18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37893

Awal Pekan, Rupiah Jeblok 49 Poin ke Level Rp13.024

Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, terdepresiasi sebesar 49 poin ke level Rp13.024 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp12.975 per dolar AS.

“Pelemahan nilai tukar rupiah lebih didorong oleh kuatnya data ekonomi Amerika Serikat sehingga menjadikan dolar AS mengalami penguatan terhadap berbagai mata uang dunia,” kata Analis Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Guntur Tri Hariyanto di Jakarta, Senin (9/3).

Ia mengemukakan bahwa data ketenagakerjaan AS terus menunjukkan tren penguatan. Pada Februari lalu, terjadi penambahan jumlah tenaga kerja non-pertanian Amerika Serikat sebesar 295.000.

Meningkatnya data pekerjaan AS itu, lanjut dia, membawa tingkat pengangguran di Amerika Serikat turun menjadi 5,5 persen dari sebelumnya 5,7 persen, dan merupakan angka terendah sejak tahun bulan Mei 2008 lalu.

“Menguatnya data ekonomi AS mendorong ekspektasi bahwa suku bunga AS (Fed fund rate) akan dinaikkan secepatnya, sehingga mendorong sentimen negatif ke pasar modal maupun pasar valas di dalam negeri,” katanya.

Kendati demikian, ia menambahkan bahwa terjadinya deflasi pada Januari dan februari tahun 2015 ini, memunculkan ekspektasi tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) bisa kembali turun.

Turunnya BI rate diharapkan dapat memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya.

“Namun, penurunan BI rate juga harus diiringi oleh perbaikan defisit neraca berjalan Indonesia, itu menjadi kunci manfaat rendahnya suku bunga di tengah pelemahan rupiah,” katanya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin (9/3) ini tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp13.047 dibandingkan hari sebelumnya, Jumat (6/3) di posisi Rp12.983 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pengamat: Pelemahan Rupiah Saat Ini Berbeda dengan Tahun 1998

Jakarta, Aktual.co — Rupiah hari ini kembali melemah di atas level Rp13.000 per Dolar Amerika Serikat (AS). Hal tersebut disebabkan oleh menguatnya Dolar AS dan sentimen rilis data upah pegawai AS yang naik dan  tingkat pengangguran  AS yang turun di luar perkiraan.

Beberapa pihak mengatakan jika pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS terus terjadi, Indonesia dikhawatirkan akan kembali mengalami krisis moneter seperti tahun 1998 silam. Namun hal tersebut dibantah oleh pengamat ekonomi Universitas Indonesia, Lana Soelistianingsih. Dia mengatakan kondisi keuangan Indonesia saat ini berbeda dengan tahun 1998, hal itu dilihat dengan daya beli masyarakat Indonesia yang masih cukup tinggi.

“Ini menunjukkan ekonomi Indonesia masih kuat, memang mencapai Rp13.000 per Dolar AS, tapi dilihat dari sisi yang lainnya juga,” ujar Lana saat dihubungi Aktual.co, Senin (9/3).

Lebih lanjut dikatakan Lana, Bank Indonesia (BI) dan pemerintah seharusnya bisa berkoordinasi dengan baik untuk membuat Rupiah dalam keadaan yang stabil. “Stabil maksudnya bukan tidak bergerak, tapi perbedaannya itu tidak terlalu besar.”

Menurutnya, salah satu cara koordinasi tersebut adalah mendorong pengguunaan Rupiah untuk transaksi pembayaran. Pasalnya, saat ini sejumlah transaksi di Indonesia masih ada yang menggunakan Dolar AS. “Selain itu pemerintah dan BI seharusnya bisa berkoordinasi soal hedging (lindung nilai), ini sangat menolong, perlu didukung pemerintah,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Bloomberg Dollar Index mencatat Rupiah terus melemah 0,45 persen ke Rp13.035 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi tadi, Rupiah bergerak pada kisaran Rp12.994-Rp13.048 per Dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Kowani: Anak Jadi Pelaku Begal Karena Korban Lingkungan dan Komunitas

Jakarta, Aktual.co —  Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubiyanto Wiyogo mengatakan anak usia sekolah yang menjadi pelaku begal dikarenakan menjadi korban lingkungan dan komunitas.

“Jika dicermati, usia pelaku begal semakin muda. Menurut data KPAI, sejak dua bulan terakhir, setidaknya delapan kasus pelaku begal masih usia sekolah,” ujar Giwo di Jakarta, Senin (9/3).

Kondisi tersebut, lanjut dia, sangat memprihatinkan. Meski harus diakui, anak yang menjadi pelaku kekerasan termasuk begal hanyalah korban dari berbagai varian yang turut berinvestasi seperti korban pengaruh lingkungan, pengaruh komunitas, teman, dampak dari disfungsi keluarga, masalah sosial, hingga masalah gaya hidup anak yang semakin hari juga perlu mendapat perhatian.

“Gaya hidup juga akan mempengaruhi perilaku anak dan remaja. Karena dalam banyak kasus, anak melakukan kejahatan untuk sekedar bersenang-senang sesaat,” tambah dia.

Hal itu sangat prinsipil, karena menyangkut karakter anak. Dilain pihak, Kowani juga cukup memahami bahwa maraknya begal telah mengganggu kenyamanan dan keamanan anak Indonesia dalam mengenyam pendidikan.

“Apalagi sejumlah kasus pelaku begal yang tertangkap mengakui bahwa anak muda merupakan objek begal yang paling rentan.” Giwo mengharapkan semua elemen masyarakat perlu membangkitkan kembali semangat kegotongroyongan untuk mencegah dan memberantas begal. Polisi perlu memetakan dan memberikan perlindungan di titik-titik rawan begal sebagai upaya pencegahan, agar masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman dan anak bisa bersekolah sebagaimana biasa.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Presiden Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Tarif Listrik Industri

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan tidak ada rencana kenaikan tarif listrik untuk industri bahkan kemungkinan pemerintah akan menurunkannya.

“Tarif listrik untuk industri tidak naik bahkan kemungkinan akan turun karena ada efisiensi sekian triliun (rupiah,red),” kata Presiden Jokowi ketika meresmikan pengoperasian Terminal Penerimaan dan Regasifikasi oleh PT Perta Arun Gas di Lhokseumawe, Aceh, Senin (9/3).

Presiden menyesalkan adanya pemberitaan yang seolah-olah pemerintah akan menaikkan tarif listrik untuk industri. “Ini bahaya karena pengusaha tidak mau melakukan investasi, Semua industri takut dengan kenaikan tarif listrik,” katanya.

Ia menyebutkan telah meminta kepada pihak terkait agar efisiensi yang berhasil dilakukan diarahkan untuk menurunkan tarif listrik untuk industri. “Ini agar industri tumbuh sehingga pengangguran dan kemiskinan dapat dikurangi,” katanya.

Terkait dengan pengoperasian terminal penerimaan dan regasifikasi di eks PT Kilang Arun, Presiden meminta Menteri ESDM Sudirman Said agar fasilitas tersebut bermanfaat bagi masyarakat Aceh. “Fasilitas ini sudah ada sejak tahun 1970-an, dengan luas lahan sekitar 2.000 hektare,” katanya.

Menurut dia, dengan adanya pasokan gas maka menjadi mudah bagi pemerintah daerah mengundang investor masuk. “Gas lebih murah dan di sini siap sehingga mendorong industri masuk gampang, semua ada di Aceh, saya ingin industri perikanan dan bahan baku agar dapat segera dibangun di Aceh ini,” katanya.

Sementara terkait dengan operasi pabrik kertas PT Kraft Aceh yang berhenti sekitar 15 tahun, Presiden meminta agar pabrik itu dapat dioperasikan kembali. “Masalahnya adalah suplai bahan baku yang sebenarnya dapat diatasi dengan suplai dari hutan yang dikelola masyarakat,” katanya.

Menurut dia, sekarang ini banyak kayu untuk bahan baku kertas yang tidak harus menunggu 15 tahun. Banyak pohon cepat tumbuh dan menghasilkan seperti pinus dan albasia. Selain itu di Aceh banyak lahan untuk keperluan itu.

Kurs rupiah Sementara itu terkait pelemahan rupiah akhir-akhir ini, Presiden mengatakan fundamental ekonomi Indonesia cukup baik. “Kita memang harus waspada tapi fundamental ekonomi baik, inflasi rendah, IHSG naik, pasar obligasi baik. Pelemahan kurs rupiah lebih karena karena faktor global, semua negara mengalaminya,” katanya.

Ia menyebutkan pemerintah selalu berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk mengetahui perkembangan ekonomi termasuk kurs rupiah. “Semua negara mengalami, kita tetap waspada tetapi tetap tenang,” kata Presiden Jokowi.

Artikel ini ditulis oleh:

Lulung dan Ongen Beda Pendapat Soal Laporkan Dugaan Suap Sekda

Jakarta, Aktual.co —Ada beda pendapat di kalangan DPRD DKI terkait  rencana melaporkan dugaan percobaan suap yang dituding dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah.
Jika Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana mengatakan batal melaporkan kasus dugaan suap Saefullah senilai Rp 12 triliun lantaran masih dalam bentuk upaya dan belum terjadi. 
Namun, Ketua Panitia Khusus Hak Angket Mohammad Ongen Sangaji membantah. Dia justru mengatakan pihaknya akan tetap melapor bila memang terbukti Saefullah mencoba lakukan penyuapan. 
“Meski masih upaya ya tetap harus dilapor juga kalau memang benar ada,” ujar Ongen, di DPRD DKI, Senin (9/3).
Mengenai sikap Lulung, Ongen justru mengatakan, “Yang bilang tarik apa enggak kan saya panitia angket, bukan Haji lulung. Orang bersalah harus kita laporkan. Jangan pakai tarik-tariklah,” ucap dia.
Diberitakan sebelumnya, DPRD DKI Rabu (12/3) akan melaporkan Ahok ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.
Tapi Ahok hanya dilapor soal dugaan pencemaran nama baik institusi DPRD DKI saja. 
Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana mengatakan tudingan yang dilontarkannya bahwa ada oknum pejabat pemprov DKI yang mencoba menyuap pimpinan dewan dengan program senilai Rp12 triliun, tak ikut masuk dalam laporan ke Bareskrim.
Lulung berdalih, soal dugaan percobaan suap belum bisa dilapor, karena belum terjadi. “Soal penyuapan sama juga dengan siluman yang pernah ada. Kan belum dibuktikan secara hukum. Secara hukum upaya memang ada, tapi itu belum terjadi jadi belum bisa kita laporkan,” ujar dia. 

Artikel ini ditulis oleh:

Disbudpar Bojonegoro akan Kumpulkan Fosil Purbakala ke dalam Museum

Jakarta, Aktual.co — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, akan mengumpulkan fosil purbakala yang masih tersimpan di masyarakat, ke dalam sebuah museum, sebagai usaha mengamankan benda purbakala hasil temuan di daerahnya.

“Proses mengumpulkan fosil purbakala yang masih tersimpan di masyarakat tidak dengan cara paksa, tetapi dengan kesadaran masyarakat untuk menyerahkan sendiri benda purbakala temuannya,” kata Kepala Bidang Pengembangan dan Pelestarian Budaya Disbudpar Bojonegoro Suyanto, di Bojonegoro, Senin (9/3).

Meskipun, lanjut dia, sesuai Undang-Undang (UU) No. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, bahwa benda purbakala termasuk benda milik Negara, yang harus dilindungi.

“Kami tetap meminta kesadaran masyarakat untuk menyerahkan sendiri,” ucapnya, menegaskan.

Ia memberikan contoh seorang penemu fosil binatang purba di daerahnya telah menyerahkan temuannya berupa kepala kerbau purba, yang kondisinya sudah tidak utuh, juga sejumlah fragmen fosil binatang purba lainnya

“Kita bukan membeli, sebab sesuai ketentuan benda tersebut milik negara. Tapi, penemunya kami beri imbalan jasa,” tuturnya.

Ia mengakui masih banyak masyarakat di daerahnya yang menyimpan fosil binatang purbakala baik binatang darat juga laut hasil temuan di daerahnya.

“Sesuai pendataan yang kami lakukan rata-rata seorang kolektor fosil purbakala memiliki 200 jenis fosil purbakala/orang,” ucapnya.

Dari keterangan yang diperoleh, warga yang memiliki fosil binatang purbakala hasil temuan di daerah setempat, antara lain, warga di Kecamatan Kalitidu, Temayang, Balen dan Kecamatan Kota.

Lebih lanjut ia menjelaskan pihaknya beberapa waktu lalu mengundang ahli Museum Sangiran, Sragen, Jawa Tengah, untuk merawat fosil binatang purbakala yang tersimpan di masyarakat.

“Tujuan kami mengundang ahli purbakala Museum Sangiran, untuk mengamankan agar fosil binatang purbakala yang ada di masyarakat tidak rusak,” tandasnya.

Ia menambahkan sesuai rencana fosil binatang purbakala yang ada di masyarakat tersebut nantinya akan disimpan menjadi satu di Gedung Budaya dan Industri Kreatif, yang saat ini masih dalam proses pembangunan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain