2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36525

Proyek Sodetan KBT, Jalan Otista Ditutup 70 Hari

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah memastikan akan menutup jalan akses sekitar Jalan Otista Jakarta Timur selama 70 hari. Dikarenakan akan ada pekerjaan lanjutan pembangunan sudetan ke Kanal Banjir Timur.
“Sekitar 70 hari ruas Jalan Otista III Jakarta Timur ditutup, tepatnya sejak 21 April hinnga 30 Juni 2015,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Djoko Mursito di Jakara, Rabu, (22/4).
Penutupan tersebut, kata Joko Mursito, karena ada pekerjaan berupa pengambilan mata bor di lokasi “arrving shaft” serta pekerjaan pendukungnya di Kelurahan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur.
Oleh karena itu, lanjutnya, hal itu terpaksa dilakukan dengan penutupan atau pengalihan jalan tersebut.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, T Iskandar menambahkan bahwa pekerjaan yang akan dilaksanakan berupa pembukaan “voided slab”, pekerjaan struktur pendukung, pengambilan alat bor, penutupan kembali “voided slab”.
Untuk itu, bagi pengguna jalan dari arah timur yang akan menuju ke arah barat dialihkan melalui Jalan DI Panjaitan Jalan Otista 3 Jalan Kebon Nanas Selatan 1 – Jalan Kebon Nanas Selatan Jalan Otista 3.
Sedangkan pengguna jalan dari arah barat yang akan menuju ke arah timur melalui Jalan Otista Raya – Jalan Otista 3 – Jalan Kebon Nanas Utara – Jalan Kebon Nanas Utara 2 – Jalan Panti Asuhan – Jalan Otista 3.
“Setelah pekerjaan selesai, pengaturan lalu lintas akan kembali seperti semula,” demikian T Iskandar.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi: Pelaku Kemas Narkoba Jenis Sabu ke Dalam Makanan Kecil

Jakarta, Aktual.co —  Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Eko Daniato mengatakan tertangkapnya dua kurir narkoba jenis sabu bertaraf Internasional yang dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) berdasarkan adanya laporan dari masyarakat mengenai peredaran narkotika di kawasan Depok.
“Penangkapan tersangka berawal dari laporan masyarakat,” ujarnya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (22/4).
Dikatakan Eko pihaknya yang mendapatkan informasi langsung menyelidiki kebenaran informasi dengan cara undercover buy (menyamar sebagai pembeli) dan pengembangan IT dan berhasil menangkap tersangka AIH di Jalan Margonda Raya, depan Terminal Depok. 
“Ditemukan barang bukti sabu sebanyak 200 gram yang dibungkus makanan kecil,” tambahnya.
Tak berhenti disitu, kata Eko pihaknya pun melakukan pengembangan dan kembali berhasil menangkap tersangka lain yakni AEC yang berperan sebagai bandar narkoba di daerah Srengseng, Kembangan, Jakarya Barat. 
“Dari hasil peggeledahan dalam rumah kos tersangka, ditemukan sabu sebanyak dua kilogram,” paparnya.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatanya para tersangka dikenai pasal 144 ayat (2) Sub Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009, tentang Narkotika. “Ancaman bagi para pelaku minimal lima tahun, maksimal hukuman mati,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Legislator: Langkah Kemenpora Terlalu Ekstrem

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi X DPR RI, Reni Marlinawati, menilai langkah Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk membekukan PSSI, merupakan langkah yang keterlaluan.

“Langkah Menpora dengan menerbitkan keputusan sanksi administrasi terhadap PSSI merupakan langkah ekstrem,” katanya di Jakarta, Rabu (22/4).

Politisi Partai Persatuan Pembangunan itu mengibaratkan, Kemenpora ingin menangkap tikus di lumbung padi, Menpora justru membakar lumbungnya.

“Keputusan Menpora ini tentu akan memberi dampak secara langsung terhadap persepakbolaan di Indonesia,” katanya.

Dengan dibekukannya keorganisasian PSSI oleh Kemenpora, maka ancaman sanksi oleh FIFA menjadi konsekuensi terburuk yang akan diterima Indonesia. Seperti Timnas Kelompok Usia Muda sampai jenjang senior tidak bisa berlaga di kalender FIFA.

Selain itu, klub-klub dari Indonesia juga terancam tidak bisa bermain di liga naungan FIFA, dana bantuan untuk bimbingan yang nilainya miliaran rupiah juga potensial dicabut FIFA. Tidak hanya itu, pemain Indonesia yang meniti karier di luar negeri terpaksa “dipulangkan”.

Dari sisi bisnis, sponsor potensial juga membatalkan kontrak karena meskipun liga berlangsung hanya akan menjadi liga antarkampung. “Klub rugi, pemain rugi semua aspek dalam sepak bola juga akan mengalami kerugian,” katanya.

Atas kondisi ini, kata dia, pemerintah dan PSSI diharapkan duduk bersama untuk mencari solusi atas persoalan tersebut. Diharapkan kedua pihak dapat berembug dengan prinsip kesetaraan dan diharapkan dapat mengambil kesepakatan yang intinya untuk kemajuan sepak bola nasional.

Artikel ini ditulis oleh:

Hadapi Era Globalisasi, Universitas Trisakti Kembangkan Kelas Internasional

Jakarta, Aktual.co — Wakil Rektor IV Universitas Trisakti Asri Nugrahanti mengatakan menghadapi era globalisasi, pihaknya menjalin hubungan kerja sama dengan berbagai universitas di Australia untuk mengembangkan kelas internasional.
“Kerja sama ini meliputi program Dual Degree (Gelar Ganda), pertukaran pelajar maupun penelitian bersama, di antaranya adalah dengan Curtin University, Edith Cowan University, dan University of South Australia,” katanya di Jakarta, Rabu (22/4).
Menurut dia, era globalisasi yang diwarnai dengan derasnya arus informasi dari manapun, membuat generasi muda dengan mudah mengetahui dan menyerap informasi dan budaya dari negara lain.
Sementara itu Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Bambang Soedaryono menjelaskan pentingnya melakukan kerja sama internasional di bidang pendidikan dengan program-program kelas internasional yang bekerja sama dengan berbagai universitas di luar negeri.
“Kita harapkan kerja sama dapat menambah ‘networking’ mahasiswa, pengetahuan mengenai ‘culture’ asing dan melatih pola pikir mereka dalam menghadapi era globalisasi,” ujarnya.
Bambang mengatakan pihaknya selalu mencoba untuk melakukan kerja sama dengan sebanyak mungkin universitas di luar negeri, bahkan dalam waktu dekat akan dicoba kerja sama dengan beberapa universitas di Tiongkok.
“Kami juga sudah kontak beberapa universitas di sana, saya melihat kebutuhan kerja sama dengan universitas di Tiongkok sangat mendesak, karena networking bisnis yang dihasilkan akan sangat baik,” ujarnya.
Sedangkan Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Trisakti Yuzwar Z Basri mengatakan dalam rangka visi Universitas Trisakti menjadi universitas berstandar internasional, maka Usakti selalu berusaha untuk bagaimana membuat kondisi suasana akademik yang menuju pada standar internasional salah satunya katanya dengan melakukan kerja sama internasional.
“Kita juga selalu mencoba untuk mencari terobosan kegiatan yang sifatnya tidak hanya formal akademik, namun kami mencoba beberapa pendekatan pada akhirnya mempunyai muatan dan nuansa pendidikan,” katanya.
Ia menjelaskan untuk mengetahui kondisi Universitas di Australia pihaknya menggelar acara Interactive Dialogue Between The Australian Ambassador and The Student of Trisakti University, dengan Dubes Australia Untuk Indonesia Paul Grigson.
Paul Grigson menyebutkan bahwa pendidikan di Indonesia sendiri sudah cukup berkembang, dan pendidikan telah menjadi bagian yang sangat penting bagi Indonesia.
“Universitas-universitas di Indonesia harus lebih menjelajahi dunia lagi, sebab mahasiswa butuh pengalaman yang lebih banyak dalam rangka menghadapi era globalisasi ini,” katanya.
Grigson sendiri menyebutkan kerjasama yang dijalin Usakti dengan Curtin University merupakan hal yang sangat baik, sebab Curtin University merupakan salah satu universitas terbaik di Australia.
“Saya akan berbicara dengan Rektorat di sana dan memastikan kerja sama antara Usakti dan Curtin terus berlanjut,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Bos Pertamina: Penganti Petral Direncanakan PES

Jakarta, Aktual.co — Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto membenarkan jika memang pihaknya akan segera membubarkan anak usahanya yakni PT Pertamina Trading Energy Limited (Petral).

“Sekarang memang rencananya kita bubarkan saja. Lalu kemudian asetnya diambil alih Pertamina langsung, tentu diutilisasikan sesuai peran yang optimum bagi aset tersebut,” kata Dwi di Jakarta, Rabu (22/4).

Ia mengungkapkan bahwa rencana pembubaran Petral ini telah disampaikan kepada Menteri BUMN, Rini Soemarno. Rencananya Petral yang saat ini memiliki fungsi sebagai trader itu akan digantikan peranannya oleh Pertamina Energy Service (PES).

“Kita kan memang sekarang ini, Pertamina melakukan restrukturisasi, baik organisasi maupun bisnis, sehingga Pertamina bisa menjadi perusahaan kelas dunia, arahnya kan seperti itu. Jadi mana proses bisnis yang kurang efektif kita potong sehingga lebih efisien. Dengan begitu, maka kita lihat bahwa barangkali posisi Petral perlu dikaji lagi ke Kementerian ESDM,” terangnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

KPK Siap Panggil Bupati Tanah Laut

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap panggil Bupati Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Bambang Alamsyah.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha mengatakan, pemanggilan itu akan dilakukan, jika lembaga antirasuah itu membutuhkan konfirmasi atas dokumen-dokumen yang disita dalam penggeledahan yang dilakukan pada Selasa (21/4) kemarin.

“Kalau berdasarkan nanti pendalaman terhadap dokumen, kalau ada hal yang perlu dikonfirmasi, Bupati (Tanah Laut) tentu akan dipanggil,” jelas Priharsa Nugraha, di gedung KPK, Jakarta, Rabu (22/4).

Lebih jauh disampaikan Priharsa, saat ini KPK masih terfokus dalam kasus suap terkait izin pertambangan PT Mitra Maju Sukses (PT MMS). Namun, dia mengatakan pihaknya masih membuka peluang untuk mengembangkan kasus tersebut dan juga tersangkanya.

“Penyidik saat ini fokus ke suap, pendalaman ke Pasal yang disangkakan, tapi tidak tertutup kemungkinan bisa dikembangkan, pengembangan bisa ke pengembangan kasus, bisa ke pengembangan tersangkanya,” papar Priharsa.

Kendati demikian, lanjutnya, dari hasil penggeledahan yang dilakukan di tiga tempat, pihaknya baru menemukan dokumen-dokumen menyangkut keterlibatan bos PT MMS, Andrew Hidayat (AH).

“Itu yang akan didalami, keterlibatan pihak lain di PT MMS, atau murni inisiatif AH, saat ini KPK baru menemukan alat bukti cukup untuk menetapkan AH sebagi tersangka,” pungkasnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, terkait kasus suap izin lahan pertambangan di Kabupaten Tanah Laut, penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di tiga tempat, yakni Dinas Pertambangan Kalimantan Selatan, Kantor Dinas Bupati Tanah Laut dan rumah dinas Bupati.

Dari hasil penggeledahan tersebut, penyidik menemukan sejumlah dokumen yang berhubungan dengan PT Mitra Maju Sukses (PT MMS).

“(Yang ditemukan) dokumen terkait perizinan yang ada hubungannya dengan perusahaan PT MMS. Dokumen dalam bentuk ‘hardcopy’,” papar Priharsa.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain