2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37787

Gunakan Momentum “Hari Musik Nasional”, Musisi Reggae Pinta Politisi Berhenti Bertikai



Jakarta, Aktual.co —Pertikaian antara Pemerintah Daerah DKI Jakarta dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang hingga saat ini masih terus bergulir, membuat sejumlah musisi reggae Indonesia, diantaranya Toni Q, serta sejumlah musisi reggae lain-nya coba menyampaikan aspirasinya melalui pagelaran musik bertema ” Di Hari Musik, Indonesia Asyik Tanpa Intrik” yang di gelar di halaman Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Senin, 9, 2015.

Acara pagelaran musik yang digelar juga sekaligus untuk memperingati Hari Musik Nasional yang jatuh setiap tanggal 9 Maret, berdasarkan Keppres No. 20 tahun 2013.

 Melalui pagelaran musik itu, pelantun lagu reggae berjudul “Republik Sulap” Toni Q berharap, para politisi, eksekutif maupun legislatif  tidak membuang banyak waktu  untuk bertikai serta dapat bekerja sama guna membangun bangsa agar lebih maju secara positif. Maka dari itu, Toni memandang perlu, para pejabat untuk saling memiliki kesadaran satu sama lain. Sehingga, visi-misi yang menyangkut hajat hidup masyarakat dapat segera terealisasi.

Toni juga berharap, pada momentum Hari Musik Nasional ini  pemerintah dapat lebih serius menanggulangi maraknya aksi pembajakan hak cipta serta dapat memberikan sanksi tegas pada pelakunya.

Artikel ini ditulis oleh:

Warnoto

Samad Mangkir Panggilan Polda Sulsel

Jakarta, Aktual.co —  Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Abraham Samad, tidak menghadiri pemanggilan Polda Sulawesi Selatan untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus pemalsuan dokumen administrasi kependudukan yang dituduhkan kepadanya.
“Seharusnya, AS sekarang diperiksa oleh penyidik Ditreskrimum. Tetapi, hingga sore tidak menghadiri pemanggilan itu,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Endi Sutendi di Makassar, Selasa (10/3).
Dia mengatakan ketidakhadiran Abraham dalam memenuhi pemanggilan penyidik itu disikapi dengan mengagendakan kembali pemanggilan selanjutnya karena beberapa pertanyaan masih harus dijawabnya.
Apalagi, ketidakhadiran Abraham Samad itu merupakan yang kedua kalinya setelah pemanggilan sebelumnya pada 24 Februari 2014 juga tidak sempat hadir.
“Untuk alasan ketidakhadiran itu tanpa alasan karena pihak kuasa hukumnya juga tidak menyampaikannya. Jadi, pemeriksaan hari ini batal dilaksanakan kembali,” kata Endi.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pembangunan Pelabuhan Cilamaya Berpotensi Rugikan Negara

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika menegaskan bahwa pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Jawa Barat tidak akan memberikan banyak manfaat untuk perekonomian Indonesia. Justru, penerimaan negara akan turun jika pelabuhan itu terbangun.

Pasalnya, di area lokasi tersebut saat ini terdapat kegiatan perminyakan dan banyak tersalurkan pipa-pipa migas. Pembangunan Pelabuhan Cilamaya nantinya akan memaksa pipa-pipa migas tersebut dihentikan operasinya.

“Kegiatan perminyakan itu berseliweran pipa-pipa. Sebelum dibangun sudah dilakukan clearance oleh Angkatan Laut. Nanti kalau ada pembangunan pelabuhan, maka semuanya akan berhenti demi keselamatan. Kalau enggak bisa kebakar,” kata Kardaya di Jakarta, Selasa (10/3).

Ia mengungkapkan, selain mengancam kegiatan perminyakan Pertamina, dampak lainnya jika pembangunan pelabuhan cilamaya adalah akan menggangu sektor lain seperti pertanian. Hal itu disebabkan oleh jika kegiatan operasional minyak dan gas Pertamina tersebut terganggu, maka kegiatan pabrik pupuk pun otomatis akan setop. Sebab, gas untuk menghidupi pabrik-pabrik tersebut dipasok dari pipa-pipa gas milik Pertamina.

“Pabrik pupuk stop, maka petani di sekitar situ beli pupuk darimana? Tentu pertanian sebagai lumbung padi akan terganggu. Lokasi terganggu dan pabrik pupuk terganggu,” terangnya.

Lanjutnya, selain itu, 60% listrik di Jakarta yang dipasok dari gas di lokasi tersebut pun berpotensi akan padam. Akibatnya sebagian wilayah Jakarta akan mati listrik. “Dampaknya ke penerimaan negara, income negara turun, income daerah turun dari bagi hasil pun juga turun,. Pelabuhan itu bukan untuk masyarakat, untuk siapanya pun saya enggak tahu,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

BBB Helat Pameran Karya-karya Kartunis & Cerpenis Alm I Wayan Sadha

Jakarta, Aktual.co — Bentara Budaya Bali (BBB), lembaga kebudayaan nirlaba Kompas-Gramedia di Ketewel, Kabupaten Gianyar, menggelar pameran karya-karya almarhum I Wayan Sadha, seorang kartunis dan cerpenis.

“Pameran yang akan digelar Kamis (12/3) untuk mengenang 40 hari kepergian I Wayan Sadha yang berpulang 28 Januari 2015,” kata salah seorang panitia kegiatan tersebut I Wayan Westa di Denpasar, Selasa (10/3).

Ia mengatakan, I Wayan Sadha yang meninggal dalam usia 67 tahun adalah seniman otodidak. Cerpen-cerpennya (berbahasa Bali), serupa dengan kartun-kartunnya, menggambarkan kehidupan rakyat kecil, bertema nyeleneh, penuh humor sarkastik.

Tokoh-tokohnya yang diangkat mencerminkan problematik masyarakat proletar Bali yang terpinggirkan. Ia dikenal juga sebagai kartunis dengan tokoh rekaannya adalah seekor anjing bernama Sompret.

Karakter anjing ciptaan I Wayan Sadha tersebut berhasil menghadirkan satire kritis seputar problematik sosial dan budaya Bali. Sang kartunis yang juga cerpenis, I Wayan Sadha, memang dikenal piawai menciptakan kartun-kartun yang sarat pesan.

Pameran yang sekaligus diisi dengan diskusi memperbincangkan capaian karya-karya I Wayan Sadha selama ini.

Tampil sebagai pembicara selain I Wayan Westa juga Drs I Dewa Gede Windhu Sancaya M.Hum, dosen Sastra Bali Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Udayana.

Menurut I Wayan Westa, kartun-kartun Sadha tidak pernah menggambarkan sosok-sosok memikat atau ganteng. Tokoh-tokoh yang dihadirkan unik dan khas, memotret serta menggambarkan karakter orang Bali kebanyakan yang “belum” tersentuh sopan santun kaum sekolahan (kaum jelata).

“Menyimak kartun-kartun Sadha, kita akan segera tersadar bahwa ada sebuah benturan kebudayaan, kegagapan orang Bali karena canggung melangkah memasuki budaya baru,” ujar Wayan Westa.

Karya kartun-kartun Sadha tahun 1994, pernah dihimpun dalam buku berjudul “Bali di Mata Sompret” yang diterbitkan oleh Pustaka Bali Post, kemudian pada tahun 2008, dikuratori Jean Couteau, sebanyak 165 kartun Sadha kembali dirangkum dalam buku “The Dog of Bali Sompret, Celoteh Anjing Bali” (diterbitkan Pustaka Larasan).

I Wayan Sadha pernah meraih Penghargaan Sastra Rancage (2010), sempat menjadi pembicara pada Sandyakala Sastra #5 pada tahun 2010 bersama Ida Bagus Wayan Widiasa Keninten.

I Wayan Sadha dilahirkan di Jimbaran, Kabupaten Badung, 29 Juli 1948, pendidikan resminya hanya sempat ditempuh hingga kelas dua Sekolah Rakyat. Ia pernah menjadi pedagang kayu bakar, penjual ikan, nelayan, dan fotografer keliling.

Karya-karyanya dimuat berbagai media, seperti Archipelago, English Corner, Bali Echo, Harian Nusa, Sarad, Taksu, dan lain-lain.

Sadha juga pernah diundang pameran bersama Prakarti, antara lain di ARMA Museum, Ubud, Bali Biennale dan lain-lain. Kartun karya Sadha juga telah diterbitkan dalam buku tiga bahasa (Bali-Indonesia-Inggris), berjudul The Dog of Bali.

Kumpulan cerpennya yang pertama, Leak Pemoroan, diterbitkan Balai Bahasa Denpasar, memperoleh Hadiah Sastra Rancage 2010.

Anugerah ini diberikan oleh Yayasan Kebudayaan Rancag pimpinan Ajip Rosidi. Pernah berpameran bersama di Bentara Budaya Bali, dalam tajuk “Local Knowledge, Reposisi Bahasa Rupa Tradisi Bali#2” pada 25 September – 4 Oktober 2011.

Artikel ini ditulis oleh:

KPK Sudah Serahkan Berkas Perkara BG ke Kejagung

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi telah melimpahkan perkara dugaan gratifikasi yang menjerat Komjen Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).
Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, R Widyo Pramono membenarkan bahwa perkara yang sebelumnya digarap oleh lembaga antirasuah itu kini sudah dilimpahkan.
“Sudah kemarin sore. Diantar oleh Deputi Penindakan Warih Sadono diterima oleh saya dan pak Direktur Penyidikan (Dirdik) Pidsus,” kata Widyo saat dikonfirmasi wartawan dikantornya, Jakarta, Selasa (10/3).
Menurutnya, saat ini pihaknya tengah mempelajari berkas-berkas yang baru kemarin dilimpahkan itu.
“Saat ini sedang dipelajari dari KPK oleh jaksa yang ditunjuk oleh Pidana Khusus (Pidsus),” tambahnya.
Selain itu, Widyo menambahkan, untuk menangani perkara calon Kapolri yang gagal itu pihaknya menunjuk jaksa-jaksa terbaik yang tergabung dalam Satgasus anti korupsi yang diresmikan pada awal Januari lalu.
“Jaksa Lebih dari lima ya. Tim yang ditunjuk berasal dari tim satgassus,” ujarnya.
Kendati demikian, berkas yang dilimpahkan ke Kejaksaan menurut Widyo hasil penydikan perkara Budi Gunawan belum lengkap, sehingga harus dilengkapi oleh KPK.
“Berkas belum lengkap. Masih ada yang akan diantar lagi nanti. Itu akan kami teliti untuk dilengkapi lalu baru tau selanjutnya mau apa,” tuntasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Somasi Dirtipideksus, Tim 9 Undang Polri ke Komnas HAM

Jakarta, Aktual.co — Anggota Tim Sembilan Jimly Asshiddiqie mengemukakan, pihaknya akan menemui Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait somasi yang dilayangkan Polri terhadap lembaga itu.
“Pulang dari sini kami akan ke Komnas HAM,” kata Jimly sebelum menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (10/3).
Menurut dia, dalam pertemuan dengan Komnas HAM itu pihaknya juga mengundang pihak kepolisian yang telah mensomasi Komnas HAM.
Dengan pertemuan tersebut diharapkan dapat tercipta langkah-langkah yang bijak agar somasi tersebut dapat dihentikan.
“Supaya kasus somasi Komnas HAM bisa di-clear-kan karena ini institusi negara,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa esensi Komnas HAM sangat penting sebagai lembaga yang secara simbolik mempromosikan jaminan HAM kepada masyarakat di Tanah Air.
Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Rikwanto mengatakan Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso tidak turut campur dalam somasi yang dilayangkan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus ke Komnas HAM.
“(Kabareskrim) pasti tahu. Tapi somasi itu murni antara penyidik Dittipideksus dengan Komnas HAM,” kata Rikwanto, di Jakarta, Senin (9/3).

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain