21 April 2026
Beranda blog Halaman 36049

Indonesia Harus Bisa Manfaatkan MEA

Jakarta, Aktual.co — Menghadapi berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),Indonesia harus bisa memanfaatkannya. Untuk bisa memanfaatkan MEA, Indonesiaharus siap menghadapi konteks internasional baru, yang berupa masyarakat globalyang berbasis pengetahuan (knowledge-based global society). 

Demikian dikatakan diplomat senior Prof. Dr. MakarimWibisono, dalam acara University Partners Gathering di Universitas Sampoerna,Jakarta, pekan ini. Acara itu bertema “Membangun Daya Saing Dalam MenghadapiMasyarakat Ekonomi ASEAN.”

“Kalau Indonesia tidak siap, maka kita akan ketinggalandalam gerakan masyarakat global tersebut,” ujar Makarim, yang meraih doktornyadi Ohio State University, Amerika. Hadir pada acara itu Rektor UniversitasSampoerna, Prof. Dr. M. Aman Wirakartakusumah, para dosen, mahasiswa, danundangan lain.

Makarim pada kesempatan itu mengungkapkan potensi ASEAN yangsangat besar. Jumlah pendudukASEAN mencapai 591 juta orang, yang berarti 8,8 persen dari populasi dunia. Gabunganproduk domestik bruto (GDP) ASEAN mencapai 3,4 triliun dollar AS. Sedangkanluas wilayahnya mencapai 4,46 juta kilometer persegi.

Membandingkan pembentukan ASEAN dengan Uni Eropa, Makarimmengatakan, kalau di Uni Eropa proses pembentukannya terjadi dari bawah ke atas(bottom up). Sedangkan proses pembentukan ASEAN adalah dari atas ke bawah,yakni dari inisiatif para pemimpin ASEAN pada waktu itu, seperti antara lain PresidenSoeharto, PM Malaysia Mahathir Mohamad, dan PM Singapura Lee Kuan Yew.  

Artikel ini ditulis oleh:

Bangsa Myanmar Itu Bisa diajak Dialog

Jakarta, Aktual.co — Myanmar itusedang melakukan transformasi ke arah demokrasi. Mereka ingin belajar dariIndonesia bagaimana caranya agar bisa melakukan demokratisasi tanpaberdarah-darah. Intinya, Myanmar itu sebetulnya bangsa yang bisa diajakberdialog.

Demikiandikatakan diplomat senior Prof. Dr. Makarim Wibisono, dalam acara UniversityPartners Gathering di Universitas Sampoerna, Jakarta, pekan ini. Hadirpada acara itu Rektor Universitas Sampoerna, Prof. Dr. M. AmanWirakartakusumah, para dosen, mahasiswa, dan undangan lain.

Lebih lanjut Makarim menjelaskan, demokratisasi di Myanmarcukup berjalan. Terbukti tokoh oposisi Aung San Suu kyi yang dulu menjalanitahanan rumah, sekarang sudah bebas. Bahkan mungkin ia akan maju untuk menjadipimpinan pemerintahan di negeri yang mayoritas penduduknya beragama Buddha itu.

Namun demokratisasi di Myanmar juga agak rumit, karena bisadibilang seluruh aset di negara itu dimiliki oleh jenderal-jenderal. Sehinggaada kecurigaan mereka bahwa demokratisasi itu berarti juga demiliterisasi.

Dalam kaitan pengungsi Rohingya yang terusir karenamengalami diskriminasi di Myanmar, Makarim melihat bahwa hal itu masih bisadidialogkan dengan penguasa Myanmar. Di sini berkaitan dengan cara pendekatanIndonesia terhadap Myanmar.

Artikel ini ditulis oleh:

Gerakan “Pancasila Adalah Kita” Makin Digelorakan

Jakarta, Aktual.co —Gerakan “Pancasila Adalah Kita” kini semakin digelorakan lewat berbagai kegiatan, yang melibatkan berbagai komponen masyarakat, baik swasta maupun pemerintah. Gerakan ini bertujuan mendorong pengamalan Pancasila secara meluas, menghadapi berbagai situasi yang dihadapi bangsa.
Demikian terungkap dalam apel Pancasila Adalah Kita, yang berlangsung di halaman parkir Museum Satriamandala, Jakarta, Sabtu pagi (23/5). Acara itu dihadiri hampir 400 peserta, mewakili berbagai organisasi.
Menurut Ketua Penyelenggara yang juga penggagas gerakan, Rima Agristina, gerakan ini bersifat gotong royong. Tidak ada penyandang dana tertentu yang jadi andalan. “Semua yang berpartisipasi memberi kontribusi sesuai kapasitas masing-masing,” ujar staf pengajar Universitas Sampoerna ini.
Berbagai organisasi yang terlibat dalam acara ini antara lain: Pusat Sejarah TNI, Badan Narkotika Nasional, Universitas Sampoerna, Universitas Pancasila, KNPI, GP Ansor, Resimen Mahasiswa, siswa SD Ciracas, Komunitas Olahraga Tradisional Indonesia, STIAMI, IKAL 48, dan lain-lain.
Acara itu dimeriahkan dengan pembacaan deklarasi, pernyataan para wakil organisasi, senam bersama diiringi lagu, lomba egrang, lomba tarik tambang, dan lain-lain. Para peserta kemudian dipersilakan berkunjung masuk ke Museum Satriamandala secara gratis. Berbagai informasi tentang gerakan ini bisa diakses di www.pancasilaadalahkita.com.

Artikel ini ditulis oleh:

SBY Dituding Sudirman Said, JIL Minta Jokowi Tertibkan Pembantunya

Jakarta, Aktual.co — Ketua Divisi Pusat Pengembangan Strategis dan Kebijakan Partai Demokrat, Ulil Abshar Abdalla menyayangkan pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said kepada SBY soal pembubaran Petral dan mafia migas yang selalu berhenti di meja presien.

“Substansi yang dikatakan Sudirman tidak benar karena sudah dibantah dengan pak SBY. Pernyataan itu merupakan tuduhan politik yang sangat serius dan itu perlu melakukan penjelasan, dan saat ini pun sepertinya ada gelagat mau menghindar dari kondisi yang dia ciptakan sendiri,” kata Ulil dalam konfrensi persnya, di Kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5).

Menurut Ulil, jika pernyataan yang dilontarkan Menteri ESDM itu tidak benar, maka yang bersangkutan harus segera meminta maaf kepada ketua umum partai berlambang bintang mercy itu.

“Kalau dia bisa membuktikan pernyataannya, maka itu tentu harus dia klarifikasi,” ucapnya.

Seharusnya, sambung tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) itu, Presiden Jokowi menujukan sikap tegas dengan menertibkan anak buahnya yang cenderung melakukan politik kotor dengan seringkali menyalahkan rezim sebelumnya.

“Ini politik tidak sehat dengan menyalahkan rezim sebelummnya. Pak SBY banyak melakukan tindakan yang baik, dengan tidak menyalahkan rezim sebelumnya. Presiden harus menertibkan menterinya agar tidak memperbanyak musuh politik,” sebut Ulil. Seraya menambahkan bahwa ini sudah tidak sehat. Karena ini akan membuat sulit posisi dari presiden sendiri.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Eka

PT TEP Sosialisasikan Eksplorasi Tujuh Sumur Migas

Jakarta, Aktual.co — PT Tropic Energi Pandan (TEP) salah satu perusahaan pertambangan minyak bumi dan gas di Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, mensosialisasikan kepada masyarakat karena perusahaan ini akan mengeksplorasi tujuh sumur migas.

“Ketujuh sumur minyak bumi dan gas (Migas) itu berada di blok Sriwijaya dan Aryo Damar Desa Petunang, Kecamatan Tuah Negeri setempat,” kata General Manager PT Tropic Energi Pandan (TEP) Lukis, Sabtu (23/5).

Ia menjelaskan, ketujuh sumur migas yang akan dieksplorasi itu akan menghasilkan sekitar 600 barel minyak mentah per hari sehingga hal itu perlu disosialisasikan ke masyarakat setempat agar mendukung pelaksanaan di lapangan.

“Kami sudah mensosialisasikan rencana itu kepada masyarakat setempat bersama pemerintah Musirawas beberapa hari lalu, dan mudah-mudahan mendapat dukungan karena tenaga kerjanya akan diambil warga di sekitar lokasl,” katanya.

Ia mengatakan, areal eksplorasi dari tujuh sumur yang positif mengandung migas itu berada di dua lokasi yakni lapangan Sriwijaya dan Aryo Damar.

Dalam sosialisasi tersebut lebih ditekankan pada pengerjaan tahap pertama yaitu pemasangan pipa migas yang akan melintasi kebun dan lahan pertanian warga Desa Petunang setempat.

Pada tahap awal ini akan dibuka tujuh sumur terlebih dahulu dan ditargetkan masih ada 20 sumur lagi yang akan dibuka di dua lapangan tersebut.

Penampungan awal minyak dilakukan di lokasi sumur di Desa Petunang, lalu dialirkan ke fasilitas PT Medco di Sungai Jene Kecamatan BTS Ulu, dan dikirim ke kilang PT Pertamina Plaju Sungai Gerong Kota Palembang.

Sedangkan pengerjaan konstruksi pipa migas sekarang telah berjalan dikerjakan melalui kontrak yang ada dengan pihak rekanan, namun dalam pengerjaan itu tetap melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja sesuai dengan keterampilan masing-masing.

“Kami sudah atur secara jelas masalah tenaga kerja melibatkan masyarakat lokal, sesuai kemampuan dan keterampilan yang dimiliki mereka, namun untuk teknis lainnya dilibatkan tenaga kerja ahli,”tandasnya.

Bupati Musirawas Ridwan Mukti membenarkan saat ini salah satu perusahaan nasional di bidang migas tengah melakukan sosialisasi dengan masyarakat terkait pembangunan konstruksi pipi migas baru.

“Saya mengharapkan seluruh masyarakat, pemerintah desa, kelurahan dan kecamatan mengetahui dan mendukung secara jelas pembangunan tersebut,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kasus Beras Sintetis, APPSI: Ada Yang Mau Jatuhkan Pasar Tradisional

Jakarta, Aktual.co — Temuan beras sintetis oleh masyarakat di pasaran membuat kekhawatiran tersendiri. Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran menduga bahwa temuan itu sebagai sebuah isu untuk memperburuk citra pasar tradisional.

“Apakah ini upaya-upaya pengalihan isu, atau pencitraan agar pasar tradisional terpuruk. isu ini kan tembaknya ke jantung (masalah masyarakat),” kata Ngadiran, di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5).

Tak hanya itu, sambung Ngadiran, dirinya tidak bermaksud untuk menuduh siapa-siapa. Pun demikian, menurut dia, akibat kasus beras sintesis ini bisa dirasakan oleh para pedagang, khususnya di pasar tradisional.

“Menuduh tidak bisa, tapi kita rasakan, omset turun 20 persen, banyak (pembeli) datang ke pasar nanya, banyak juga yang dibatalkan,” ujar dia.

Bahkan, kata dia, bisa juga kasus ini untuk menutupi pemberitaan terkait program-program pemerintah yang tidak berjalan.

“Mungkin saja bisa terjadi, sekarang berapa bulan dolar tidak turun, ada program-program pemerintah belum jalan dengan adanya isu ini ketimpa lagi dan gak diangkat,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Eka

Berita Lain