalnya,” tandas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Eka

Kementan Minta OKKPD Tingkatkan Pengawasan Beras

Jakarta, Aktual.co — Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementan, Yusni Emilia Harahap mengimbau agar Kepala Daerah di setiap provinsi untuk lebih memperkuat lagi Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) di daerahnya, dalam melakukan pengawasan. Hal itu menyusul munculnya kasus beredarnya beras sintetis di masyarakat, beberapa waktu ini.

“Saya menghimbau kepada seluruh Pemda para gubernur untuk memperkuat OKKPD-nya, karena Otoritas Kompeten Kemanan Pangan daerah yang sudah kita bina dalam hal ini kementerian pertanian, menginginkan keberadaan dari OKKPD masing-masing bisa lebih kuat dan sarana prasananya juga dilengkapi termasuk uji laboratoriumnya, dan SDM-nya,” ucap Yusni usai menghadiri acara diskusi, di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5).

Tentunya, sambung dia, dengan adanya kasus ini termasuk bagi Kementerian Pertanian akan meningkatkan sistem pengawasan tata niasa beras Indonesia.

“Mudah-mudahan kita bsa lebih awal dalam melakukan antisipasi, karena kedepan tantangan kita lebih berat, ada seperti akan menghadapi masyarakat ekonomi asean (MEA),” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Eka

APPSI: Butuh Waktu Lama Agar Konsumen Kembali ke Pasar Tradisional

Jakarta, Aktual.co — Temuan beras plastik di Bekasi, menggemparkan masyarakat Indonesia yang umumnya mengkonsumsi nasi. Berbagai dugaan pun muncul mengenai modus dan tujuan digulirkan polemik tersebut.

Sekjen APPSI Ngadiran, mengaku risih dengan kasus ini. Dimana pedagang dikambinghitamkan dalam peredaran beras berbahaya tersebut.  

“Pertama ya Inalillahi, tanda tanda zaman tergerusnya pasar tradisional,” ucapnya di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5)

Selain itu, dia mengaku sedikit curiga dengan adanya oknum tertentu yang sengaja melempar kasus ini. Gunanya, agar terjadi penurunan citra pasar tradisional oleh masyarakat. Sehingga warga lebih memilih belanja di pasar modern. Terlebih lagi dengan seringnya pemeriksaan maupun sidak di pasar tradisional, namun hal itu tak pernah dilakukan di pasar modern.

“Setiap ada masalah seperti itu, tahu boraks, formalin, pengawet berbahaya lain, yang menjadi sasaran tembak pasar tradisional, apakah pasar modern pernah disidak dan di ekspos,” cetusnya.

Dirinya tidak menampik terkait upaya yang banyak dilakukan seperti halal atau tidak halal.

“Ini ada hikmah bagi kita semua, mencerdaskan bangsa, dengan seperti ini lebih hati,” tambahnya.

Untuk itu, Ngadiram menghimbau masyarakat lebih selektif dalam berbelanja. Dan tidak termakan isu yang memojokkan pasar tradisonal.
“Saudara-saudara yang konsumen beras agar lebih hati-hati,” katanya.

Sedangkan untuk pedagang sendiri diingatkan untuk tetap semangat. Meskipun pamor pasar tradisional sedang turun. Sehingga konsumen tetap memilih pasar tradisional menjadi tempat belanja.

“Fakta kawan-kawan yang menjual eceran di pasar tradisional, mereka membutuh kejelasan dan keyakinan konsumen agar kembali ke pasar tradisional. Belinya tidak seperti yang lalu. Pakai liter-literan aja, Akhirnya lari ke pasar modern,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain