21 April 2026
Beranda blog Halaman 36050

SBY Dituding Sudirman Said, JIL Minta Jokowi Tertibkan Pembantunya

Jakarta, Aktual.co — Ketua Divisi Pusat Pengembangan Strategis dan Kebijakan Partai Demokrat, Ulil Abshar Abdalla menyayangkan pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said kepada SBY soal pembubaran Petral dan mafia migas yang selalu berhenti di meja presien.

“Substansi yang dikatakan Sudirman tidak benar karena sudah dibantah dengan pak SBY. Pernyataan itu merupakan tuduhan politik yang sangat serius dan itu perlu melakukan penjelasan, dan saat ini pun sepertinya ada gelagat mau menghindar dari kondisi yang dia ciptakan sendiri,” kata Ulil dalam konfrensi persnya, di Kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5).

Menurut Ulil, jika pernyataan yang dilontarkan Menteri ESDM itu tidak benar, maka yang bersangkutan harus segera meminta maaf kepada ketua umum partai berlambang bintang mercy itu.

“Kalau dia bisa membuktikan pernyataannya, maka itu tentu harus dia klarifikasi,” ucapnya.

Seharusnya, sambung tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) itu, Presiden Jokowi menujukan sikap tegas dengan menertibkan anak buahnya yang cenderung melakukan politik kotor dengan seringkali menyalahkan rezim sebelumnya.

“Ini politik tidak sehat dengan menyalahkan rezim sebelummnya. Pak SBY banyak melakukan tindakan yang baik, dengan tidak menyalahkan rezim sebelumnya. Presiden harus menertibkan menterinya agar tidak memperbanyak musuh politik,” sebut Ulil. Seraya menambahkan bahwa ini sudah tidak sehat. Karena ini akan membuat sulit posisi dari presiden sendiri.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Eka

PT TEP Sosialisasikan Eksplorasi Tujuh Sumur Migas

Jakarta, Aktual.co — PT Tropic Energi Pandan (TEP) salah satu perusahaan pertambangan minyak bumi dan gas di Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, mensosialisasikan kepada masyarakat karena perusahaan ini akan mengeksplorasi tujuh sumur migas.

“Ketujuh sumur minyak bumi dan gas (Migas) itu berada di blok Sriwijaya dan Aryo Damar Desa Petunang, Kecamatan Tuah Negeri setempat,” kata General Manager PT Tropic Energi Pandan (TEP) Lukis, Sabtu (23/5).

Ia menjelaskan, ketujuh sumur migas yang akan dieksplorasi itu akan menghasilkan sekitar 600 barel minyak mentah per hari sehingga hal itu perlu disosialisasikan ke masyarakat setempat agar mendukung pelaksanaan di lapangan.

“Kami sudah mensosialisasikan rencana itu kepada masyarakat setempat bersama pemerintah Musirawas beberapa hari lalu, dan mudah-mudahan mendapat dukungan karena tenaga kerjanya akan diambil warga di sekitar lokasl,” katanya.

Ia mengatakan, areal eksplorasi dari tujuh sumur yang positif mengandung migas itu berada di dua lokasi yakni lapangan Sriwijaya dan Aryo Damar.

Dalam sosialisasi tersebut lebih ditekankan pada pengerjaan tahap pertama yaitu pemasangan pipa migas yang akan melintasi kebun dan lahan pertanian warga Desa Petunang setempat.

Pada tahap awal ini akan dibuka tujuh sumur terlebih dahulu dan ditargetkan masih ada 20 sumur lagi yang akan dibuka di dua lapangan tersebut.

Penampungan awal minyak dilakukan di lokasi sumur di Desa Petunang, lalu dialirkan ke fasilitas PT Medco di Sungai Jene Kecamatan BTS Ulu, dan dikirim ke kilang PT Pertamina Plaju Sungai Gerong Kota Palembang.

Sedangkan pengerjaan konstruksi pipa migas sekarang telah berjalan dikerjakan melalui kontrak yang ada dengan pihak rekanan, namun dalam pengerjaan itu tetap melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja sesuai dengan keterampilan masing-masing.

“Kami sudah atur secara jelas masalah tenaga kerja melibatkan masyarakat lokal, sesuai kemampuan dan keterampilan yang dimiliki mereka, namun untuk teknis lainnya dilibatkan tenaga kerja ahli,”tandasnya.

Bupati Musirawas Ridwan Mukti membenarkan saat ini salah satu perusahaan nasional di bidang migas tengah melakukan sosialisasi dengan masyarakat terkait pembangunan konstruksi pipi migas baru.

“Saya mengharapkan seluruh masyarakat, pemerintah desa, kelurahan dan kecamatan mengetahui dan mendukung secara jelas pembangunan tersebut,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kasus Beras Sintetis, APPSI: Ada Yang Mau Jatuhkan Pasar Tradisional

Jakarta, Aktual.co — Temuan beras sintetis oleh masyarakat di pasaran membuat kekhawatiran tersendiri. Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran menduga bahwa temuan itu sebagai sebuah isu untuk memperburuk citra pasar tradisional.

“Apakah ini upaya-upaya pengalihan isu, atau pencitraan agar pasar tradisional terpuruk. isu ini kan tembaknya ke jantung (masalah masyarakat),” kata Ngadiran, di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5).

Tak hanya itu, sambung Ngadiran, dirinya tidak bermaksud untuk menuduh siapa-siapa. Pun demikian, menurut dia, akibat kasus beras sintesis ini bisa dirasakan oleh para pedagang, khususnya di pasar tradisional.

“Menuduh tidak bisa, tapi kita rasakan, omset turun 20 persen, banyak (pembeli) datang ke pasar nanya, banyak juga yang dibatalkan,” ujar dia.

Bahkan, kata dia, bisa juga kasus ini untuk menutupi pemberitaan terkait program-program pemerintah yang tidak berjalan.

“Mungkin saja bisa terjadi, sekarang berapa bulan dolar tidak turun, ada program-program pemerintah belum jalan dengan adanya isu ini ketimpa lagi dan gak diangkat,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Eka

Bulog Beli 752 Ton Beras Petani Bali

Jakarta, Aktual.co —  Perum Bulog Divisi Regional Bali telah membeli 752 ton beras langsung dari petani di Pulau Dewata dari target jumlah 2.000 ton beras hingga akhir Mei 2015.

“Penyerapan beras yang masih jauh dari target itu disebabkan harga jual di luar Bulog masih lebih tinggi dibandingkan harga pembelian dari pemerintah,” ujar Kepala Perum Bulog Divisi Regional Bali Wayan Budhita di Denpasar, Sabtu (23/5).

Dirinya berusaha seoptimal mungkin untuk membeli beras dari petani tetapi harga yang ditawarkan pihak lain masih jauh lebih tinggi. Harga pembelian yang ditawarkan oleh badan logistik itu per satu kilogram beras Rp7.300. Sedangkan harga yang di tawarkan pihak lain ditawar dengan harga lebih tinggi yakni berkisar Rp7.500-7.800 per kilogram.

“Sehingga petani lebih tertarik menjual berasnya di luar Bulog karena harga yang ditawarkan lebih menjanjikan,” ucap pria asal Busungbiu, Buleleng itu.

Meski demikian, total pembelian oleh Bulog tersebut melonjak signifikan mengingat harga baru yang ditetapkan pemerintah melalui Instruksi Presiden Nomor 5/2015 baru dikeluarkan pada pertengahan Maret 2015 atau baru sekitar dua bulan sudah mencapai 752 ton.

Sebelumnya berdasarkan Inpres Nomor 3 tahun 2012, harga pembelian pemerintah mencapai Rp6.600 per kilogram beras.

Bulog, lanjuta dia, menargetkan pembelian beras oleh instansi pemerintah itu mencapai 5.000 ton hingga akhir tahun nanti.

Selain pembelian beras oleh pemerintah yang meningkat, harga pembelian gabah kering panen mencapai Rp3.700 per kilogram di tingkat petani dan di tingkat penggilingan Rp3.750 per kilogram.

“Sedangkan untuk gabah kering giling di tingkat penggilingan mencapai Rp4.600 per kilogram,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

17 Tahun Pasca Soeharto, Pemerintahan Gagal Menjamin Hak Demokrasi Rakyat

Jakarta, Aktual.co — Mengingat gerakan 17 tahun yang lalu, seluruh rakyat terutama mahasiswa memadati jalan-jalan untuk menuntut Rejim Fasis Soeharto yang telah berkuasa 32 tahun agar turun dan mengakhiri penghisapan dan penindasan rakyat Indonesia. Rakyat dan mahasiswa mempunyai tuntutan yakni adili Soeharto, Hapuskan Dwi fungsi ABRI, Ciptakan pemerintahan yang bersih dari KKN, tegakkan Supremasi hukum dan laksanakan amandemen UUD 1945. Perjuangan ini dikenal sebagai peristiwa gerakan reformasi 1998 yang ditandai dengan jatuhnya Soeharto pada 21 Mei 2015.

Akan tetapi, setelah gema lonceng reformasi 1998 dibunyikan dan memasuki tahun ke-17, perubahan atas pemenuhan demokrasi rakyat masih saja dirampas oleh rejim yang berkuasa pasca Soeharto. Habibie hingga Jokowi menjadi Presiden ke-7 RI saat ini, masih saja menjalankan praktek-praktek sebagai pemerintahan anti rakyat, anti demokrasi, yang menunjukkan sikap dan tindakan sebagai representatif kepentingan imperialisme AS di Indonesia.

Para pemimpin reformasi tidak pernah belajar dari kegagalan Soeharto yang secara nyata memberikan kemerosotan kehidupan bagi rakyat Indonesia yang melalui tindakan fasis 32 tahun merampas hak rakyat hingga intimidasi, teror dan pembantai terhadap rakyat untuk melanggengkan kekuasaannya yang menghamba kepada tuannya imperialisme AS.  Pembantain 3 juta rakyat tahun 1965, pembunuhan terhadap ribuan massa aksi dan kekerasan terhadap perempuan Tinghoa Indonesia saat reformasi, menjadi sorotan atas pelanggaran demokrasi dan HAM yang dimiliki rakyat Indonesia.

Hingga 17 tahun berlalu, reformasi semakin kehilangan arah untuk memperjuangkan amanat rakyat dalam hal menegakkan demokrasi dan HAM di Indonesia. Jokowi-JK sebagai pemerintahan saat ini masih menunjukkan bentuk-bentuk yang konkrit menjadi pemerintahan boneka imperialisme AS. Pemerintahan Jokowi-JK yang terdiri dari unsur borjuasi besar komprador, tuan tanah besar dan kapitalis birokrat, semakin menyandarkan pembangunan nasional pada investasi dan Utang luar negeri dari imperialisme AS beserta instrumen-instrumennya (Word bank, IMF, ADB).  
Senanda dengan kebijakan Neo-liberal imperialisme AS Jokowi-JK, telah menimbulkan kekacauan ekonomi rakyat Indonesia. Dampak nyatanya adalah terjadinya pencabutan subsidi publik, kenaikan BBM dan TDL, kenaikan kebutuhan pokok khususnya beras, meningkatnya PHK, melemahnya Rupiah atas Dollar AS serta inflasi yang tidak terbendung, yang semuanya semakin  membuat rakyat Indonesia menderita di negeri yang kaya akan sumber daya alam.

Untuk memuluskan kebijakan neo-liberal yang anti rakyatnya, Jokowi-JK tidak segan-segan pula mengkhianati cita-cita reformasi untuk menjaga iklim kebebasan berdemokrasi di Indonesia. Sebut saja Babinsa masuk desa, Penyegaran Menwa di kampus di bawah TNI, mempertahankan UU Ormas, UU Intelijen.  

Selain itu secara nyata melakukan Penembakan terhadap 1 orang massa aksi saat menolak BBM naik di Makassar, Penembakan  1 orang masyarakat adat Kalteng, penembakan 5 siswa di Paniai Papua, pengusiran ratusan masyarakat Papua oleh TNI, pelarangan aksi saat KAA, mengangkat pejabat negara dari pelanggar HAM semasa Orba (AM Hendripriyono), kriminalisasi terhadap aktivis anti korupsi, pemblokiran situs dan 1 semester telah menangkap aktivis  ± 200 orang.

Kampus juga tidak luput menjadi sasaran kebijakan anti demokrasi dari Jokowi-JK. Berbagai pelarangan seperti jam malam, larangan berkegiatan di luar kampus, larangan berorganisasi, pembatasan ruang-ruang berpendapat, hingga pelibatan pihak TNI dan Polri menjaga keamanan di kampus. Hal ini demi upanyanya mengkerdilkan mahasiswa dari proses berdemokrasi dan menjauhkannya mahasiswa dari sikap kritis atas realita keadaan pendidikan dan rakyat Indonesia.

Oleh karena itu, kami dari Pimpinan Pusat FRONT MAHASISWA NASIONAL (FMN) dalam memperingati 17 tahun jatuhnya Soeharto 21 Mei 2015 menyatakan sikap, sita kekayaan Soeharto, adili dan tangkap penjahat HAM orba dan masa sekarang serta menolak kebijakan anti demokrasi dan anti rakyat pemerintahan Jokowi-JK. FMN juga akan turun aksi bersama BEM UI dan Bem SI di depan istana Negara dalam peringatan jatuhnya Soeharto 21 Mei 2015.

Kami juga menyampaikan tuntutan pokok rakyat antara lain;
1. Menolak kenaikan harga BBM, TDL yang diserahkan pada mekanisme pasar
2. Turunkan kebutuhan pokok rakyat Indonesia
3. Berikan kebebasan mengeluarkan pendapat, berorganisasi bagi seluruh rakyat Indonesia dan stop kriminalisasi/penangkapan, teror terhadap rakyat.
4. Menolak pembangunan nasional yang bersandarkan pada investasi asing dan utang luar negeri pada imperialisme dan lembaga-lembaga keuangan internasional.
5. Menolak pembangunan megaproyek pembangunan infrastuktur yang merampas tanah rakyat dan menguntungkan pengusaha besar serta imperialisme
6. Stop melindungi koruptor dan berantas korupsi di Indonesia

Jayalah Perjuangan Massa Mahasiswa !
Jayalah Perjuangan rakyat Indonesia !
Tolak Rezim Anti Demokrasi di Indonesia!

Ditulis Oleh Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional, Rachmad P Panjaitan

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Hentikan Penyadapan Gagal, Senat AS Tolak RUU Reformasi Intelijen

Jakarta, Aktual.co — Senat Amerika Serikat hari ini, Sabtu (23/5) menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) reformasi kegiatan intelijen NSA dalam menyerap informasi.

Putusan itu menjadi pukulan bagi Presiden Barack Obama dan pendukungnya, yang berupaya menghentikan penyadapan telepon di Amerika Serikat, yang sangat bermasalah.

Senat segera beralih ke pertimbangan perpanjangan dua bulan sebagian dari undang-undang keamanan dalam negeri “Patriot Act”, yang sedianya berakhir 1 Juni tanpa perlu tindakan dari kongres.

Rancangan undang-undang itu kini berada di keadaan tidak jelas, dan nasib ketentuan soal keamanan nasional menjadi limbung.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain