17 April 2026
Beranda blog Halaman 37920

PGN Teken Kerjasama dengan Tiga Perusahaan Keramik

Jakarta, Aktual.co — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk menandatangani perjanjian kerja sama pemanfaatan gas bumi dengan tiga perusahaan keramik dalam negeri. PGN menilai kerja sama ini merupakan upaya memperkuat daya saing industri dalam negeri, khususnya industri keramik.

“Kami konsisten mendukung tumbuh dan berkembangnya industri di dalam negeri terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan mulai berlaku tahun ini,” ujar Direktur Pengusahaan PGN Jobi Triananda Hasjim di Jakarta, Kamis (19/3).

Penandatanganan kerja sama yang dilakukan di sela pameran keramik di Jakarta Convention Center, Jakarta, mencakup amandemen perjanjian jual beli gas (PJBG) dengan PT Platinum Ceramics, PJBG dengan PT Sinar Karya Duta Abadi, dan nota kesepahaman (MOU) penyaluran gas dengan PT Jui Shin Indonesia.

Jobi mengatakan, hingga akhir 2014, jumlah pelanggan PGN di sektor industri keramik mencapai 796 pelanggan dengan total volume lebih dari 940 juta meter kubik.

Menurut dia, PGN akan terus mendorong pemanfaatan gas bumi di Indonesia untuk berbagai segmen mulai industri, transportasi, komersial, UKM, dan rumah tangga.

Melalui sinergi dengan pemangku kepentingan lainnya, lanjutnya, maka pihaknya optimistis pemanfataan gas bumi akan mampu meningkatkan ketahanan energi nasional dan memperkuat perekonomian Indonesia.

“Komitmen perseroan untuk memasok gas bumi di sektor industri, merupakan dukungan terhadap upaya pemerataan perekonomian di Indonesia. Gas bumi merupakan energi alternatif yang memiliki nilai lebih, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Peningkatan penggunaan gas bumi oleh sektor industri, tambahnya, juga menjadi bagian dari program pemerintah dalam percepatan konversi energi ke gas bumi.

Saat ini, PGN mengoperasikan sekitar 6.000 km pipa transmisi dan distribusi dengan penyaluran gas ke konsumen domestik setara dengan 23 juta liter per hari.

PGN menyuplai gas bumi ke pembangkit listrik, industri, usaha komersial termasuk restoran, hotel dan rumah sakit, SPBG serta rumah tangga.

Pemerintah memiliki saham PGN sebesar 56,96 persen dan 43,04 persen lainnya dikuasai publik.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

BI: Peredaran Uang Tidak Layar Edar Meningkat Menjadi Rp1,5 Triliun

Jakarta, Aktual.co — Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat terjadi peningkatan uang tidak layak edar di provinsi itu pada triwulan IV 2014 mencapai Rp1,5 triliun.

“Pada triwulan IV 2014 pemusnahan uang tidak layak edar mencapai Rp1,5 triliun, jumlah itu naik dibandingkan triwulan III 2014 yang mencapai Rp1,4 triliun,” kata Kepala Perwakilan BI Sumbar, Puji Atmoko di Padang, Kamis (19/3).

Menurut dia, peredaran uang tidak layak edar cenderung meningkat di akhir tahun mengingat hasil akumulasi peredaran uang tunai di masyarakat sepanjang tahun menyebabkan penurunan kualitas uang.

“Sebaliknya, menjelang akhir tahun permintaan uang tunai dalam kualitas hasil cetak sempurna (HCS) meningkat,” tambahnya.

Ia mengatakan uang yang dianggap tidak layak edar disetorkan oleh perbankan untuk ditukarkan dengan uang hasil cetak sempurna baru.

Lalu uang yang tidak layak edar tersebut dimusnahkan untuk menjaga jumlah uang tunai yang beredar di masyarakat dalam kondisi yang layak, ujarnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk memperlakukan uang dengan dengan baik agar kondisinya tetap layak.

Menurut dia, uang kertas yang tidak diperlakukan dengan baik akan menjadi tidak layak dengan kriteria lusuh, kusam, terdapat bekas lipatan, ada coretan, robek kemudian disambung dengan selotip.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Agung Benarkan Loyalis Ical Alih Dukungan

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono menjawab tudingan Ketua DPP Partai Golkar hasil Munas Bali Tantowi Yahya, yang menyebut perpindahan puluhan loyalis Aburizal Bakrie ke kubunya sebagai bentuk klaim sepihak.
“Jadi soal itu, Pak Mahyudin (Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Golkar) sudah menemui saya. Pak Airlangga Hartanto (Ketua DPP Golkar) juga datang tiga kali ke sini,” kata Agung Laksono, di Kantor DPP Partai Golkar, di Jakarta, Kamis (19/3).
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar hasil Munas Bali, Tantowi Yahya, menyatakan kabar puluhan loyalis Aburizal Bakrie beralih mendukung Agung Laksono, tidak sepenuhnya benar.
Menurut Tantowi, ada beberapa orang yang diklaim mendukung Agung Laksono meskipun tanpa persetujuan yang bersangkutan.
Agung menjelaskan, dirinya sudah menyurati Aburizal Bakrie untuk menuliskan daftar nama-nama pengurus partai beringin hasil Munas Bali yang akan diakomodasi oleh pihaknya dalam kepengurusan Golkar yang baru.
Agung mengakui ada penolakan dari Aburizal untuk menyampaikan nama-nama tersebut. Namun, keengganan itu pada saatnya akan mencair dengan sendirinya.
“Surat saya dibalas surat penolakan, tidak terima. Tapi tidak apa-apa, kami akan menyurati lagi, tidak akan bosan. Mungkin secara psikologis masih ada hambatan, masih sensitif, tapi kan dinamika ini berjalan terus,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Apakah Makanan yang Anda Konsumsi Baik untuk Kesehatan? Ini Jawabnya

Malang, Aktual.co — Mengasup makanan yang baik dan meyehatkan bagi tubuh sangat penting manusia. Makanan yang baik setidaknya, akan berpengaruh bagi aktivitas sehari-hari, karena hal tersebut masih berkaitan dengan kesehatan kita.

Terkadang, demi mendapatkan makanan yang nikmat dan cepat saji, beberapa orang sengaja mengabaikan arti makanan yang baik bagi kesehatan tubuh. Akibatnya, bukan hanya saja penyakit yang menghinggapi, namun, kesehatan untuk menyongsong aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.

Nah, untuk mengetahui apakah asupan makanan Anda termasuk makanan yang baik atau tidak, beberapa pertanyaan yang dilansir dari MagForWoman tersebut terjawab disini.

1. Apakah Anda sering merasa lelah?
Tanda bahwa makanan yang Anda konsumsi tidak bagus, adalah kondisi Anda mudah lelah serta Anda tidak merasa bersemangat. Kelihangan stamina terlalu cepat saat menaiki tangga atau hal lain yang biasa Anda lakukan, adalah bukti bahwa makanan yang selama ini Anda konsumsi tidak bagus. Karenanya, Anda harus menambah asupan nutrisi melalui makanan yang baik dan menyehatkan guna mengatasi masalah tersebut.

2. Apakah Anda sering merasa sakit?
Ketika seseorang mengonsumsi makanan yang baik, maka tubuh akan menjadi lebih sehat dan siap tempur. Namun, jika Anda mengonsumsi makanan yang tidak sehat, maka bisa jadi beberapa penyakit seperti demam, flu, batuk, meriang, dan sebagainya, menjangkiti Anda.

Oleh karena itu, Anda membutuhkan makanan yang mengandung kalsium untuk mengatasi permasalahan tersebut.

3. Apakah Diet Anda Seimbang?
Ini adalah pertanyaan yang cukup krusial yang patut dijawab bagi Anda yang sedang mengalami program diet. Mengonsumsi makanan yang kaya akan protein, vitamin, dan sebagainya, secara tepat sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda.

Sesungguhnya, dibutuhkan program diet seimbang. Artinya, jika Anda mengabaikan hal-hal tersebut dengan melakukan diet yang tidak seimbang, maka tubuh anda bisa dibilang kurang sehat.

4. Apakah Anda Merasa Sehat?
Jawaban dari pertanyaan di atas sesungguhnya sangat subjektif. Namun, titik tekan dari pertanyaan tersebut sesungguhnya ada pada apakah merasa segar dan merasa diremajakan setiap kali Anda bangun tidur.

Nah, ketika anda bangun pada pagi hari dan sepanjang hari tubuh anda tidak ada masalah maka Anda termasuk orang yang sehat. Karenanya, pertanyaan ini sebenarnya juga terkait dengan makanan yang Anda konsumsi sehari-hari.

5. Apakah Makanan Anda Higienis?
Pertanyaan terakhir ini sangat penting bagi Anda. Makanan yang higienis, adalah salah satu aspek terpenting untuk menilai apakah makanan yang anda konsumsi baik atau tidak. Makanan higienis tentunya tidak terlepas dari bahan makanan dan cara memasak makanan itu sendiri.

Maka, untuk menjawab pertanyaan ini anda perlu melihat dan menilai sendiri apakah selama ini lingkungan makanan Anda higienis atau tidak.

Artikel ini ditulis oleh:

Jelang Nyepi, Bali Darurat Bawang

Jakarta, Aktual.co — Harga bumbu dapur untuk jenis bawang merah di Denpasar, Bali, Kamis (19/3), kembali mengalami kenaikan harga hingga Rp6.000 per kilogram, akibat banyaknya permintaan konsumen menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1937.

“Harga bawang merah saat ini mencapai Rp26.000 per kilogram, dimana sebelumnya hanya Rp20.000 per kilogram untuk jenis bawang lokal Bali,” kata Wayan Windi, seorang pedagang di Pasar Kumbasari, Denpasar.

Ia menuturkan kenaikan harga bawang tersebut tidak diimbangi dengan ketersediaan barang yang saat ini makin diburu oleh masyarakat untuk persediaan mejelang Hari Raya. Selain itu, kenaikan harga bawang merah saat ini akibat stok dari pengepul sudah menipis sehingga pihaknya harus menaikan harga bawang agar persediaan tetap terjaga hingga esok hari. “Selain menjual bawang lokal Bali, saya juga menjual bawang dari luar seperti daerah Jawa. Namun, harganya juga mahal,” ujarnya.

Wayan Windi mengakui sebelum Hari Raya Nyepi dapat menjual 10 kilogram bawang merah per harinya. Namun, saat ini sudah menjual hingga 15 kilogram per harinya. “Untuk itu, mau tidak mau harganya pun menyesuaikan dengan permintaan pasar sehingga saya mengharapkan agar stok bawang merah tetap ada agar harga barang tetap stabil,” ujarnya.

Demikian Made Puri, seorang pedagang di Pasar Badung, Denpasar mengakui sejak kemarin (18/3) harga bawang merah mulai melonjak hingga Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogramnya. “Kenaikan harga bawang tersebut dipicu karena suplai barang dari luar Bali sedikit sehingga harga saat ini mencapai Rp26.000 per kilogramnya, dimana sebelumnya hanya Rp20.000,” ujarnya.

Selain disebabkan karena suplai bawang merah terbatas dari luar Bali, kata dia, permintaan konsumen akan salah satu jenis bahan pokok itu juga mengalami permintaan yang cukup banyak sehingga ketersedian mulai menipis. “Untuk itu saya berharap stok bawang merah dari Jawa-Bali agar ditambah sebelum Hari Raya Nyepi,” ujar Made Puri.

Artikel ini ditulis oleh:

DEN Nilai Terlalu Beresiko Swasta Bangun Pembangkit Listrik

Jakarta, Aktual.co —  Dewan Energi Nasional (DEN), Tumiran berharap Pemerintah bisa memberikan privilege untuk PLN agar bisa tumbuh dan berkembang menjadi perusahaan negara penyedia Powerplant, jaringan, transmisi, dan distribusi sebagaimana yang dilakukan oleh negara tetangga seperti Malaysia dan Jepang.

“PLN memang  perusahaan yang harus memberi pelayanan jasa, tapi kan dia bisa aja membangkitkan energi, menjual energi dengan tujuan memberikan jasa, mestinya PLN bisa seperti itu. Banyak kan perusahaan-perusahaan di Malaysia mulai powerplant, transmition, distribution. Jepang juga punya. Cuma memang dibagi menjadi beberapa company,” ujar Anggota DEN, Tumiran di Jakarta, Kamis (19/3).

Menurutnya, wacana regionalisasi PT PLN (Persero) merupakan langkah yang tidak bijak dan terlalu beresiko. Jika swasta dibiarkan menguasai pembangkit, dapat menimbulkan masalah baru. Pemerintah diharapkan dapat menghindari hal-hal seperti biaya produksi, dan mahalnya tarif listrik.

“Bisalah mereka (PLN). Sekarang tata-lah organisasi PLN, bagaimana dia bisa dibentuk menjadi tulang punggung, jangan bangun pembangkit kita kasihkan swasta, seolah swasta yang mau diajak berpartisipasi semua. Terlalu beresiko,” tandas dia.

Perlu diketahui, Regionalisasi PLN merupakan program mengubah status PLN sebagai BUMN kelistrikan dari badan usaha penyedia ketenagalistrikan dari sisi hulu ke hilir, menjadi hanya sebagai perusahaan jasa penyedia jaringan, distribusi, transmisi, dan perusahaan jasa perawatan, infrastruktur listrik.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain