21 April 2026
Beranda blog Halaman 36051

Bulog Beli 752 Ton Beras Petani Bali

Jakarta, Aktual.co —  Perum Bulog Divisi Regional Bali telah membeli 752 ton beras langsung dari petani di Pulau Dewata dari target jumlah 2.000 ton beras hingga akhir Mei 2015.

“Penyerapan beras yang masih jauh dari target itu disebabkan harga jual di luar Bulog masih lebih tinggi dibandingkan harga pembelian dari pemerintah,” ujar Kepala Perum Bulog Divisi Regional Bali Wayan Budhita di Denpasar, Sabtu (23/5).

Dirinya berusaha seoptimal mungkin untuk membeli beras dari petani tetapi harga yang ditawarkan pihak lain masih jauh lebih tinggi. Harga pembelian yang ditawarkan oleh badan logistik itu per satu kilogram beras Rp7.300. Sedangkan harga yang di tawarkan pihak lain ditawar dengan harga lebih tinggi yakni berkisar Rp7.500-7.800 per kilogram.

“Sehingga petani lebih tertarik menjual berasnya di luar Bulog karena harga yang ditawarkan lebih menjanjikan,” ucap pria asal Busungbiu, Buleleng itu.

Meski demikian, total pembelian oleh Bulog tersebut melonjak signifikan mengingat harga baru yang ditetapkan pemerintah melalui Instruksi Presiden Nomor 5/2015 baru dikeluarkan pada pertengahan Maret 2015 atau baru sekitar dua bulan sudah mencapai 752 ton.

Sebelumnya berdasarkan Inpres Nomor 3 tahun 2012, harga pembelian pemerintah mencapai Rp6.600 per kilogram beras.

Bulog, lanjuta dia, menargetkan pembelian beras oleh instansi pemerintah itu mencapai 5.000 ton hingga akhir tahun nanti.

Selain pembelian beras oleh pemerintah yang meningkat, harga pembelian gabah kering panen mencapai Rp3.700 per kilogram di tingkat petani dan di tingkat penggilingan Rp3.750 per kilogram.

“Sedangkan untuk gabah kering giling di tingkat penggilingan mencapai Rp4.600 per kilogram,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

17 Tahun Pasca Soeharto, Pemerintahan Gagal Menjamin Hak Demokrasi Rakyat

Jakarta, Aktual.co — Mengingat gerakan 17 tahun yang lalu, seluruh rakyat terutama mahasiswa memadati jalan-jalan untuk menuntut Rejim Fasis Soeharto yang telah berkuasa 32 tahun agar turun dan mengakhiri penghisapan dan penindasan rakyat Indonesia. Rakyat dan mahasiswa mempunyai tuntutan yakni adili Soeharto, Hapuskan Dwi fungsi ABRI, Ciptakan pemerintahan yang bersih dari KKN, tegakkan Supremasi hukum dan laksanakan amandemen UUD 1945. Perjuangan ini dikenal sebagai peristiwa gerakan reformasi 1998 yang ditandai dengan jatuhnya Soeharto pada 21 Mei 2015.

Akan tetapi, setelah gema lonceng reformasi 1998 dibunyikan dan memasuki tahun ke-17, perubahan atas pemenuhan demokrasi rakyat masih saja dirampas oleh rejim yang berkuasa pasca Soeharto. Habibie hingga Jokowi menjadi Presiden ke-7 RI saat ini, masih saja menjalankan praktek-praktek sebagai pemerintahan anti rakyat, anti demokrasi, yang menunjukkan sikap dan tindakan sebagai representatif kepentingan imperialisme AS di Indonesia.

Para pemimpin reformasi tidak pernah belajar dari kegagalan Soeharto yang secara nyata memberikan kemerosotan kehidupan bagi rakyat Indonesia yang melalui tindakan fasis 32 tahun merampas hak rakyat hingga intimidasi, teror dan pembantai terhadap rakyat untuk melanggengkan kekuasaannya yang menghamba kepada tuannya imperialisme AS.  Pembantain 3 juta rakyat tahun 1965, pembunuhan terhadap ribuan massa aksi dan kekerasan terhadap perempuan Tinghoa Indonesia saat reformasi, menjadi sorotan atas pelanggaran demokrasi dan HAM yang dimiliki rakyat Indonesia.

Hingga 17 tahun berlalu, reformasi semakin kehilangan arah untuk memperjuangkan amanat rakyat dalam hal menegakkan demokrasi dan HAM di Indonesia. Jokowi-JK sebagai pemerintahan saat ini masih menunjukkan bentuk-bentuk yang konkrit menjadi pemerintahan boneka imperialisme AS. Pemerintahan Jokowi-JK yang terdiri dari unsur borjuasi besar komprador, tuan tanah besar dan kapitalis birokrat, semakin menyandarkan pembangunan nasional pada investasi dan Utang luar negeri dari imperialisme AS beserta instrumen-instrumennya (Word bank, IMF, ADB).  
Senanda dengan kebijakan Neo-liberal imperialisme AS Jokowi-JK, telah menimbulkan kekacauan ekonomi rakyat Indonesia. Dampak nyatanya adalah terjadinya pencabutan subsidi publik, kenaikan BBM dan TDL, kenaikan kebutuhan pokok khususnya beras, meningkatnya PHK, melemahnya Rupiah atas Dollar AS serta inflasi yang tidak terbendung, yang semuanya semakin  membuat rakyat Indonesia menderita di negeri yang kaya akan sumber daya alam.

Untuk memuluskan kebijakan neo-liberal yang anti rakyatnya, Jokowi-JK tidak segan-segan pula mengkhianati cita-cita reformasi untuk menjaga iklim kebebasan berdemokrasi di Indonesia. Sebut saja Babinsa masuk desa, Penyegaran Menwa di kampus di bawah TNI, mempertahankan UU Ormas, UU Intelijen.  

Selain itu secara nyata melakukan Penembakan terhadap 1 orang massa aksi saat menolak BBM naik di Makassar, Penembakan  1 orang masyarakat adat Kalteng, penembakan 5 siswa di Paniai Papua, pengusiran ratusan masyarakat Papua oleh TNI, pelarangan aksi saat KAA, mengangkat pejabat negara dari pelanggar HAM semasa Orba (AM Hendripriyono), kriminalisasi terhadap aktivis anti korupsi, pemblokiran situs dan 1 semester telah menangkap aktivis  ± 200 orang.

Kampus juga tidak luput menjadi sasaran kebijakan anti demokrasi dari Jokowi-JK. Berbagai pelarangan seperti jam malam, larangan berkegiatan di luar kampus, larangan berorganisasi, pembatasan ruang-ruang berpendapat, hingga pelibatan pihak TNI dan Polri menjaga keamanan di kampus. Hal ini demi upanyanya mengkerdilkan mahasiswa dari proses berdemokrasi dan menjauhkannya mahasiswa dari sikap kritis atas realita keadaan pendidikan dan rakyat Indonesia.

Oleh karena itu, kami dari Pimpinan Pusat FRONT MAHASISWA NASIONAL (FMN) dalam memperingati 17 tahun jatuhnya Soeharto 21 Mei 2015 menyatakan sikap, sita kekayaan Soeharto, adili dan tangkap penjahat HAM orba dan masa sekarang serta menolak kebijakan anti demokrasi dan anti rakyat pemerintahan Jokowi-JK. FMN juga akan turun aksi bersama BEM UI dan Bem SI di depan istana Negara dalam peringatan jatuhnya Soeharto 21 Mei 2015.

Kami juga menyampaikan tuntutan pokok rakyat antara lain;
1. Menolak kenaikan harga BBM, TDL yang diserahkan pada mekanisme pasar
2. Turunkan kebutuhan pokok rakyat Indonesia
3. Berikan kebebasan mengeluarkan pendapat, berorganisasi bagi seluruh rakyat Indonesia dan stop kriminalisasi/penangkapan, teror terhadap rakyat.
4. Menolak pembangunan nasional yang bersandarkan pada investasi asing dan utang luar negeri pada imperialisme dan lembaga-lembaga keuangan internasional.
5. Menolak pembangunan megaproyek pembangunan infrastuktur yang merampas tanah rakyat dan menguntungkan pengusaha besar serta imperialisme
6. Stop melindungi koruptor dan berantas korupsi di Indonesia

Jayalah Perjuangan Massa Mahasiswa !
Jayalah Perjuangan rakyat Indonesia !
Tolak Rezim Anti Demokrasi di Indonesia!

Ditulis Oleh Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional, Rachmad P Panjaitan

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Hentikan Penyadapan Gagal, Senat AS Tolak RUU Reformasi Intelijen

Jakarta, Aktual.co — Senat Amerika Serikat hari ini, Sabtu (23/5) menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) reformasi kegiatan intelijen NSA dalam menyerap informasi.

Putusan itu menjadi pukulan bagi Presiden Barack Obama dan pendukungnya, yang berupaya menghentikan penyadapan telepon di Amerika Serikat, yang sangat bermasalah.

Senat segera beralih ke pertimbangan perpanjangan dua bulan sebagian dari undang-undang keamanan dalam negeri “Patriot Act”, yang sedianya berakhir 1 Juni tanpa perlu tindakan dari kongres.

Rancangan undang-undang itu kini berada di keadaan tidak jelas, dan nasib ketentuan soal keamanan nasional menjadi limbung.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Polisi Lacak Keberadaan Prostitusi “Online”

Jakarta, Aktual.co — Polda Kepri terus melacak keberadaan media sosial yang dijadikan sebagai sarana prostitusi “online” di Batam dan wilayah lain Provinsi Kepri.

“Untuk pengungkapan kasus tersebut tidak hanya dilakukan oleh Polresta Barelang saja, namun semua unsur termasuk Polda Kepri sendiri juga terus melacak untuk mengungkap hal tersebut,” kata Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Hartono di Batam, Sabtu (23/5).

Pada 20 Mei 2015, Polresta Barelang menangkap dekapan wanita muda yang diduga merupakan pelaku prostitusi dengan menjajakan diri menggunakan media sosial. Bahkan dua diantaranya adalah warga negara Asing.

“Kami masih terus melacak melalui situs-situs dan berbagai media sosial yang dijadikan sarana menjajakan diri secara pribadi maupun melalui perantara,” kata dia.

Menyangkut banyaknya indikasi prostitusi melibatkan warga asing, kata dia, Polda Kepri juga berkoordinasi dengan Imigrasi sebagai pihak yang berwenang mengawasinya.

Selain itu, pemberi izin salon, hotel, pijat, juga harus mengawasi kegiatan tersebut dan jika terjadi pelanggaran termasuk praktik prostitusi terselubung atau menjadi lokasi prostitusi yang awalnya menggunakan sarana media sosial harus diberikan tindakan tegas.

“Pihak pemerintah kota jangan hanya berheti sampai izin saja. Namun harus mengawasi memastikan operasional tempat-tempat tersebut sesuai dengan izin yang diberikan,” kata Hartono.

Sebelumnya, Imigrasi Batam sudah menangkap empat warga negara Vietnam yang diduga menyalahi izin tinggal serta bekerja sebagai pekerja seks komersial di Batam.

Warga negara Vietnam tersebut adalah Yo Thi Kieu Nhi (33), Tran Thi Kim Chi (22) dan Nguyen Phuc Thao Hien (27) serta Dang Huyng Trang (23) yang diketahui awalnya masuk ke Indonesia melalui Jakarta.

Kabid pengawasan dan penindakan keimigrasian Batam, M Rafli, mengatakan keempatnya sudah dideportasi menggunakan penerbangan dari Batam ke Jakarta dan Jakarta ke Vietnam.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Jokowi Puji Paloh, Gedung Kembar Seluruhnya Gunakan Investasi Asing

Jakarta, Aktual.co — Presiden RI Joko Widodo hari ini melakukan peletakan batu pertama (Groundbreaking) gedung kembar hasil kerjasama Media Grup yang digawangi oleh Surya Paloh dengan Sonangol. Direktur China Sonangol Media Investment Lestari Moerdijat mengatakan gedung kembar yang memiliki 59 lantai itu dibangun pada lahan seluas 18.925 meter persegi dan akan menghabiskan dana sekitar Rp8 triliun.

“Gedung yang digagas oleh China Sonangol Media Investment dan direalisasikan melalui sebuah kerja sama China Sonangol dan Media Grup, seluruhnya menggunakan investasi asing,” ujar Lestari di Jakarta, Sabtu (23/5).

Dia juga mengungkapkan bahwa pembangunan gedung yang diharapkan bisa menjadi ikon Jakarta itu akan selesai dalam waktu 30 bulan. Atas keberhasilan Surya Paloh menarik investasi asing senilai Rp8 triliun, Jokowi pun memuji bos Media Grup Surya Paloh.

“Saya sangat menghargai Bapak Surya Paloh yang bekerja sama dengan China Sonangol menghadirkan investasi sangat besar,” ujar Jokowi.

Presiden berharap dengan dimulainya pembangunan Gedung “Indonesia Satu” dapat diikuti investor lainnya sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Ini bisa jadi sebuah sinyal, di mana gedung dengan investasi yang sangat besar Rp8 triliun bertingkat 59 lantai ini menunjukkan bisnis properti ke depan menunjukkan prospek yang baik,” ujar Jokowi.

Seperti diketahui, Gedung “Indonesia Satu” merupakan gedung kembar yang memiliki 59 lantai atau setinggi 303 meter yang berlokasi di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Pembangunan gedung tersebut dilaksanakan melalui kerja sama Media Grup dan China Sonangol.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Yuddy Chrisnandi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UNAS

Jakarta, Aktual.co — Yuddy Chrisnandi, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Pembangunan Ekonomi Industri dan Kebijakan Publik pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nasional Jakarta, Sabtu (23/5).

Yuddy mendapatkan gelar tersebut pada hari ini, atas penelitiannya mengenai ‘Political Engineering’ yang memperoleh kesempatan penilaian pada pertengahan tahun 2011, hingga akhirnya ditawari mengikuti seleksi majelis guru besar UNAS pada Januari 2012.

Wakil Presiden Yusuf Kalla dalam sambutannya pada acara pengukuhan itu mengucapkan selamat kepada Yuddy yang telah mempeoleh gelar prof.

“Saya ucapkan selamat kepada Prof Yuddy atas pengukuhan sebagai guru besar. Kalau zaman dulu guru besar selalu ditampakan dengan kaca mata tebal sedikit botak, sedikit lugu. Namun dewasa ini banyak yang berubah. Guru besar adalah sosok cendikiawan yang baik,” kata Kalla.

Lebih lanjut, Wakil Presiden yang akrab disapa JK tersebut mengatakan Yuddy sebagai menteri tidak boleh salah dalam menentukan kebijakan, begitupun halnya sebagai Guru Besar karena membawa nama Universitas.

“Itu memang konsekuensinya maka dari itu harus bisa mendidik mahasiswa dan menjaga konsistensinya sebagai menteri disamping kesibukannya sebagai pengajar,” ujarnya.

Sementara itu, Menristek-Dikti Muhammad Nasir juga memuji keberhasilan Yuddy mencapai gelar tertinggi di dunia pendidikan dalam bidang Ekonomi Industri dan Ilmu Politik tersebut dan mengharapkan banyak kontribusi darinya.

“Ternyata Yuddy bisa membuktikan dirinya mampu mendapatkan gelar tersebut ditengah kesibukannya. Mudah-mudahan dengan dikukuhkan sebagai Guru Besar bisa berkontribusi di bidang tersebut demi nusa dan bangsa,” Muhammad Nasir.

Dalam acara pengangkatannya tersebut, Yuddy dikukuhkan oleh Senat Guru Besar Universitas Nasional Umar Basalim.

Dalam acara pengukuhan gelar Guru Besar Yuddy Chrisnandi tersebut, dihadiri oleh beberapa pejabat Negara dan Menteri Kabinet Kerja antara lain Menkopolhukam Tedjo Edhie Purdijatno, Menkominfo Rudiantara, Menperin Saleh Husin, Menaker Hanif Dhakiri, Menristek-Dikti Muhammad Nasir, Mentan Amran Sulaeman dan Menteri PPA Yohana Yembise.

Selain menteri, acara ini juga dihadiri oleh tokoh nasional dan elit partai seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla, Wakil Presiden Indonesia keenam Tri Sutrisno, Ketua DPR RI Setya Novanto, Aburizal Bakrie, Akbar Tandjung, Fadly Zon, Wiranto, Agum Gumelar, Nurul Arifin, Effendi Simbolon, Kapolri Badroedin Haiti dan tokoh lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain