3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38077

Persela Kalahkan Persija 1-0

Jakarta, Aktual.co —Gol tunggal Taufiq Kasrun pada menit ke-35 membawa timnya Persela Lamongan mengalahkan tuan rumah Persija pada pertandingan uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (1/3).

Kemenangan atas tim yang berjuluk Macan Kemayoran itu dipastikan akan membangkitkan semangat Persela Lamongan guna menghadapi ketatnya kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 yang rencananya digulirkan awal April.

“Hasil pertandingan ini bagus buat kami. Kemenangan ini akan kami jadikan motivasi untuk menghadapi kompetisi nanti,” kata pelatih Persela, Iwan Setiawan usai pertandingan.

Mantan pelatih Persija itu berharap anak asuhnya bisa mempertahankan tren positif sebelum dimulainya kompetisi tertinggi di Tanah Air. Meski demikian, pihaknya tetap mengakui jika timnya masih ada beberapa kekurangan yang harus segera diperbaiki.

Meski sebagai tim tamu, Persela Lamongan yang saat ini ditukangi Iwan Setiawan bermain cukup cemerlang sejak awal babak pertama. Beberapa peluang langsung tercipta meski semuanya mampu dimentahkan oleh barisan pertahanan Persija.

Upaya yang dilakukan tim yang berjuluk Laskar Joko Tingkir itu akhirnya membuahkan hasil setelah sundulan Taufiq Kasrun tidak mampu ditahan penjaga gawang Persija, Adixi Lenzivio.

Gol itu bermula dari tendangan sudut yang dilakukan oleh Balsa Bozovic dan diteruskan oleh mantan pemain Sriwijaya FC itu. Unggul satu gol bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Persija yang saat ini ditukangi oleh Rahmad Darmawan meningkatkan tempo permainan. Bahkan, beberapa pemain diganti dengan tenaga baru. Dampaknya, peluang untuk menyamakan kedudukan cukup banyak.

Kerasnya tekanan dari tim tuan rumah membuat Persela bermain lebih solid. Tekanan Persija seperti melalui Bambang Pamungkas mampu ditahan. Begitu juga dengan tekanan yang dilakukan Adam Alis maupu pemain Persija lainnya.

Macan Kemayoran pada menit-menit akhir nyaris mampu menyamakan kedudukan. Hanya saja, tendangan bebas Bambang Pamungkas masih membentur mistar gawang. Hilangnya peluang ini membuat Persija mengalami kekalahan tipis 0-1 dari Persela.

Pelatih Persija Rahmad Darmawan menilai anak asuhnya bermain kurang maksimal termasuk dalam hal penguasaan bola. Kondisi ini membuat anak asuhnya mengalami kekalahan dari Persela Lamongan.

“Pemain masih sering kehilangan bola. Makanya harus secepatnya diperbaiki. Khusus untuk lini pertahanan kami nilai membaik karena mampu mematahkan beberapa serangan dari lawan,” katanya usai pertandingan.

Setelah menjalani uji coba melawan Persela, tim Macan Kemayoran juga dijadwalkan menjalani pertandingan uji coba lainnya. Kemungkinan anak asuh Rahmad Darmawan itu akan menghadapi Arema Indonesia maupun menghadapi Bali United.

Artikel ini ditulis oleh:

Usai Tercekam, Takbir dan Yel ‘Bang Zul’ Membahana

Denpasar, Aktual.co — Dengan selisih tipis keunggulan enam suara dalam cekaman menit-menit ketegangan, Zulkifli Hasan akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN).

Bang Zul, begitu sapaan akrabnya, resmi terpilih menjadi Ketua Umum PAN periode 2015-2020.Suasana kongres pun mencapai anti klimaks begitu panitia menyatakan suara yang dihitung telah habis saat posisi perolehan Zul unggul tipis enam suara dari Hatta Radjasa.

Sebelum itu, perhitungan sempat tegang manakala surat suara menjelang detik-detik habis, posisi perolehan suara Zulkifli dan Hatta selalu susul menyusul berimbang. Praktis seluruh hadirin pun dicekam ketegangan luar biasa, apalagi peserta kongres termasuk SC (steering committe) dan OC (organizing committe) telah terbelah menjadi dua kubu yang bersaing sengit.

Karuan begitu panitia penghitungan menyatakan jumlah surat suara yang dihitung habis pada posisi Zul unggul enam suara, para pendukungnya pun langsung bertakbir ‘Allahu Akbar’.

Bahkan sejumlah pendukung Zul sontak merangsek ke podium sambil menyerukan yel-yel ‘Bang Zul’. Usai itu mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Sementara itu, meski kalah suara, Hatta Radjasa tetap tersenyum dan duduk di kursi samping Zulkifli Hasan. Pada pemilihan suara itu, Zulkifli Hasan memperoleh 292 suara. Sementara Hatta Radjasa memperoleh 286 suara. Suara rusak 4 suara. Total suara 582.

Kongres partai berlambang matahari yang berbasis kader Muhammadiyah ini oleh kalangan media juga  disebut-sebut sebagai ‘pertarungan para besan politik’ ternyata setipis apapun selisih suara kedua kandidat telah dimenangi oleh kubu besan Amien Rais.

Alhasil para pendukung Hatta Radjasa dari kubu besan Susilo Bambang Yudoyono (SBY), mau tak mau, harus mengakui keunggulan Zulkifli Hasan besan Amien Rais.    

Artikel ini ditulis oleh:

Zulkifli jadi Ketua Umum PAN

Ketua Umum PAN Terpilih Zulkifli Hasan (kanan) memeluk Ketua Umum PAN periode 2010-2015 Hatta Rajasa (kiri) usai pemilihan ketua umum PAN periode 2015-2020 pada Kongres IV Partai Amanat Nasional (PAN) di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Minggu (1/3). Zulkifli Hasan unggul enam suara dari Hatta Rajasa dalam pemungutan suara pemilihan ketua umum PAN. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

Bupati Kecewa, Peristiwa Kebakaran Pasar Tak Ditanggapi

Jakarta, Aktual.co — Bupati Kabupaten Kampar, Riau, Jefry Noer mengaku kecewa dengan pihak Dinas Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Pekanbaru yang tidak tanggap dengan peristiwa kebakaran pasar beberapa hari lalu.

“Saya meminta agar Wali Kota Pekanbaru Firdaus untuk mengganti Kepala BPBD-Damkar Pekanbaru Ahmad Mius karena telah lalai dan mengabaikan masalah sosial berkaitan dengan musibah kebakaran pasar,” kata Jefry lewat sambungan telepon, Minggu (1/3).

Jefry mengatakan, pihaknya telah hubungi wali kota berkaitan dengan peristiwa kebakaran pasar di Kecamatan Siakhulu dan sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak membantu upaya pemadaman kebakaran pasar.

Karena, menurut dia, hal itu adalah musibah, sama seperti bencana dan sepanatasnya pihak yang terdekat memberikan pertolongan.

Jafry Noer mengaku kecewa atas kebijakan Kepala BPBD-Damkar Ahmad Mius yang menolak memberikan bantuan atas kejadian kebakaran di Pasar Syariah Ulul Albab pada Kamis (26/2) dini hari.

Padahal, demikian Jefry, jarak Kantor BPBD-Damkar Pekanbaru hanya beberapa kilometer, namun mereka tidak memberikan pertolongan dengan alasan adanya kebijakan baru.

“Kalau memang harus bayar, kami bayar berapa biaya operasional dari upaya pemadaman itu. Ini adalah misi kemanusiaan, bukan lagi kewilayahan,” katanya.

Untuk mengantisipasi peristiwa tersebut terulang, Jefry Noer telah meminta pihak Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar Irtarius untuk membuka posko pemadam dan menempatkan mobil pemadam di wilayah tersebut.

Kebakaran di Pasar Syariah Ulul Albab kemarin telah menyebabkan kerugian hingga jutaan rupiah. Termasuk kebakaran 16 kios milik Bupati Kampar Jefri Noer. Para pedagang di pasar tersebut yang sebagian merupakan warga Pekanbaru mengaku kecewa dengan BPBD-Damkar Pekanbaru yang enggan juga memberikan pertolongan.

“Saya ini warga Pekanbaru yang berjualan di pasar ini. Tapi justru tidak mendapatkan hak sebagai warga Pekanbaru,” kata Junaidi (34), pedagang di Pasar Syariah Ulul Albab.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pekanbaru, Riau meminta Wali Kota Firdaus untuk mengevaluasi Kepala BPBD-Damkar setempat Ahmad Mius karena mengabaikan laporan warga berkaitan dengan kebakaran menghanguskan belasan kios Pasar Syariah Ulul Albab.

“Kami menunggu evaluasi pejabat tersebut untuk kemudian memberikan masukan sebagai langkah berbaikan agar kedepan hal seperti ini tidak terulang,” kata anggota DPRD Pekanbaru, Nofrizal.

Sebelumnya menurut catatan kepolisian, kebakaran di pasar yang berlokasi di Kecamatan Siakhulu tersebut telah menghanguskan 16 unit kios sehingga mendatangkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Peristiwa itu berlangsung pada Kamis (26/2) pukul 01.00 WIB diduga akibat arus pendek listrik. Tidak adanya bantuan dari BPBD Damkar Pekanbaru juga menjadi salah satu pemicu kebakaran itu meluas.

Artikel ini ditulis oleh:

Romi: Target Menang di 51 Pilkada dari 248 Pilkada Serentak

Jakarta, Aktual.co — Partai Persatuan Pembangunan pada pemilihan kepala daerah secara serentak yang akan dilaksanakan di 248 kabupaten-kota di Indonesia menargetkan kemenangan pada 51 daerah.

“Pilkada akan mulai dilangsungkan akhir tahun ini untuk gelombang pertama dan total daerah yang akan menggelar Pilkada sebanyak 248. Dari jumlah itu kita punya target menang di 51 kabupaten dan kota,” ujar Ketua Umum PPP versi Muktamar Surabaya, Romahurmuziy di Makassar, Minggu (1/3).

Dia mengatakan, Pilkada serentak itu akan menjadi ajang pembuktian bagi PPP, apalagi ke-51 kabupaten dan kota itu menjadi basis partai berlambang kakbah ini.

Dirinya optimistis peluang memenangkan pilkada di 51 kabupaten dan kota itu setelah sumber daya politiknya dianggap memadai pada tingkat dewan pimpinan daerah (DPD).

“Dari 248 daerah yang menyelenggarakan pemilihan itu, kami target 51 daerah. Kami memiliki sumber daya politik yang memadai di tingkat kabupaten-kota. Kami akan usung sendiri maupun berkoalisi,” katanya.

Romi sapaan akrab Romuharmuziy menjelaskan, ada tiga langkah starategis yang dilakukan untuk meraih hasil maksimal. Pertama; pengusulan bakal calon bupati berbasis integritas dan kapabilitas.

Kedua; mengutamakan potensi kader internal yang memiliki tingkat elektabilitas dan kesukaan warga serta yang ketiga; dalam membangun koalisi mesti berbasis kearifan lokal.

“Maksudanya itu, kita tidak membeda-bedakan antara Koalisi Merah Putih (KMP) ataupun Koalisi Indonesia Henat (KIH). Dalam pilkada ini semua punya peluang dalam berkoalisi,” jelasnya.

Menurut Romi, persiapan menghadapi pilkada serentak merupakan salah satu agenda dalam melakukan konsolidasi ke sejumlah Dewan Pimpinan Wilayah (DPW). Olehnya itu, pada pekan depan akan membuka pendaftaran calon kepala daerah secara on line.

“Pendaftaran secara online serentak di Indonesia,” tutur Romahurmuziy.

Adapun 51 daerah tersebut merupakan basis suara partai berlambang Ka’bah ini yang dimenangkan dalam pemilihan legislatif April 2014 lalu. Diantaranya Kabupaten Gowa dan Wajo di Sulawesi Selatan. Kemudian di wilayah Jawa seperti, Situbondo dan Tasikmalaya.

“Kami optimitis meraih kemenangan di 51 daerah itu, sebab daerah itu perolehan suara kami di pileg menggembirakan,” ucapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Belum Dilantik, 35 Anggota DPRD Mimika Mengadu ke DPR

Jakarta, Aktual.co —Wakil Ketua Komisi VII DPR Tamsil Linrung menegaskan bahwa masalah keterlambatan pelantikan 35 anggota DPRD Mimika, Papua, akan dilaporkan ke Komisi II DPR yang membidangi pemerintah daerah dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

“Ya, kita akan segera pertanyakan itu melalui Komisi II. Kami akan memberikan masukan-masukan ke Komisi II untuk segera melakukan kunjungan ke Timika guna segera menyelesaikan persoalan keterlambatan pelantikan anggota DPRD setempat,” kata Tamsil Linrung dari Timika, Minggu (1/3).

Saat menggelar kunjungan kerja ke Timika pada Rabu (25/2) hingga Jumat (27/2), belasan anggota Komisi VII DPR RI dihadang sejumlah caleg terpilih DPRD Mimika di pintu Rimba Papua Hotel Timika. Para caleg terpilih hasil Pemilu 2014 itu meminta dukungan dari DPR RI agar segera membantu mempercepat proses pelantikan mereka.

Salah satu caleg terpilih dari Partai Hanura Saleh Alhamid mengatakan ia bersama rekan-rekannya belum juga dilantik karena Bupati Mimika Eltinus Omaleng belum juga mengirim surat rekomendasi ke Gubernur Papua Lukas Enembe di Jayapura.

“Bapak-bapak sebagai wakil rakyat datang dari Jakarta ke Timika. Tapi kami mau mengingatkan bapak-bapak bahwa di seluruh Indonesia semua DPRD sudah dilantik, kecuali di Kabupaten Mimika,” katanya kepada sekitar 16 anggota Komisi VII DPR RI saat itu.

Menurut dia, saat ini Pemprov Papua dan Pemkab Mimika sedang serius mempersiapkan pembangunan smelter di Timika. Namun rencana besar itu, katanya, tidak bisa berjalan jika tanpa dukungan dari DPRD setempat.

“Kita tidak tahu mengapa sampai sekarang DPRD Mimika belum juga dilantik. Persoalannya dimana. Kami semua ini juga orang parpol seperti bapak-bapak. Apakah bapak-bapak DPR RI bisa merespon masalah ini atau tidak,” tanya Saleh.

Saleh menambahkan bahwa SK KPU Mimika Nomor 20 tahun 2014 yang menjadi dasar penetapan 35 caleg terpilih tentu tidak memuaskan semua pihak. Namun masalah atau sengketa hasil Pemilu Legislatif 2014, katanya, semuanya sudah selesai di tingkat Mahkamah Konstitusi.

Lantaran itu, katanya, sudah seharusnya Bupati Mimika Eltinus Omaleng segera mengajukan surat rekomendasi 35 nama caleg terpilih sesuai SK KPU Mimika Nomor 20 tahun 2014 itu ke Gubernur Lukas Enembe di Jayapura untuk segera diterbitkan SK pelantikannya.

Caleg terpilih lainnya, Max Werluken mengaku sangat kecewa dengan sikap Gubernur Papua Lukas Enembe dan Bupati Mimika Eltinus Omaleng yang tidak mau menemui caleg terpilih untuk membahas pelantikan DPRD Mimika.

“Sangat disayangkan kita punya pemimpin lewat pintu belakang dan tidak mau menemui kami sebagai rakyatnya yang sudah menunggu di pintu hotel. Kami seperti dipermainkan,” kata politisi dari PKPI itu.

Menanggapi aspirasi para caleg terpilih Mimika itu, Tamsil Linrung bersama rekan-rekannya menyatakan siap menindaklanjuti aspirasi mereka ke Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Jakarta.

“Kami sudah mendengar aspirasi bapak-bapak. Tapi juga perlu diingat bahwa kami di DPR ada komisi yang menangani masalah itu yaitu Komisi II. Kita akan teruskan hal ini ke Komisi II. Tolong surat-surat SK KPU Mimika tentang penetapan caleg terpilih diserahkan kepada kami untuk segera ditindaklanjuti,” pinta Tamsil, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera.

Ia menegaskan bahwa keberadaan lembaga DPRD di daerah sangat penting sebagai perwujudan dari prinsip demokrasi yang dianut di Indonesia.

“Kalau tidak ada DPRD, lalu bagaimana pemerintahan di sini bisa berjalan. Terus terang kami baru mengetahui masalah ini,” ujarnya.

Sebelum mencegat belasan anggota Komisi VII DPR RI, para caleg terpilih sempat mengamuk di luar Ruang Pertemuan Cenderawasih yang terletak di lantai dua Rimba Papua Hotel Timika.

Saat itu di ruang tersebut sedang berlangsung antara Komisi VII DPR RI dengan Gubernur Papua Lukas Enembe dan Bupati Mimika Eltinus Omaleng serta pihak-pihak terkait untuk membicarakan rencana pembangunan smelter di kawasan industri Pelabuhan Paumako, Distrik Mimika Timur.

Para caleg terpilih Mimika yang melakukan aksi di Rimba Papua Hotel Timika itu antara lain Saleh Alhamid dari Partai Hanura, Max Werluken dari PKPI, H Asri Anjang dari PKB, Joel Jolemal, Nathaniel Murib, Markus Timang dan lainnya.

Terkait hasil Pemilu 2014 di Kabupaten Mimika, Bupati Eltinus Omaleng bersihkeras untuk menggunakan SK KPU Mimika Nomor 16a sebagai acuan untuk menetapkan 35 caleg terpilih DPRD Mimika periode 2014-2019. Adapun KPU Mimika bertahan pada SK Nomor 20 tahun 2014.

Dalam menetapkan rekapitulasi suara Pemilu Legislatif 2014, KPU Mimika menerbitkan empat SK dengan jumlah perolehan suara parpol dan caleg yang berbeda-beda yakni SK Nomor 16a, SK Nomor 17, SK Nomor 18 dan SK Nomor 20.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain