9 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37810

Miliki Budaya Unik, Peserta BSBI Mancanegara Kunjungi Surabaya

Jakarta, Aktual.co — Sedikitnya 12 peserta Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) dari 12 negara memilih Kota Surabaya sebagai tempat kunjungan karena memiliki dinamika seni dan budaya yang cukup unik.

“Karakteristik tarinya pun mempunyai warna tersendiri khas Jawa Timur, apalagi ragam kuliner khas-nya juga menggugah selera,” kata Kepala Seksi Kerja Sama Antar-Lembaga, Dirjen Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Meylia Wulandari di Balai Kota Surabaya, Selasa (10/3).

Menurut dia, 12 peserta BSBI datang dari 12 negara berbeda, di antaranya Filipina, Thailand, Korsel, Vietnam, Serbia, Papua Nugini, Slovakia, Polandia, Jerman, Selandia Baru, Fiji, dan Indonesia.

Meylia mengatakan BSBI merupakan program tahunan dari Kemenlu yang sudah ada sejak 2003. Selama 13 tahun berjalan, program ini sudah menghasilkan 588 alumni dari 58 negara.

Menariknya, setelah lulus, para alumni tersebut selalu membuat testimoni yang baik, sehingga dapat dijadikan alat diplomasi guna mempromosikan seni dan budaya Indonesia di luar negeri.

“Harapannya, mereka (para peserta BSBI), tidak hanya belajar seni dan budaya, tetapi juga bahasa, kearifan lokal, kulinari serta sisi-sisi positif berupa norma yang berkembang di masyarakat kita,” katanya.

Apalagi, lanjut dia, dengan tema tahun ini yakni, ASEAN Community 2015, maka ada substansi tambahan yang diajarkan, yaitu nilai-nilai ekonomi masyarakat, kehidupan toleransi beragama serta gotong royong.

Ia mengatakan selama tiga bulan di Surabaya, para peserta program BSBI akan menampilkan apa yang dipelajari dalam sebuah event bernama Indonesia Channel (Inchan).

Tahun ini, event tersebut dihelat di Bandung. Sebelumnya, pada 2010 dan 2013, Surabaya sempat menjadi tuan rumah pagelaran Inchan tersebut.

Saat menerima kunjungan para peserta BSBI, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan Surabaya kaya akan nilai budaya dan kearifan lokal.

Untuk itu, dia ingin para pemuda BSBI mengenal seni dan tradisi Surabaya sehingga lebih paham akan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menantang para peserta BSBI belajar tarian tradisional dengan tingkat kesulitan tinggi. Hal ini karena pada penyelenggaraan Inchan sebelumnya, Risma mengaku terkesima oleh aksi para peserta BSBI.

“Jangan beri (tarian) yang mudah-mudah. Beri saja yang sulit. Saya tahu kapabilitas mereka. Pasti bisa. Tahun lalu saja, saya melihat pertunjukan itu dan saya tahu itu tarian sulit. Saat SD, saya ini juara tari tradisional. Jadi bisa membedakan mana tarian sulit dan mana yang tidak,” katanya.

Mendapat tantangan dari wali kota, Michael K. Thomas, salah satu peserta BSBI asal Selandia Baru mengaku semakin tidak sabar mempelajari seni khas Surabaya.

Kendati pertama kali menginjakkan kaki di Surabaya, dia tidak mengalami kendala serius dalam penyesuaian kultur. Dengan demikian, Michael mengaku siap menimba ilmu sebaik-baiknya.

“Sebagai seorang yang pertama kali tiba di Surabaya, saya belum tahu banyak tentang budaya di sini. Tapi, saya punya ketertarikan pada tari dan musik tradisional, karenanya belajar bermain gamelan akan sangat menarik,” tutur pemuda 21 tahun ini dalam Bahasa Inggris.

Artikel ini ditulis oleh:

NasDem: Hak Angket Membuat Perda Mangkrak

Jakarta, Aktual.co — Munculnya penggunaan hak angket kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang dilakukan DPRD dituding menjadi salah satu faktor mangkraknya pekerjaan di rumah rakyat Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Demikian disampaikan Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD DKI Jakarta Bestari Barus kepada wartawan, Selasa (10/3).
“Semua sibuk urusan angket pimpinan ini, sehingga kita tidak bisa membahas legislatif, Perda-perda itu jadi mangkrak nanti,” katanya. 
Bestari mengeluhkan, menurutnya antara kinerja panitia angket dan pekerjaan dewan bisa diseimbangkan. “Biarlah angket ini berjalan. Tapi, tugas kita juga yang lain sebagai wakil rakyat berjalan juga,” keluhnya
Bestari mengaku sampai saat ini tidak ada kegiatan apapun di Komisinya. Sementara itu, sambung dia, di Komisi lainnya hanya satu program berjalan.
“Bayangkan saja sudah berapa lama baru satu. Kan lucu itu. Di Komisi D saya bisa bilang enggak ada kegiatan. Sekarang tidak ada kegiatan sama sekali di Dewan ini. Jadi dampaknya luas,” pungkasnya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pembangunan Jalan Layan Khusus Transjakarta Koridor 13 Resmi Dimulai

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi memulai pembangunan jalan layang khusus bus Transjakarta untuk Koridor 13 dengan rute Kapten Tendean-Blok M-Ciledug.

Prosesi ‘groundbreaking’ pembangunan jalan layang tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Jalan Kebayoran Baru, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (10/3).

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Faizal mengatakan jalan layang tersebut nantinya akan memiliki total panjang 9,3 kilometer (km) yang terbentang dari Ciledug, perbatasan Jakarta dan Tangerang, menuju Blok M hingga Jalan Kapten Tendean.

“Pembangunan jalan layang itu diharapkan bisa rampung dalam waktu dua tahun kedepan. Alokasi anggaran untuk pembangunan jalan tersebut adalah sebesar Rp2,3 triliun,” kata Yusmada.

Menurut dia, semakin cepat proses pembangunan jalan layang tersebut dilakukan, maka PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) juga akan semakin cepat dalam mengoperasikan armada busnya untuk melayani para penumpang di sepanjang koridor itu.

Lebih lanjut, dia menuturkan proses pembangunan jalan layang khusus bus Transjakarta itu akan berdampak terhadap kemacetan arus lalu lintas di wilayah sekitarnya. Sehingga, pihaknya memohon pengertian kepada seluruh pengguna jalan.

“Terutama pada Maret hingga November yang akan menjadi masa-masa pembangunan yang sangat krusial karena pada saat itu akan dibangun sebanyak 211 pilar jalan layang secara bersamaan,” ujar Yusmada.

Pembangunan flyover khusus Transjakarta itu terbagi dalam delapan paket dan dikerjakan oleh kontraktor yang berbeda-beda. Paket tersebut, antara lain Paket Tendean (1.000 meter) dikerjakan oleh PT Adhi Karya, Paket Santa (1.250 meter) oleh PT Yasa Patrisia Perkasa, Paket Trunojoyo (1375 meter) oleh PT Jaya Kontruksi dan paket Taman Puring (1.200 meter) oleh PT Hutama Karya.

Kemudian, Paket Kebayoran Lama (1.300 meter) yang dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan, Paket Kostrad (1.400 meter) oleh PT Istaka Karya CO bersama dengan PT Agra Budi, Paket Ciledug (1.500 meter) oleh PT Waskita Karya dan Paket Seskoal (1.500 meter) oleh PT Wijaya Karya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Bencana Kebakaran, Pengamat: Masyarakat Diminta Tidak Bergantung Pada Damkar

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Tata Kota Yayat Supriana berpendapat, beberapa kasus kebakaran yang terjadi di Jakarta menunjukkan bahwa masyarakat tidak bisa bergantung sepenuhnya pada petugas pemadam kebakaran.
“Sistem damkar yang ada sekarang itu sangat terlambat. Karena kota semakin macet, damkar itu susah dalam satu jam bisa datang kalau jalannya tidak macet,” kata Yayat, Selasa (10/3).
Belum lagi, dibeberapa kasus kebakaran sambung Yayat, sulitnya akses masuk untuk mobil damkar menjadi kendala lain ketergantungan terhadap damkar harus dikurangi.
Yayat berpendapat, sistem deteksi dini kebakaran pada tiap-tiap daerah atau gedung harus ditonjolkan.
“Minimal sudah harus mempersiapkan perangkat untuk mencegah bahaya kebakaran. Apakah itu lahan untuk evakuasi, kolam penampungan air, ada gang-gang kebakaran, ada rambu-rambu atau papan peringatan tentang bahaya kebakaran yang bisa terjadi suatu saat,” ungkapnya.
Yang terakhir kata Yayat, perbaikan sistem proteksi kebakaran di gedung-gedung mesti diperhatikan. Terbakarnya Wisma Kosgoro merupakan contoh nyata sistem proteksi kebakaran dipertanyakan.
“Ini sekali lagi menjadi pertanda bahwa kejadian ini bisa terjadi pada gedung-gedung lain. Dan ancamannya juga bisa lebih besar ketika mengetahui kapasistas sistem damkar kita belum sampai mencapai gedung-gedung yang lebih tinggi,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Diminta DPP Cabut Angket Ahok, Fraksi Golkar DPRD DKI Serahkan ke Individu

Jakarta, Aktual.co — Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Zainuddin (Haji Oding) mengatakan perihal cabut mencabut dukungan hak angket dikembalikan kepada individu anggota Fraksi Golkar masing-masing.
“Itu kembali ke hak individu tiap anggota. Kita kan Ada 9 anggota Fraksi,” kata Haji Oding, saat dihubungi, Selasa (10/03)
Diketahui, DPP Partai Golkar mengintruksikan kadernya di DPRD DKI untuk mencabut dukungan hak angket kepada Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama.
Haji Oding mengaku belum berencana untuk mencabut dukungan hak angket yang telah diputuskan dalam sidang paripurna 26 Februari lalu.
“Sampai saat ini saya tidak cabut tandatangan. Di awal, semua sepakat tanda-tangan angket. Ini tujuannya utk memperjelas kebijakan di APBD. Bukan utk memakzulkan, tidak ada pemikiran itu. Ini hak individu,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

BNN Minta Para Gembong Narkoba Segera Dieksekusi Mati

Jakarta, Aktual.co —  Badan Narkotika Nasional (BNN) mendukung eksekusi mati para gembong narkoba secara konsisten untuk memberi efek jera. Akan tetapi untuk para pengguna narkoba, BNN lebih mendukung untuk menjalani rehabilitasi.
“Kematian 33 orang kita setiap hari karena narkoba sangat merugikan dan mengkhawatirkan. Karenanya para pengedar harus ditindak tegas. Adapun pembeli (pemakai-red.) harus disembuhkan,” kata Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN Bachtiar Hasanudin Tambunan di Jakarta, Selasa (10/3).
Dilihat dari jumlah pengguna dan total kebutuhan narkoba setiap tahunnya, Indonesia sudah menjadi sasaran perdagangan gelap narkoba di Asia Tenggara, katanya pada acara sarapan pagi Menlu Retno L.P.Marsudi dengan belasan wartawan senior di Jakarta.
Menurut dia, jumlah pengguna mencapai empat juta orang dengan rentang usia antara 10 dan 59 tahun. Di antara mereka yang menjadi sasaran para pedagang narkoba itu adalah pelajar sekolah dasar melalui modus memasukkan zat adiktif dan obat psikotropika ke dalam permen.
Dari empat juta orang pengguna itu, sebanyak 943 ribu orang di antaranya adalah pecandu sedangkan 1,6 juta orang masuk kategori “coba pakai” dan 1,4 juta orang lainnya merupakan pemakai reguler.
Ada pun estimasi kebutuhan narkoba di Indonesia per tahunnya mencapai 158 juta gram ganja, 219 juta gram sabu, dan 14 juta butir ekstasi dengan total kerugian ekonomi dan sosial mencapai Rp63 triliun rupiah.
Data di atas menunjukkan Indonesia telah menjadi pasar besar bagi para sindikat perdagangan barang haram ini sehingga pantas jika negara ini diberi status darurat narkoba, katanya.
“Dalam dua bulan terakhir, BNN sudah menyita lebih dari satu ton sabu. Ini baru BNN, belum termasuk Polri,” kata Bachtiar.

Kejagung RI telah berencana mengeksekusi 11 terpidana mati tahap kedua, yakni delapan kasus narkotika dan tiga kasus pembunuhan.
Ke-11 terpidana mati itu adalah Syofial alias Iyen bin Azwar (WNI) kasus pembunuhan berencana, Mary Jane Fiesta Veloso (WN Filipina) kasus narkotika, Myuran Sukumaran alias Mark (WN Australia) kasus narkotika, Harun bin Ajis (WNI) kasus pembunuhan berencana, Sargawi alias Ali bin Sanusi (WNI) kasus pembunuhan berencana, Serge Areski Atlaoui (WN Prancis) kasus narkotika.
Selanjutnya Martin Anderson alias Belo (WN Ghana) kasus narkotika, Zainal Abidin (WNI) kasus narkotika, Raheem Agbaje Salami (WN Cordoba) kasus narkotika, Rodrigo Gularte (WN Brazil) kasus narkotika dan Andrew Chan (WN Australia) kasus Narkotika.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain