3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38072

Empat Langkah Menteri ESDM Percepat Pembangunan Listrik

Jakarta, Aktual.co — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan akan melakukan empat langkah untuk percepatan pembangunan kelistrikan di Tanah Air.

“Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjadi solusi pemerintah untuk mengurangi kendala program percepatan pembangunan listrik di Indonesia,” kata Sudirman dalam diskusi energi bettema “Darurat Listrik Daerah: Bagaimana Pemerintah Mempercepat Program 35.000 MW” bersama dengan Wakil Ketua Komisi VII DPR Satya Widya Yudha di Jakarta, Minggu (1/3) malam.

Menurut Sudirman, langkah pertama yang perlu diambil adalah memberlakukan UU No 2/ 2012 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. “Saya meminta nanti pemerintah bisa ikut serta dalam menyelenggarakan pembebasan lahan,” kata Sudirman.

Selanjutnya, langkah kedua, terkait negoisasi harga dengan menetapkan harga patokan tertinggi untuk Independent Power Producer (IPP). Langkah ketiga, pemerintah akan berusaha menunjuk dan memilih IPP tanpa harus melalui tender.

“Percepatan dengan tinjuk langsung dan pemilihan langsung untuk energi baru terbarukan (EBT), mulut tambang, gas marginal, dan eskpansi,” katanya.

Kemudian, langkah terakhir terkait dengan proses perizinan yang akan dioptimalkan melalui pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) pusat, provinsi, dan kabupaten atau kota.

“Semua proses perizinan yang di pusat bisa langsung ke BKPM dan di sana juga ada kementerian-kementarian yang terkait dengan proses pembangunan pembangkit listrik, misalnya Kementerian Agraria dan Tata Ruang serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Impor Meningkat, Pertumbuhan Ekonomi AS Turun 2,2 Persen

Jakarta, Aktual.co —  Berdasarkan data dari Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS), ekonomi AS pada bulan Oktober sampai Desember 2014 sebesar 2,2 persen. Hal ini diluar perkiraan banyak pengamat yang mencapai 2,6 persen.

Perlambatan pertumbuhan tersebut disebabkan oleh meningkatnya impor dan penurunan pengeluaran pemerintah.

Investor pada awalnya mengambil langkah untuk merevisi angka dengan Dow Jones, namun indeks tergelincir dalam perdagangan dan turun 0,5 persen pada pukul 18.133 waktu setempat.

“Perlambatan itu sebagian disebabkan oleh ekspektasi yang di luar perkiraan, jauh lebih kecil dari sebelum persediaan build-up, dan dianggap sebagian karena pemogokan pelabuhan”, ujar Kepala Ekonom Markit, Chris Williamson seperti dilansir BBC Business, Senin (2/3).

Belanja konsumen menyumbang sekitar 70 persen dari pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, harga bensin di AS murah sehingga konsumen memiliki banyak uang untuk dibelanjakan pada hal-hal lain.

Artikel ini ditulis oleh:

Mahasiswa Semarang Tuntut Segera Eksekusi Duo Bali Nine

Semarang, Aktual.co — Mahasiswa dari berbagai Kampus Semarang mendesak pemerintah Indonesia segera mengambil tindakan tegas terhadap terpidana mati dalam kasus duo bali nine atas nama Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Mereka mendesak proses eksekusi mati segera dipercepat  dengan cara melakukan aksi simpati di Bunderan Air Mancur jalan Pahlawan Semarang, Senin (2/3) pagi tadi.
Koordinator mahasiswa Universitas Diponegoro, Yanter Bahri menegaskan, pemerintah perlu ketegasan menentukan waktu pelaksanaan eksekusi kepada dua tersangka itu. Karena demi kepastian hukum suatu putusan hakim yang telah berkekuatan hukum tetap dan sudah tidak ada upaya hukum lagi, maka eksekusi dapat dilakukan.
“Jangan sampai ada intervensi dari negara lain yang justru dapat menghambat proses eksekusi pidana mati,” kata dia dalam siaran pers yang diterima Aktual.co, Senin (2/3).
Menurut dia, kejahatan Narkoba merupakan kejahatan luar biasa yang dapat merusak generasi penerus bangsa. Larangan pemakaian maupun pengedaran narkokotika sudah diatur dalam UU 35 tahun 2009 tentang Narkotik.
Untuk itu, lanjutnya, diperlukan komitmen bersama dari aparat penegak hukum dalam memberantas narkoba, bukan hanya pada pemakainya saja, tapi yang lebih penting menekan angka peredaran narkoba di wilayah hukum NKRI.
Dikatakan, narkotika telah menjadi konvensi internasional tentang narkotika dan psikotropika yang telah diratifikasi menjadi hukum nasional Indonesia. Maka Indonesia berkewajiban menjaga diri dari ancaman jaringan pengedar narkotika skala internasional ini.Mahasiswa berjalan mengitari jalan Pahlawan sambil membentangkan spanduk putih berukuran 5×3 meter. Mereka menggalang para pengguna jalan untuk membubuhkan tandatangan sebagai bentuk desakan terhadap eksekusi mati para tersangka.

Ditegaskan, Indonesia pun mengakui bahwa narkotika merupakan kejahatan luar biasa serius terhadap kemanusiaan (extra ordinary), sehingga pengakuannya butuh perlakuan khusus, efektif dan maksimal.Oleh karena itu harus dengan hukuman yang paling berat yakni hukuman mati.
“Presiden Jokowi sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara maka sebagai ujung tombak dalam pemberian grasi sudah secara tegas menolak permohonan yang diajukan oleh dua narapidana tersebut,” terangnya.
Dalam hal ini, lanjut dia, keputusan yang diambil Presiden Jokowi sudah tepat. Namun mahasiswa masih ada kekhawatirkan  dengan belum adanya kepastian eksekusi pidana mati itu. Disamping itu, membuat rakyat Indonesia berspekulasi negatif pada aparat penegak hukumnya.
“Maka secara bulat mahasiswa sebagai bagian dari rakyat Indonesia memberikan dukungan penuh pada Pemerintah Indonesia. Percepat eksekusi tersebut dan jaga kedaulatan hukum NKRI,” pungkas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

BI: Impor Sektor Produktif Berdampak Positif pada Rupiah

Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar Rupiah beberapa bulan yang lalu sampai dengan saat ini masih melemah. Pelemahan tersebut tentunya berdampak pada pembayaran impor barang.

Di sisi lain, Presiden Jokowi ingin belanja untuk pembangunan infrastruktur dan masih akan impor. Hal ini yang ditakutkan akan  mempengaruhi pelemahan Rupiah lebih lanjut.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI), Solikin M Juhro mengatakan jika inflow uang atau barang tersebut digunakan untuk hal yang produktif, maka ke depannya akan baik bagi nilai tukar Rupiah.

“Kita mengharapkan inflow itu FDI (Foreign Direct Investment), kita juga mengharapkan kalau dana-dana itu ditanamkan ke dalam aset-aset jangka  panjang. Itu dampaknya kepada Current Account Deficit (CAD) itu bisa dipahami,” ujar Solikin dalam pelatihan wartawan BI di The Trans Luxury Hotel, Bandung (2/3).

Lebih lanjut dikatakan dia, belanja impor infrastruktur tersebut nantinya akan memperkuat fundamental ekonomi Indonesia. Jutsru menurutnya, impor-impor di sektor konsumtif lah yang tidak diharapkan.

“Kalau kita bicara dengan investor-investor di luar, kita sampaikan bahwasanya dengan infrastructure spending yang akan didorong ini tentunya akan memberikan dampak pada peningkatan CAD. Kita harapkan komunikasi ini bisa dipahami oleh masyarakat,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Marak Aksi “Profit Taking”, IHSG Diperkirakan Melemah

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan lalu berada di zona merah, setelah sempat bertengger di zona hijau di awal perdagangan. Hal tersebut disebabkan oleh aksi profit taking, sehingga IHSG hanya bergerak flat cenderung melemah.

Analis dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan melemahnya IHSG seiring dengan melemahnya laju bursa global dan beberapa di Asia, serta penurunan tipis Rupiah.

“Di sisi lain, sempat adanya aksi beli, terutama dari investor asing mampu kembali membuat IHSG menyentuh level tertinggi terbarunya di level 5.464,22,” ujar Reza.

Pada perdagangan Senin (2/3) IHSG diperkirakan Reza berada pada rentang support 5.426-5.436 dan resisten 5.458-5.466. Menurutnya, sinyal pelemahan mulai muncul seiring dengan mulai maraknya aksi-aksi profit taking, terutama dari investor lokal.

“Jika kondisi ini berlanjut maka akan menganggu potensi penguatan pada IHSG, apalagi IHSG juga masih meninggalkan utang gap 5342-5372. Untuk itu, tetap mewaspadai adanya potensi pembalikan arah,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Menanti Data Inflasi, Rupiah Diperkirakan Kembali Melemah

Jakarta, Aktual.co — Pasca menguat, laju Rupiah pada pekan lalu kembali mengalami pelemahan. Pelaku pasar tampak mengantisipasi akan dirilisnya data-data inflasi hari ini, dimana diperkirakan akan ada kenaikan.

“Di sisi lain, variatif cenderung membaiknya rilis data-data ekonomi Jepang membuat nilai mata uang Yen bergerak turun. Sehingga dimanfaatkan Dolar AS untuk menguat,” ujar Analis dari NH Korindo Securties Indonesia, Reza Priyambada.

Selain itu, kata dia, masih terindikasikanya Bank Indonesia (BI) untuk menjalankan kebijakan moneter ketat, meski BI rate telah turun turut mengurangi potensi Rupiah untuk menguat.

Pada Senin (2/3) Reza memprediksi Rupiah berada di atas target level support 12.873, yakni Rp12.873-12.859 (kurs tengah BI). Menurutnya, belum adanya sentimen positif terhadap laju Rupiah membuat Rupiah masih dalam tekanan.

“Untuk itu, tetap mewaspadai pelemahan lanjutan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain