18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37894

Kedaulatan Harga Mati, Pemerintah Diminta Kirim Nota Protes

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Hanafi Rais mengatakan bahwa pemerintah seharusnya melayangkan nota protes kepada Australia maupun Selandia Baru terkait penyadapan telekomunikasi yang dilakukan di Asia Pasific, khususnya Indonesia.
“Kirim nota protes ke New Zaeland (dan Australia) via Dubes disini bahwa yang dilakukan tidak pantas sebagai negara tetangga yang semestinya menegakkan prinsip ‘good neighborhood policy’,” kata Hanafi, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (9/3).
Hanafi menegaskan bahwa penyadapan sama saja artinya dengan negara tidak punya kedaulatan informasi.
“Tiap negara punya kedaulatan informasi yang tidak boleh diretas oleh negara lain. Ini harga mati, jika penyadapan/peretasan oleh negara lain ini terjadi, maka sebenarnya ini sudah menjadi bagian dari cyber war,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Polri: Pengangkatan Kombes Victor Bukan Imbal Jasa

Jakarta, Aktual.co — Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Irjen Pol Ronny F Sompie mengatakan, ditunjuknya Kombes Pol Victor Edi Simanjuntak menjadi Dir Tipideksus Bareskrim bukan hadiah karena menangkap Bambang Widjojanto.
“Orang yang tidak paham dan berada di luar Polri pasti akan berpikir negatif,” kata Ronny, di Jakarta, Senin (9/3).
Menurut Ronny, promosi jabatan di Polri dilakukan berdasarkan sidang Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti). Dalam sidang tersebut, internal Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) tidak dilibatkan. “Tidak (dilibatkan).”
Menurut dia, para peserta yang ikut terlibat dalam sidang itu diantaranya Wakapolri, Irwasum Polri, Karobinkar, Kadivpropam dan bagian SDM Polri. Ronny mengatakan, pengalaman Victor sebagai penyidik senior menjadi pertimbangan bagi Wanjakti untuk memilihnya menjadi Dir Tipideksus Bareskrim.
“Beliau itu dulu penyidik. Kenapa ditaruh di Lemdikpol? Karena untuk membagikan kemampuan, pengalamannya sebagai penyidik. Nah kalau kemudian ditarik kembali ke Bareskrim Polri apakah tidak boleh?” ujarnya.
Kombes Victor Simanjuntak merupakan salah satu penyidik yang terlibat dalam penangkapan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Bambang Widjojanto.
Kabareskrim Komjen Polisi Budi Waseso menjelaskan, keberadaan Victor dalam tim penyidik kasus BW adalah sah karena didasarkan atas surat keputusan.
Victor saat itu masih menjadi perwira menengah di Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) dengan jabatan sebagai Kepala Bagian Kerja Sama Pendidikan Latihan Biro Pembinaan Pendidikan dan Latihan Lembaga Pendidikan Polri (Kabagkermadiklat Robindiklat Lemdikpol). 
Kemudian berdasarkan surat telegram Kapolri Nomor ST/494/III/2015 tertanggal 5 Maret 2015, dia dipromosikan sebagai Dirtipideksus Bareskrim Polri menggantikan Brigjen Kamil Razak.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Indonesia Surati Interpol Turki Terkait 16 WNI yang Hilang

Jakarta, Aktual.co — Interpol Indonesia telah menyurati sejawatnya di Turki terkait pencarian terhadap 16 warga negara Indonesia yang menghilang pada 24 Februari 2015 di negeri tersebut. 
“Kami sudah menyurati interpol Turki,” kata Ses National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia, Brigjen Setyo Wasisto saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (9/3).
Dia mengaku, surat tersebut telah dilayangkan ke Interpol Turki minggu lalu. Namun belum ada jawaban. Dia belum bisa memastikan 16 WNI tersebut apakah sengaja pergi dari rombongan tur. 
“Kami tidak bisa menduga-duga, harus berdasarkan fakta.”
Sebelumnya 24 WNI datang ke Turki menggunakan biro jasa perjalanan Smailing Tour. Kemudian 16 diantaranya memisahkan diri dari rombongan. 16 WNI itu sebagian besar berasal dari Surabaya dan Surakarta. 
Begitu tiba di bandara di Istanbul, 16 WNI itu memisahkan diri dari kelompok tur dan tidak ikut ke tempat wisata yang telah direncanakan.
“Pemimpin grup (tur) itu menyetujui jika 16 WNI itu memisahkan diri. Namun, setelah sampai di tempat seharusnya mereka bertemu, mereka tidak datang, bahkan ketika ditelepon, 16 WNI meminta untuk berubah tempat,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir.
Setelah tidak dapat ditemui di tempat berikutnya, kelompok tur menjadi khawatir, apalagi ke-16 WNI itu tak dapat dihubungi. “Akhirnya dilaporkanlah kasus ini ke KJRI di Istanbul. Kami coba menghubungi dan tidak bisa juga. Akhirnya KJRI Istanbul berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Turki.”
Sampai delapan orang sisa dari grup tur tersebut kembali ke Jakarta, 16 orang WNI yang hilang belum diketahui keberadaannya sampai kini.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Salah Satu WNI yg Hilang di Turki, Mengaku Pergi ke Gunung.

Surabaya, Aktual.co — Salah satu Warga Negara Indonesia yang hilang di Turki adalah Salim Muhamad Attamimi, yang diketahui warga Jalan Kalimas Hilir 3 no 3 Surabaya.
Di rumah tersebut, Salim yang bekerja di kontraktor, tinggal bersama keluarga, yakni ibu dan kedua kakaknya.
Kakak perempuan Salim, Saidah, mengaku sangat terkejut setelah mendapat kabar hilangnya Salim. Keluarga mengetahui hilangnya Salim, selain dari media juga dari pejabat kementrian yang mendatangi rumahnya.
“Jadi kami dapat kabar dari kementrian juga. Keluarga ya cukup kaget juga,” ujar Saidah kepada aktual.co, Senin (9/3).
Saidah mengatakan, sebelum pergi, Salim berpamitan pergi mendaki gunung. Meski tidak ada firasat, tetapi ada kejanggalan saat berpamitan. Jika biasanya saat akan naik gunung, Salim memang selalu mencium tangan ibunya lebih dulu.
Namun, kali ini Salim juga mencium kening ibunya dan memeluk erat dengan waktu yang lama seakan akan pergi meninggalkan ke tempat yang jauh.
Salim sendiri dikenal pendiam. Tetapi untuk masalah sosialisasi, dinilai seperti orang-orang biasanya.
“Dia juga ikut futsal bersama teman-temannya. Normal-normal saja tidak terlihat seperti orang yang ikut aliran tertentu,” lanjut Saidah.
Dengan hilangnya Salim, Saidah dan keluarga berharap agar pemerintah segera cepat menemukan keberadaan Salim.

Artikel ini ditulis oleh:

Di Mesir, Siswa Dihajar Guru Hingga Tewas

Malang, Aktual.co — Dunia pendidikan di Kairo, Mesir, tercoreng akibat meninggalnya salah seorang siswa, karena dianiaya oleh gurunya sendiri. The Guardian melaporkan, kasus tersebut saat ini menjadi perhatian serius pemerintah setempat dengan menurunkan tim dari Kementerian Pendidikan Mesir untuk melakukan penyelidikan.

Siswa berusia 12 tahun itu diketahui tewas pada hari Minggu (8/3), usai dipukuli oleh gurunya pada Sabtu (7/3).

“Sang murid tewas akibat pukulan gurunya sendiri,” terang pernyataan Kementerian seperti dikutip dari The Guardian.

Kepala Departemen Forensik Mesir, Hisham Abdel mengatakan, korban mengalami luka cukup serius di kepala hingga menderita pendarahan di otak.

Sebagaimana diketahui, hukuman badan di sekolah-sekolah Mesir adalah hal yang umum, dimana pada akhir 2014 lalu, dua siswa juga mengalami kekerasan lantaran kebijakan ini masih dijalankan.

Untuk diketahui, jumlah kasus kekerasan pada anak, telah mencapai proporsi yang signifikan di Mesir. Data pada tahun 2014 antara bulan Januari hingga Oktober, kekerasan pada anak meningkat hingga 55 persen bila dibandingkan tiga tahun sebelumnya.

Data ini sebagaimana dirilis oleh Dewan Nasional untuk Anak dan Ibu di Mesir, Desember lalu.

Masih dari data tersebut, setidaknya 50 persen kasus kekerasan menimpa anak di Mesir saat ia menjalani proses belajar mengajar di sekolah.

Salah satu bukti nyata yakni, pada bulan September tahun lalu, seorang Direktur sebuah panti asuhan di Kairo harus dihukum tiga tahun penjara, lantaran menganiaya anak di bawah umur.

Rekaman video yang di-posting cukup mengerikan, dimana terpampang gambar anak yang sedang dipukuli oleh gurunya.

Artikel ini ditulis oleh:

Jelang Eksekusi Mati, Dua Kapal Perang Disiagakan di Perairan Cilacap

Jakarta, Aktual.co — Dua kapal perang, yakni Kapal Republik Indonesia Diponegoro-365 dan KRI Lambung Mangkurat-374 disiagakan di perairan selatan Cilacap, Jawa Tengah, hingga Denpasar, Bali, menjelang pelaksanaan eksekusi terpidana mati.
Kedua kapal perang itu bersandar di Dermaga I Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, Senin (9/3), guna mengambil perbekalan sebelum kembali berpatroli di wilayah perairan selatan Jateng-Bali.
Saat ditemui wartawan di Pelabuhan Tanjung Intan, Komandan KRI Diponegoro Letnan Kolonel Daru Cahyo Sumirat mengatakan, dua kapal perang itu melaksanakan patroli di perairan selatan Cilacap hingga Denpasar sebagai bagian dari kegiatan operasi Perisai Nusa.
“Operasi Perisai Nusa, yaitu operasi siaga tempur laut yang bertugas untuk menjaga perbatasan khususnya yang berada di wilayah Armada RI Kawasan Timur mulai dari Cilacap sampai Papua,” kata dia.
Menurut dia, kedatangan KRI Diponegoro dan KRI Lambung Mangkurat di Pelabuhan Tanjung Intan dalam rangka mengambil muatan logistik dan bahan bakar sebelum kembali beroperasi di perairan sekitar Cilacap sampai dengan perintah yang ditentukan.
Disinggung mengenai kemungkinan keberadaan dua kapal perang tersebut terkait rencana eksekusi terpidana mati di Pulau Nusakambangan, dia mengatakan bahwa pelaksanaan operasi sesuai sektor dan tidak secara khusus untuk pengamanan eksekusi tetapi utamanya untuk operasi perbatasan.
“Kalaupun ada perintah tambahan untuk pengamanan eksekusi, kami laksanakan. Sementara kami untuk berposisi di perairan Cilacap, secara khusus ke pelaksanaan eksekusi kita menunggu perintah, nanti dalam perkembangan satu-dua hari ke depan.”
Lebih lanjut, Daru mengatakan bahwa KRI Diponegoro diperkuat oleh 90 personel sedangkan KRI Lambung Mangkurat sebanyak 60 orang dengan persenjataan lengkap. Menurut dia, jangkauan operasi Perisai Nusa meliputi kawasan perairan timur Indonesia mulai dari Cilacap hingga Papua.
“Kami mendapat sektor antara Cilacap dan Denpasar. Operasi dilaksanakan setiap hari, begitu selesai mengisi bahan bakar, kami kembali ke laut.”
Terkait persenjataan yang dibawa KRI Diponegoro, dia mengatakan perlengkapannya terdiri atas meriam kaliber 76 milimeter buatan Italia, rudal permukaan dengan jarak jangkau 100 kilometer, radar anti pesawat udara, serta dua unit meriam kaliber 20 milimeter kanan dan kiri.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain