3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37801

KPK Periksa Bekas Dirut PDAM Kota Makassar

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap bekas Dirut PDAM Makassar, Tadjuddin Noor sebagai saksi kasus korupsi terkait instalasi pengelolaan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar 2006-2010, dengan tersangka Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di gedung KPK, Jakarta, Selasa (10/3).
Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan dua orang tersangka yakni IAS yang merupakan mantan Wali Kota Makassar serta Direktur Utama PT Traya Tirta Makassar, Hengky Widjaja. KPK menetapkan IAS sebagai tersangka pada 7 Juli 2014.
KPK menganggap IAS telah melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1.
Pasal tersebut mengatur mengenai perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada padanya dalam jabatan atau kedudukan sehingga dapat merugikan keuangan dan perekonomian negara.
Sedangkan Hengky Widjaja yang juga tersangka dikasus yang sama dan disangkakan Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 UU No. 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Komnas Perempuan Soroti Sejumlah Hal Jelang Pertemuan CSW di New York

Jakarta, Aktual.co — Komnas Perempuan memberikan perhatian penting terhadap sejumlah hal berkaitan dengan pertemuan badan antar pemerintah terkait hak-hak perempuan di New York yang berlangsung pada 9-20 Maret 2015.

Dalam keterangan pers yang diterima  di Jakarta, Selasa (10/3), Komnas Perempuan menyampaikan pertemuan Commission of the Status of the Women (CSW) yang merupakan badan antarpemerintah dibawah naungan Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut akan membahas perkembangan implementasi komitmen Deklarasi Beijing.

CSW 59 yang akan diselenggarakan pada 9-20 Maret 2015 di New York merupakan momentum bagi tinjauan ulang terhadap 20 tahun implementasi “Beijing Declaration and Platform for Action (BpfA)” pascaadopsi pada “Fourth World Conference on Women” tahun 1999 di Beijing.

Deklarasi itu terdiri atas 12 isu kritis yakni kemiskinan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, konflik bersenjata, mekanisme institusional pemajuan perempuan, kekerasan terhadap perempuan, hak asasi perempuan, media, anak perempuan, lingkungan, dan pengambilan keputusan.

Tahun ini, CSW 59 akan menghasilkan dua dokumen penting, yakni deklarasi politik dan pola kerja CSW.

Lima hal yang menjadi sorotan Komnas Perempuan antara lain, kekerasan terhadap perempuan harus menjadi prioritas perhatian dunia dan pemerintah RI. Hal kedua adalah penghapusan kebijakan dan praktik yang diskriminatif.

Hal lainnya mengenai pemiskinan dan kerentanan perempuan dan memperkuat ‘national machinery” kelembagaan perempuan.

Komnas Perempuan juga menyampaikan sejumlah rekomendasi terkait perbaikan penanganan dan perlindungan perempuan antara lain perlu adanya langkah-langkah konkrit dan terukur dalam mereformasi dan memperkuat institusi publik, baik eksekutif, yudikatif dan legislatif dan lembaga hak asasi manusia dalam mennyediakan dan mereformasi kebijakan dan perundangan untuk pencegahan maupun perlindungan.

Pemerintah dan berbagai kalangan pemangku kepentingan juga diminta memberikan pengakuan dan dukungan politis, administratif, finansial dan sumber daya, baik untuk KPPPA, Komnas Perempuan, organisasi perempuan dan perempuan pembela ham.

Komnas Perempuan juga meminta agar isu-isu terkait perlindungan perempuan juga menjadi isu prioritas bagi pengambilan kebijakan nasional di berbagai bidang sebagai upaya memastikan perlindungan terhadap perempuan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Terancam Pailit, PT Nyonya Meneer Tetap Beroperasi

Jakarta, Aktual.co — PT Nata Meridian Investara melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Niaga Semarang terhadap PT Nyonya Meneer atas kewajiban pembayaran hutang dengan total Rp110 miliar.
Namun demikian, meski terancam pailit pabrik jamu PT Nyonya Meneer masih beroperasi seperti biasa. “Kondisi masih baik, saat ini masih produksi,” kata juru bicara PT Nyonya Meneer Erni Widyaningrum di Semarang, Selasa (10/3).
Dia mengatakan, PT Nyonya Meneer tetap bertanggung jawab atas gaji karyawan.
Untuk diketahui utang Nyonya Meneer terbagi atas utang senilai Rp 89 miliar dan berwujud barang senilai Rp 21 miliar. Dari hasil persidangan, terungkap total kewajiban pembayaran utang yang harus dipenuhi PT Nyonya Meneer terhadap para krediturnya mencapai Rp 267 miliar.
Terpisah, Koordinator Serikat Pekerja PT Nyonya Meneer Susanto Setiadi mengatakan kondisi keuangan perusahaan jamu tersebut telah berdampak terhadap kondisi para pekerja.
Dari jumlah karyawan sekitar 1.300 orang, kata dia, sekitar 300 di antaranya sudah dirumahkan. “Karyawan lainnya masih bekerja seperti biasa, gaji juga dibayar penuh,” kata dia.
Terhadap perkara yang dihadapi manajemen Nyonya Meneer tersebut, para buruh meminta pengadilan memutuskan secara adil dan bijaksana.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

15 Jam Petugas Berjibaku Padamkan Api di Wisma Kosgoro

Jakarta, Aktual.co — Setelah Lima belas jam berjibaku dengan api di Wisma Kosgoro Thamrin, Jakarta Pusat, pemadam kebakaran akhirnya menyatakan api berhasil dipadamkan.
“15 jam baru bisa diatasi,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta Subejo di lokasi, Selasa (10/9).
Saat ini, petugas damkar tengah melakukan pendinginan guna memastikan tidak ada potensi titik api lanjutan.
Seperti diberitakan sebelumnya  Meski diguyur hujan, kobaran api tetap melahap gedung wisma Kosgoro yang terbakar di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (9/3) malam.
Pantauan Aktual.co, api masih menyala di sekitar lantai 16 dan 17 gedung yang terletak persis di samping gedung Pertamina Lubricants.
Hingga pukul 23.20 WIB, sky lift yang berukuran panjang 90 meter itu masih berusaha memdamkan api dengan bantuan mobil pemadam kebakaran.
Kondisi lalulintas disekitar Jl MH Thamrin terpantau ramai lancar. Meski begitu, aparat kepolisan tak mengalihkan kendaraan yang melintas jalur tersebut.
Diketahui, kebakaran di Jl. MH Thamrin terjadi sekitar pukul 18.45 WIB. Si jago merah melalap lantai 16 dan 17 gedung tersebut, hingga merembet ke lantai 18 dan 19. Hingga berita ini diturunkan, bantuan mobil pemadam kebaran masih berdatangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pemerintah Diminta Manfaatkan Aset BUMN Untuk Program Perumahan

Jakarta, Aktual.co — Indonesia Property Watch meminta pemerintah dapat memanfaatkan aset BUMN untuk dapat digunakan dalam program perumahan apalagi pemerintah ada target pembangunan satu juta rumah setiap tahun.

“Aset yang ‘idle’ (terlantar) milik BUMN dapat menambah ketersediaan bank tanah untuk rumah rakyat,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (10/3).

Berdasarkan data Indonesia Property Watch, diperkirakan masih terdapat sekitar Rp590 triliun atau sebesar 18 persen dari total aset BUMN merupakan aset yang ‘idle’ dan belum dimanfaatkan atau yang masih mempunyai permasalahan (biasanya masalah legal).

Dengan aset sebesar itu, ujar dia, paling tidak terdapat 60.000 hektare tanah milik BUMN yang ‘idle’ dan sebagian dapat dimanfaatkan untuk perumahan rakyat. “Namun tentunya memang tidak semudah itu karena banyak tanah yang masih bermasalah dan yang penting harus ada keikhlasan BUMN untuk menyerahkan tanah-tanahnya,” katanya.

Selain itu, ia juga berpendapat bahwa tanpa adanya perintah dari presiden, BUMN dinilai tidak akan berani untuk menyerahkan begitu saja aset tersebut karena sangat sensitif terhadap audit-audit yang dilakukan.

Ali mengungkapkan, hal itu sebenarnya sudah dilakukan ketika program 1.000 menara Rusunami diluncurkan pada 2007, ketika banyak aset BUMN yang diserahkan ke Kementerian Perumahan Rakyat waktu itu. Namun pada saat itu ternyata banyak aset-aset tersebut yang masih bermasalah terkait legalitasnya.

Sebagaimana diberitakan, meleburnya Kementerian Perumahan Rakyat untuk bergabung dengan Kementerian Pekerjaan Umum membuat sejumlah pihak cemas akan keberlanjutan rencana pembangunan bank tanah. Padahal, bank tanah merupakan lembaga yang menjadi penentu realisasi pembangunan rumah rakyat oleh pemerintah sehingga pembangunan tempat tinggal bagi penduduk tidak selalu diserahkan kepada pengembang swasta yang hanya mencari laba.

“Bank tanah menjadi syarat penentu untuk dapat merealisasikan public housing. Jangan bermimpi rakyat punya rumah, bila harga tanah untuk rumah rakyat tidak bisa dikendalikan pemerintah,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda.

Menurut Ali Tranghanda, kekhawatiran itu beralasan mengingat saat ini semua program pemerintah diserahkan ke pihak swasta sehingga harga tanah yang tadinya bisa dibangun untuk rumah murah menjadi semakin tinggi karena tanah ikut dalam mekanisme pasar.

Artikel ini ditulis oleh:

Lafalkan 30 Juz, Pernikahan Anak ke-4 Aa Gym-Teh Nini Jadi Sorotan Publik

Jakarta, Aktual.co — Keluarga besar KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) kembali menjadi sorotan publik, khususnya di situs jejaring sosial. Apa pasal?. Ya, anak keempat Aa Gym dengan Teh Nini, Ghaitsa Zahira Shofa menjadi perhatian masyarakat di Facebook dan Twitter hari ini.

Pasalnya, suami Ghaitsa, Maulana Yusuf, melafalkan 30 juz Al Quran hanya dalam waktu 24 jam sebelum prosesi ijab kabul. Ghaitsa sendiri dipersunting seorang Hafiz Quran bernama Maulana Yusuf. Mereka berkenalan saat mengaji pada guru yang sama di sebuah Pesantren di kota Yogyakarta.

Untuk diketahui, begitu Yusuf Maulana melatunkan hafalan Al Quran, banyak tamu undangan yang langsung menangis terharu. Para penggemar mendoakan pasangan yang sama-sama penghapal Al Quran tersebut.

Ketika, foto-foto pernikahan di-posting di media sosial, banyak yang memuji pernikahan khidmat tersebut.

“Alhamdulillah memiliki kesempatan untuk menghadiri acara pernikahan ini. Pernikahan hafidz dan hafidzah. Satu momen yang membuat saya merinding lalu tiba-tiba menangis adalah sesaat setelah proses ijab qabul dilaksanakan, yaitu saat-saat yang bagus untuk berdo’a. Saat dikatakan “sah”, mendadak langit menjadi kelabu, lalu turun rintik-rintik hujan yang sangat lembut, tapi padat. Menyejukkan. Saya yang pada saat itu berada di dekat Darul Jannah (tidak masuk Masjid karena sudah penuh), sangat menikmati momen-momen berdoa di bawah rintik-rintik hujan.”

“Menambah kekhusyuan. Tak lama dari itu, saat momen berdoa pasca ijab qabul selesai, langit pun kembali cerah. Rintik-rintik hujan berhenti. Allah SWT, Sang Penguasa Alam Semesta ini seakan sedang berinteraksi dengan kami pada saat itu. Entahlah apa maksud rintik-rintik hujan yang sesaat itu. Tapi saya yakin, dalam Islam, tidak ada yang namanya ‘kebetulan’. Segala sesuatu yang terjadi pasti ada maksudnya,” kicau pemilik akun @nirmaladewi, teman Ghaitsa, di Instagram-nya.

Menghafal Al Quran sebelum hari ‘H’ membuat banyak orang mengira Maulana Yusuf menjalaninya sebagai mas kawin. Namun demikian, Maulana meluruskan tentang mas kawin dan hafalan Al Quran.

Dia mengungkapkan kembali menghafal 30 juz Al Quran selama 24 jam sebelum akad nikah. Tapi, hafalan itu bukan sebagai mas kawin. Dia memberikan emas 10 gram dan uang 1 dirham sebagai mahar untuk Ghaitsa.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain