15 April 2026
Beranda blog Halaman 37701

Komisi III Kunjungi Lapas Nusakambangan

Jakarta, Aktual.co — Sejumlah anggota Komisi III DPR RI mengunjungi beberapa lembaga pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (27/3).
Dari pantauan di Dermaga Wijayapura, Cilacap, dua bus yang membawa rombongan anggota Komisi III DPR RI beserta sejumlah pejabat Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) tiba di tempat penyeberangan menuju Pulau Nusakambangan itu sekitar pukul 08.10 WIB.
Kendati demikian, dua bus yang membawa rombongan anggota Komisi III DPR RI itu langsung masuk ke halaman dalam Dermaga Wijayapura.
Dari kejauhan tampak Aziz Syamsudin dan Muhammad Nasir Djamil beserta anggota Komisi III DPR RI lainnya turun dari bus.
Rombongan itu disambut Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Polisi Noer Ali beserta sejumlah pejabat Polda Jateng yang telah menunggu di Dermaga Wijayapura.
Selanjutnya, rombongan segera naik ke atas Kapal Pengayoman IV milik Kemenkumham yang akan menyeberangkan mereka menuju Dermaga Sodong di Pulau Nusakambangan.
Informasi yang dihimpun, rombongan Komisi DPR RI itu akan mengunjungi beberapa lapas di Pulau Nusakambangan, antara lain Lapas Batu dan Lapas Narkotika.
Dalam kunjungan di Lapas Batu, rombongan Komisi III DPR RI akan menemui terpidana mati Yusman Telaumbanua yang dikabarkan masih anak-anak saat divonis oleh Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Nias, Sumatra Utara, pada tanggal 21 Mei 2013.
Yusman Telaumbanua dan Rasulah Hia divonis mati atas kasus pembunuhan berencana terhadap Kolimarinus Zega, Jimmi Trio Girsang, dan Rugun Br. Haloho, pada 24 April 2012.
Keduanya kini mendekam di Lapas Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, setelah dipindahkan dari Lapas Tanjung Gusta, Medan, Sumatra Utara, pada tanggal 17 Agustus 2013 bersama 20 narapidana lainnya.
Ketika vonis mati itu dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Yusman dilaporkan masih berusia 16 tahun karena dia diketahui lahir pada tanggal 5 Agustus 1996 sesuai dengan surat baptis dari gereja

Artikel ini ditulis oleh:

Jumat Keramat Terjadi di Fraksi Partai Golkar?

Jakarta, Aktual.co — Akankah Jumat Keramat terjadi di Fraksi Partai Golkar? Dari informasi yang beredar di kalangan wartawan melalui  Ketua DPP Ancol Bowo Sidik Pangarso,
“Hari ini pasca Jumatan kubu Agung akan mengambil alih fraksi Partai Golkar,” demikian informasi yang beredar, Jakarta, Jumat (27/3).
Dari pantauan Aktual.co di ruang Fraksi Partai Golkar yang terletak di lantai 12, Nusantara I, Komplek DPR RI sudah mulai terlihat ramai. Aparat keamanan dari Kepolisian dan pengamanan dalam (Pamdal) DPR RI juga telah terlihat di lantai 12 tersebut.
“Tidak ada pengambilalihan fraksi. Aparat yang berjaga-jaga karena mengamankan aset negara,” kata salah seorang petugas Fraksi Partai Golkar, yang tak mau disebut namanya.
Juga dari pantauan Aktual.co, dua pintu kaca menuju ruang pimpinan dan sekretaris Fraksi Golkar terkunci. Dibalik pintu kaca pertama, terlihat Pamdal berjaga-jaga dan beberapa aparat kepolisian berseragam telah ada di koridor menuju ruang pimpinan dan sekretaris fraksi.
Sebelumnya, Ketua dan Sekretaris Fraksi Golkar versi Kubu Ancol, Agus Gumiwang dan Fayakhun Andriadi serta Airlangga Hartarto telah menyambangi fraksi Golkar.
“Kita minta Pak Ade dan Bambang Soesatyo untuk angkat kaki dari ruang fraksi,” demikian ancaman Agus.
Hingga saat ini, Ketua Fraksi dan Sekretaris Fraksi Golkar, Ade Komarudin dan Bambang Soesatyo belum terlihat di ruangan bersama Sekretaris Fraksi.

Artikel ini ditulis oleh:

Perpres Anggaran Kementerian Baru Terbit, Menteri Jokowi Bisa Mulai Laksanakan Program

Jakarta, Aktual.co — Peraturan Presiden (Perpres) tentang Organisasi Kementerian pada 12 Kementerian Baru maupun kementerian hasil pemisahan atau penggabungan sudah diterbitkan. Dengan demikian, para menteri Jokowi bisa langsung mulai mengerjakan berbagai program yang sudah dicanangkan sebelumnya.

Dalam hal ini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Yuddy Chrisnandi meminta 12 kementerian yang mengalami perubahan nomenklatur untuk menggunakan Peraturan Presiden Nomor 165 Tahun 2014 tentang Penataan Tugas dan Fungsi Kabinet Kerja pembiayaan program-program yang akan dilaksanakan oleh kementerian.

Sementara terhadap Kementerian yang Pepres Organisasi Kementeriannya telah ditetapkan, menurut Yuddy, seharusnya tidak memiliki hambatan dalam memencapai kinerjanya, karena dalam Perpres itu telah ditetapkan unit organisasi eselon I beserta tugas dan fungsi masing-masing.

“Dengan telah diterbitkannya Perpres tentang Organisasi Kementerian pada 12 kementerian tersebut, seharusnya sudah bisa dijadikan acuan dalam pembiayaan program-program yang akan dilaksanakan oleh kementerian, karena Perpres  itu telah ditetapkan unit organisasi eselon I beserta tugas dan fungsi masing-masing,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Yuddy Chrisnandi kepada wartawan di kantor Kementerian PAN-RB, Jakarta, Kamis (26/03). Demikian seperti dilansir laman Setkab.go.id, ditulis Jumat (27/3)

Selain penetapan organisasi, Perpres ini juga berfungsi sebagai dasar pencairan anggaran. ‎”Di masing-masing kementerian, seharusnya Peraturan Presiden sudah bisa menjadi acuan dalam penganggaran,” ujar Yuddy‎.

Ditegaskan Menteri PAN-RB, bahwa dengan sistem anggaran yang menganut prinsip money follow function, maka sambil menunggu penetapan secara rinci unit organisasi eselon II ke bawah pada masing-masing kementerian, seharusnya Peraturan Presiden sudah bisa menjadi acuan dalam penganggaran.

Yuddy juga mengingatkan, berdasarkan pasal 21 Perpres No. 165/2014 telah diatur bahwa untuk masa transisi sebelum unit organisasi selesia ditata, maka pelaksanaan tugas dan fungsi kementerian menggunakan Sumber Daya Manusia (SDM dan anggaran yang tersedia sesuai dengan tugas dan fungsinya.

“Selanjutnya, pelaksanaan penggunaan anggaran diatur lebih lanjut oleh Menteri Keuangan,” jelas Yuddy menanggapi pemberitaan sebuah media massa yang menyoroti lemahnya kinerja sejumlah kementerian yang mengalami perubahan nomenklatur karena belum selesainya penataan organisasi kementerian. Hal ini tercermin dari rendahnya penyerapan anggaran kementerian yang mengalami restrukturisasi.

Yuddy juga setuju, jika Menteri Keuangan membuat pengaturan yang secara khusus mengakomodasi proses penganggaran masa transisi, utamanya untuk kementerian yang  mengalami perubahan mengingat belum adanya pejabat definitif yang akan mengelola anggaran.

Dalam kesempatan itu, Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi juga mengemukakan, bahwa hingga saat ini sudah ada 4 dari 12 kementerian restrukturisasi yang telah selesai penataan organisasi eselon II ke bawah, yakni Kemenko Maritim; Kemeneterian Pariwisata’ Kemeneterian Desa, PDT dan Transmigrasi; Kementerian Dalam Negeri’ dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Selain itu, ada 6 kementerian yang dalam proses finalisasi penataan eselon II ke bawah, yakni Kemenko Perekonomian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kemenetrian Tenaga Kerja, Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dan Kemenetrian Ristek dan Dikti.

“Tinggal satu kementerian yang belum menyampaikan usulan ke Kemenetrian PANRB, yakni Kementerian ATR/BPN,” jelas Yuddy.

Menteri PAN-RB juga mengungkapkan, secara paralel pihaknya juga melakukan penataan terhadap 21 kementerian yang tidak mengalami perubahan. “Kami sudah menyampaikan lima Rancangan Peraturan Presiden,  satu di antaranya telah terbit Perpresnya,” ujar Yuddy.

Lima rancangan Perpres dimaksud adalah penataan struktur organsiasi Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian BUMN. Adapun yang sudah terbit Perpresnya adalah penataan struktur organisasi Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Kesehatan.

Artikel ini ditulis oleh:

Waspada, Warga Tangerang Meninggal Diduga Akibat Flu Burung

Jakarta, Aktual.co —Hantu wabah flu burung kembali mencuat. Dua warga Perum Puri Permata Taman Buah, Kelurahan Cipondoh berinisial N (40 tahun) beserta anaknya meninggal,  diduga tertular virus flu burung dari wilayah Bogor.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Iis Aisyah Rodiah mengatakan beberapa sebelum meninggal, ‘N’ melakukan kontak langsung dengan unggas yang mati.
Yakni saat korban bersama keluarganya pada tanggal 8 Maret 2015 berlibur ke rumah orang tuanya di Bogor yang memelihara banyak unggas. Saat itu, ada kejadian burung hantu yang dipelihara mati.
Sepulang dari Bogor itulah mulai terjadi rentetan kejadian nahas dialami keluarga N.
17 Maret, putra dari N yang berinisial M mengalami sakit panas dan dirawat di Eka Hospital lalu dipindahkan ke RS Persahabatan.
Kemudian pada tanggal 21 Maret, N pun mengalami sakit yang serupa dan dirawat di RS Husada Insani Tangerang.
Dalam proses perawatan tersebut, pada tanggal 24 Maret, N meninggal dan dimakamkan di TPU Sepajang keesokan harinya, 25 Maret.
Sehari kemudian, menyusul anak dari N yakni M yakni tanggal 26 Maret pukul 04.30 WIB, meninggal, dan telah dimakamkan di TPU Selapajang Jaya.
Kenahasan berlanjut. Kakak ipar M yang tinggal tidak jauh dari rumah orang tuanya pada 26 Maret juga meninggal dunia.
Kata Lis, langkah preventif untuk mencegah bertambah jatuhnya korban sudah dilakukan. Di antaranya dengan melakukan operasi pasar, dan juga membuat imbauan kepada masyarakat pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Ini wujud komitmen pemkot untuk terus melakukan edukasi dan komunikasi dengan masyarakat,” papar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Korban Flu Burung Tangerang Meninggal, Diduga Tertular Dari Bogor

Jakarta, Aktual.co — Dua warga Perum Puri Permata Taman Buah, Kelurahan Cipondoh dengan inisial N (40 tahun) beserta anaknya yang meninggal diduga tertular virus flu burung dari wilayah Bogor.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Iis Aisyah Rodiah di Tangerang, Jumat (27/3), mengatakan Bapak N yang merupakan Pegawai Imigrasi Cabang Kelapa Gading diketahui beberapa minggu sebelum meninggal telah melakukan kontak langsung dengan unggas yang mati.

Korban beserta keluarga pada tanggal 8 Maret 2015 berlibur ke rumah orang tuanya di Bogor dan disana diketahui ada berbagai macam unggas. Pada saat liburan tersebut, ada kejadian yakni burung hantu yang dipeliharanya mati.

Lalu, pada tanggal 17 Maret, putra dari Bapak N yang berinisial M mengalami sakit panas dan dirawat di Eka Hospital lalu dipindahkan ke RS Persahabatan.

Kemudian pada tanggal 21 Maret, Bapak N pun mengalami sakit yang serupa dan dirawat di RS Husada Insani Tangerang.

Dalam proses perawatan tersebut, pada tanggal 24 Maret, bapak N meninggal dan dimakamkan di TPU Sepajang tanggal 25 Maret.

Sehari berikutnya yakni tanggal 26 Maret pukul 04.30 WIB, anak bapak N meninggal juga dan telah dimakamkan di TPU Selapajang Jaya.

“Kakak Ipar Korban yang tinggal tidak jauh dari rumah orang tuanya pada 26 Maret juga meninggal dunia,” ujarnya.

Kini, pihaknya telah melakukan berbagai langkah preventif untuk mencegah timbulnya korban lebih jauh diantaranya dengan melakukan operasi pasar dan juga membuat imbauan kepada masyarakat pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Ini wujud komitmen pemkot untuk terus melakukan edukasi dan komunikasi dengan masyarakat,” paparnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Bersih-bersih Loyalis Ical, Pengamat: Kubu Agung Bisa Dihantam Balik

Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago, menyatakan konflik elite Partai Golkar jangan sampai melebar hingga ke tingkat DPD I dan DPD II, karena bisa membahayakan keutuhan partai tersebut.
“Kisruh elite Golkar jangan sampai melibatkan pengurus DPD tingkat I dan II Golkar masuk pada pusaran konflik ini,” kata Pangi, di Jakarta, Jumat (27/3).
Dia menegaskan sangat berbahaya adanya upaya elite Golkar membenturkan antara loyalis Aburizal Bakrie dengan loyalis Agung Laksono di daerah.
Menurut dia, saat ini yang terjadi adalah konflik elite pusat, sehingga jangan sampai menyeret arus elite Golkar di daerah lalu menjadi korban dari polemik di tingkat pusat.
Pangi juga menyatakan, berbahaya kalau kubu Agung Laksono ada upaya “membuang” dan plt-kan loyalis kubu ARB dan begitu juga sebaliknya.
“Kalau ini terjadi, bukan tidak mungkin akan muncul arus gelombang balik dan perlawanan dari pengurus DPD I dan DPD II terhadap pengurus pusat,” ujarnya.
Menurut dia, kubu Agung harus berhati-hati, karena aksi koboi saling membuang kader Golkar potensial di daerah bisa memunculkan gelombang mosi tidak percaya terhadap kepengurusan Agung Laksono.
Dia menyatakan gaya politik saling memecat dan menyingkirkan tidak baik dipertahankan, dan seharusnya diyakini tidak akan menyelesaikan persoalan namun justru semakin memperkeruh kondisi di Golkar.
“Bagaimana pun DPD golkar di daerah itu adalah kaki dan tangan yang harus dijaga dan dipelihara, bukan dibuang, dimusuhi atau dijadikan lawan politik oleh DPP Golkar,” katanya lagi.
Menurut dia, apabila nanti Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sudah memutuskan membatalkan tuntutan ARB, maka pengurus DPD Golkar di daerah secara otomatis mendukung kepengurusan Agung Laksono.
Dia menyarankan lebih baik kubu Agung menahan diri dulu untuk tidak merotasi, menyingkirkan dan merombak kepengurusan DPD Golkar daerah dan berniat “membuang” loyalis ARB.
“Saya yakin kalau peristiwa saling menyingkirkan benar-benar terjadi, secara tak langsung mempertinggi tempat jatuh kubu Agung Laksono,” katanya pula.
Pangi menyarankan agar para elit Golkar menunggu dan bersabar dulu sampai ada putusan PTUN.
Menurut dia, setelah ada putusan itu, dengan sendirinya pengurus DPD I dan DPD II loyalis ARB dan loyalis Agung akan segera merapat dan bersatu.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain