3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38076

BPCB Tunggu Cuaca Baik Ekskavasi Situs Prasejarah

Jakarta, Aktual.co —Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta masih menunggu cuaca membaik untuk melakukan ekskavasi di sejumlah titik lokasi penemuan situs prasejarah di Kabupaten Gunung Kidul.

“Eksvakasi situs prasejarah di Gunung Kidul belum memungkinkan dilakukan saat ini, kami menunggu sampai gangguan cuaca saat ini intensitasnya menurun. Sebab medan di kawasan tersebut sulit dijangkau, karena sangat luas dan ada yang rawan longsor,” kata Kepala Seksi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan, BPCB Yogyakarta Wahyu Astuti, Minggu (1/3).

Menurut dia, lokasi situs-situs prasejarah tersebut medannya cukup luas dan berat, seperti Gua Braholo di Kecamatan Rongkop, yang ada kerawanan longsor dan membahayakan para petugas.

“Kemudian, di aliran Sungai Oya yang cukup luas kawasannya. Ada kerawanan longsor, kondisi jalan yang tidak baik dan ruang lingkupnya cukup luas,” katanya.

Ia mengatakan, proses ekskavasi ini kemungkinan besar baru dimulai antara April atau Mei 2015 mendatang hingga kondisi cuaca yang benar-benar mendukung.

“Proses ekskavasi situs prasejarah di Gunung Kidul ini nantinya juga masih belum ditentukan. Apakah dalam satu tahun ini, dilakukan satu kali atau dibagi dua. Yaitu awal dan akhir tahun, seperti saat dilakukan ekskavasi di Candi Tinjon, Prambanan. Tergantung nantinya kebutuhan, atau apakah ada temuan-temuan yang baru lagi,” katanya.

Wahyu mengatakan, ekskavasi di Gunung Kidul ini pun dilakukan di beberapa titik seperti di temuan peti kubur di Playen, kuburan kuno di Klayar, Nglipar, fosil di Sungai Oya, serta Gua Braholo di Rongkop.

Kepala BPCB Yogyakarta Tri Hartono mengatakan, ada kekhawatiran warga umum mencari fosil atau peralatan prasejarah di Sungai Oya, potensi ini terutama timbul karena begitu luasnya kawasan tersebut.

“Sebelum dilakukan proses ekskavasi ini, pihaknya pun meminta para juru pelihara (jupel) meningkatkan kewaspadaannya. Lembah Sungai Oya, banyak orang yang mencari bebatuan,” katanya.

Ia mengatakan, ekskavasi situs prasejarah di Gunung Kidul ini begitu penting untuk mengetahui kehidupan-kehidupan di masa prasejarah atau dua ribu tahun silam.

“Sebelum manusia mengenal tulisan, atau lebih tua dari masa candi-candi. Di sepanjang Sungai Oya tersebut, diprediksi dulunya merupakan pemukiman padat manusia di masa prasejarah,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wagub Babel Minta Pemerintah Merevisi UU Pertimahan

Jakarta, Aktual.co —Wakil Gubernur Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani mengharapkan pemerintah pusat merevisi undang-undang tentang pertimahan untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Saat ini, harga dan ekspor timah masih dikendalikan swasta, sehingga berdampak terhadap perekonomian masyarakat, dimana masyarakat sulit menjual bijih timah dengan harga rendah,” kata Hidayat Arsani di Pangkalpinang, Minggu (1/3).

Selama ini, kata dia, masalah pertimahan masih dilakukan dalam satu pintu oleh orang-orang yang tergabung Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX).

“Ini lucu, swasta yang mengendalikan pemerintah daerah yang tidak bisa berbuat apa-apa mengenai timah ini,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini dunia pertimahan belum merdeka, sehingga banyak penyelundupan timah yang merugikan pemerintah dan masyarakat.

“Penyeludupan ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi dan harus segera dihentikan dengan membenahi aturan agar masyarakat dan pengusaha sama-sama untung dan tidak dirugikan,” ujarnya.

Menurut dia, untuk membenahi ini yaitu dengan merevisi undang-undang pertimahan, sehingga pemerintah bisa mengatur masalah penambangan dan hilir timah ini.

“Bayangkan saja ICDX boleh melakukan pungutan iuran sebesar Rp500 juta per tahun dan juga mendapatkan persen atau jatah dari transaksi timah tersebut,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Anggota DPRD Jabar Terima Keluhan Kelangkaan Elpiji

Jakarta, Aktual.co — Anggota DPRD Jawa Barat dari daerah pemilihan VI (Indramayu dan Cirebon) Eryani Sulam menerima banyak keluhan tentang kelangkaan elpiji ukuran tabung tiga kilogram saat menggelar reses pertama tahun 2015.

“Kelangkaan gas ini menjadi hal yang paling banyak dikeluhkan warga saat kami menggelar reses pertama pada 2015,” kata Eryani Sulam, ketika dihubungi melalui telepon, Minggu (1/3).

Ia menuturkan, saat reses, warga banyak yang mengeluh tentang kenaikan harga dan langkanya “si melon” di pasaran.

“Kelangkaan ini menyulitkan warga. Dan hal ini cukup ironis mengingat lokasi dapil saya itu tidak jauh dari Pertamina. Bukan hanya langka, tapi isinya tidak sesuai,” kata Eryani.

Menurut dia, elpiji ukuran tiga kilogram yang beredar di masyarakat tidak memiliki isi yang sesuai. Berdasarkan laporan warga isi tabung gas tersebut kurang dari tiga kilogram.

“Ini sangat disayangkan karena merugikan masyarakat. Padahal dapil saya ini dekat dengan Pertamina. Tolong diperhatikan,” katanya.

Oleh karena itu, Eryani berharap pemerintah bisa lebih baik dalam melakukan pengawasan terkait peredaran bahan bakar gas bersubsidi ini.

“Dan saya melihat ada beberapa banyak SPBE. Seharusnya pemda bisa mengontrol ini. Jangan malah SPBE-nya punya pemda namun di lapangan kenyataannya begitu,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Netanyahu: Kunjungan ke AS untuk Tugas Bersejarah

Jakarta, Aktual.co —Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut kunjungannya ke Washington, Amerika Serikat, Minggu (1/3), sebagai “tugas bersejarah” untuk mencoba menghentikan kesepakatan nuklir Iran, kata saksi.

“Saya berkunjung ke Washington untuk tugas penting dan bersejarah. Saya akan melakukan apa saja untuk menjamin masa depan serta keamanan negara dan rakyat Israel,” kata Netanyahu di bandar udara Ben Gurion, dekat Tel Aviv, sebelum keberangkatannya ke Amerika Serikat.

Kunjungan itu akan dilakukan 48 jam dan Netanyahu dijadwalkan ikut dalam sidang gabungan Kongres AS demi menggalang dukungan untuk menghentikan kesepakatan antarbangsa atas kegiatan nuklir Iran. Lawatan itu mendapat kritik dari pemerintah AS.

Netanyahu juga akan hadir dalam pertemuan tahunan kebijakan “American Israel Public Affairs Committee” (AIPAC), badan pendukung Israel, pada Senin sebelum menuju ke Capitol Hill, Selasa, dan setelah itu kembali ke negaranya.

Israel meyakini Iran dan negara Barat ingin mencapai kesepakatan mengurangi sanksi atas Teheran, tanpa kebijakan ketat untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir.

Perjalanan Netanyahu berjarak empat minggu dari tenggat waktu pada tanggal 31 Maret untuk mencapai kesepakatan politik terkait nuklir Iran, dan para perunding siap untuk menjabarkan keputusan teknis akhir pada 30 Juni.

Pada 17 Maret 2015, Israel akan mengadakan pemilihan umum, di mana Netanyahu berharap dapat terpilih kembali untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Artikel ini ditulis oleh:

Peningkatan Cukai Rokok Bisa Timbulkan PHK

Jakarta, Aktual.co — Gabungan Pengusaha Rokok (Gapero) Jawa Timur khawatir peningkatan penerimaan cukai rokok pada 2015 akan berdampak negatif terhadap perkembangan industri di sektor itu, terutama pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ketua Gabungan Pengusaha Rokok (Gapero) Jatim Sulami Bahar di Surabaya, Minggu (1/3) menyatakan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional Perubahan (APBNP) 2015 target penerimaan cukai menjadi Rp141,7 triliun, naik 27 persen dibandingkan setoran cukai tahun 2014 sebesar Rp112 triliun.

“Kami sulit membayangkan kalau cukai dinaikkan lagi pada April mendatang atau mungkin pertengahan tahun ini. Dampaknya, bisa saja industri rokok Jatim banyak yang gulung tikar,” ujarnya.

Pada tahun 2014, ungkap dia, penerimaan cukai rokok meningkat 8,4 persen dibandingkan tahun 2013. Namun, akibatnya sebanyak 19 ribu buruh rokok kretek mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Kini industri rokok Jatim berkontribusi 60 persen terhadap nasional. Selama tahun 2014 ada sekitar 400 pabrik di mana sebagian besar sudah tutup,” katanya.

Bahkan, jelas dia, dari total pabrik tersebut tercatat 100 pabrik di antaranya hanya beroperasi dengan total buruh mencapai 360 ribu orang. Meski demikian, dengan adanya kebijakan baru pemerintah pada tahun 2015 diprediksi industri rokok akan tersisa 60 persennya dan banyaknya buruh yang dirumahkan mencapai 30 ribuan orang.

“Kondisi itu kami asumsikan dari kenaikan tahun lalu 8,4 persen yang memutus buruh sebanyak 19 ribu. Memang sangat ironis, industri rokok yang sudah mapan dan berkontribusi terbesar justru diperlakukan seperti ini,” katanya.

Di samping itu, tambah dia, kondisi itu juga diperburuk karena produsen telah dikenakan pajak daerah dan retribusi daerah sebesar 10 persen. Bahkan, termasuk dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

“Padahal pengusaha sudah memberikan pendapatanya kepada pemerintah. Akan tetapi, sepertinya suara pengusaha kurang didengar,” katanya.

Di sisi lain, sebut dia, dalam rencana kenaikan cukai itu pelaku industri maupun asosiasi juga tidak diajak bicara. Dampaknya, kondisi itu akan berimbas pada produksi rokok yang menurun dan Indonesia bisa menjadi pasar potensial penyebaran rokok ilegal.

“Kalau kenaikan cukai tinggi, peredaran rokok ilegal makin besar dan ini tentu merugikan pengusaha dan pemerintah. Sementara, penerapan MEA sebentar lagi dan peluang penyebarannya lebih besar,” katanya.

Meski begitu, lanjut dia, PHK juga dapat terjadi karena beralihnya konsumen rokok sigaret kretek tangan (SKT) ke sigaret krekek mesin (SKM). Dengan demikian, sejumlah pabrik memilih migrasi untuk memproduksi memproduksi rokok SKM dibandingkan SKT mengingat harus menyerap banyak tenaga kerja.

“Pada tahun lalu produksi rokok nasional mencapai 344 miliar batang dan Jatim berkontribusi 60 persennya. Pangsa pasar SKM sebesar 66 persen, SKT 26 persen, dan sisa enam persen disumbang sigaret putih mesin (SPM) dan sebagian kecil jenis cerutu,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Dhimam Abror Akan Maju Pilkada Surabaya Lewat Nasdem

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —Dhimam Abror Djuraid mempertimbangkan akan mendaftar sebagai calon Wali Kota Surabaya melalui Partai Nasional Demokrat atau NasDem.

“Kemungkinannya sih iya akan daftar, tapi waktunya belum tahu pasti kapan,” ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Minggu (1/3).

Pihaknya mengaku bersama tim akan mempertimbangkan persiapan pendaftaran, termasuk mengambuil formulir kesediaan maju melalui Partai NasDem untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Surabaya 2015.

Menurut dia, meski hanya memiliki dua kursi di legislatif (DPRD II Kota Surabaya), namun massa dan suara partai yang dipimpin Surya Paloh ini tidak bisa dianggap enteng.

“Kursinya memang dua, tapi suara dan massanya sudah diakui. Secepatnya akan diputuskan jadi atau tidaknya mendaftar dari NasDem,” kata Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur itu.

Saat ini, kata dia, dirinya sedang berkomunikasi dengan sejumlah elit dan pimpinan partai di Surabaya, antara lain Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

“Tapi ini masih sementara, karena kami akan berkomunikasi dengan semua partai politik, khususnya di Surabaya,” ujar mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jatim tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain