Usut Peredaran Beras Plastik, Kemendag Koordinasi dengan Bareskrim
Jakarta, Aktual.co — Menindaklanjuti peredaran beras palsu dari plasti yang kini tengah beredar di pasar tradisional, Kementerian Perdagangan akan berkoordinasi dengan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
“Ini nanti kita juga akan bekerjasama dengan Bareskrim karena di Bekasi sudah ikut turun tangan untuk melakukan penanganan masalah ini,” tutur Direktur Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Kementerian Perdagangan, Widodo di Jakarta, ditulis Rabu (20/5).
Peredaran beras palsu ini, kata Widodo merupakan pelanggaran Undang-undang (UU) Pangan. Bahkan jika diimpor secara ilegal maka juga melanggar Undang-Undang lain seperti UU pajak sehingga bisa dikenakan sanksi pidana.
“Sanksi pidana tertera dalam UU Pangan,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan dia, pihaknya telah mengambil sampel beras plastik untuk mengusut asalnya. “Maka itu kita sedang cek di Bekasi sudah membawa ini ke laboratorium, makanya kita tunggu hasil uji seperti apa,” kata Widodo di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (19/5).
Dalam hal ini, Kemendag mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membeli beras. “Satu sisi ada positifnya bahwa konsumen biar tahu bahwa ada beras seperti ini. Sehingga konsumen lebih berhati-hati membeli beras,” ujarnya.
Seperti diketahui, baru-baru ini warga Bekasi dihebohkan dengan penemuan beras palsu yang terbuat dari plastik di bilangan Pasar Mutiara Gading Timur, Kecamatan Mustika Jaya. Hal tersebut berawal dari cerita seorang pedagang makanan di Bekasi, Dewi Septiani yang mengaku mendapatkan beras plastik yang bentuknya sangat mirip dengan beras asli.
“Ketika saya memasak untuk membuat bubur dan nasi uduk, kok beda ya? Tidak seperti beras sebelumnya.Padahal saya beli dengan harga Rp.8000 di tempat langganan saya,” ujar Dewi berkicau dalam akun Instagramnya.
Dari penelusuran Aktual.co di laman Strait Times, peredaran beras plastik itu sudah tersebar hingga negara-negara Asia seperti India, Indonesia hingga Vietnam. Dari sejumlah video yang tersebar di sosial media memperlihatkan pembuatan beras plastik tersebut. Beras plastik diduga terbuat dari kentang, ubi jalar, dengan resin sintetik yang kemudian dibentuk menyerupai bulir-bulir bakal nasi. Wujudnya tetap keras meski telah dimasak. Beras palsu itu disebut-sebut umum dijual di pasar China, terutama di Taiyuan Provinsi Shaanxi.
Artikel ini ditulis oleh:
















