3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38078

DPR: Segera Jalankan Distribusi LPG Tertutup

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —Wakil Ketua Komisi VII DPR Satya Widya Yudha meminta pemerintah segera menjalankan pola pendistribusian elpiji subsidi tiga kg secara tertutup.

“(Distribusi tertutup) ini untuk mengantisipasi migrasi besar-besaran dari masyarakat pengguna elpiji 12 kg ke tiga kg,” katanya dalam suatu diskusi di Jakarta, Minggu (1/3).

Hadir pula dalam diskusi Menteri ESDM Sudirman Said dan Wakil Ketua Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia Rully Ulyes.

Satya mengatakan, selama ini pemerintah masih menggunakan pola subsidi terbuka sehingga masyarakat secara bebas membeli elpiji tiga kg.

“Apabila, masih menggunakan pola terbuka, itu berarti sama saja membengkakkan subdisi elpiji, karena nantinya banyak masyarakat yang beralih ke elpiji tiga kg,” kata politisi Partai Golkar tersebut.

Ia melanjutkan, dampak buruk migrasi adalah ketersediaan elpiji tiga kg untuk kalangan bawah menjadi berkurang.

“Jadi, stok elpiji 12 kg akan banyak, namun yang tiga kg akan berkurang,” tuturnya.

Satya berharap, pemerintah segera menyosialisasikan distribusi tertutup elpiji tiga kg tersebut.

PT Pertamina (Persero) memutuskan harga elpiji nonsubsidi 12 kg mulai 1 Maret 2015 mengalami kenaikan sebesar Rp5.000 per tabung menjadi Rp134.000 dari sebelumnya Rp129.000 yang berlaku sejak 19 Januari 2015.

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, pertimbangan kenaikan harga elpiji 12 kg yang nonsubsidi tersebut semata-mata dikarenakan peningkatan harga pasar elpiji sesuai patokan kontrak (contract price/CP) Aramco.

Artikel ini ditulis oleh:

Ekspor Pertanian perJanuari 2015 Sebesar USD 2,28 Miliar

Jakarta, Aktual.co —  Kementerian Pertanian mencatat ekspor komoditas pertanian selama Januari 2015 mencapai 3,032 juta ton dengan nilai sebesar USD2,28 miliar.

Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil (PPHP) Kementerian Pertanian Yusni Emilia Harahap di Jakarta, Minggu (1/3) mengatakan, volume ekspor tersebut mengalami peningkatan dibandingkan Januari 2014.

Pada Januari 2014, tambahnya, volume ekspor komoditas pertanian mencapai 2,54 juta ton dengan nilai sebesar USD2,31 miliar.

 “Komoditas perkebunan masih menjadi penyumbang terbesar ekspor pertanian Indonesia kemudian disusul peternakan, hortikultura, dan tanaman pangan,” katanya.

Mengutip data yang dikeluarkan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Pertanian, Yusni membeberkan, pada Januari 2015 sektor perkebunan menyumbang devisa sebesar USD2,19 miliar dari volume ekspor sebanyak 2,96 juta ton.

Komoditas perkebunan utama yang masih jadi andalan ekspor yakni kelapa sawit senilai USD1,42 miliar dengan volume 2,40 juta ton, karet 282, USD10 juta (189.512 ton), kelapa USD102,78 juta (161.160 ton), kopi USD97,33 juta (33.922 ton), dan kakao USD97,45 juta (26.547 ton).

Sedangkan, pada Januari 2014 sektor perkebunan mampu menyumbangkan devisa USD2,19 miliar dari ekspor sebanyak 2,44 juta ton.

Sementara itu, lanjutnya, pada Januari tahun ini ekspor peternakan sebanyak 15.374 ton senilai USD41,62 juta, turun dibandingkan bulan yang sama 2014 yakni mencapai 15.813 ton senilai USD45,73 juta.

Untuk komoditas hortikultura, menurut Yusni, pada Januari 2015 memberikan sumbangan devisa sebesar USD39,14 juta dari volume sebanyak 31.005 ton .

“Komoditas utama dari subsektor hortikultura yakni nenas, manggis, kubis, sayuran lain dan pisang,” katanya.

Pada Januari tahun ini, tambahnya, nenas menyumbang devisa USD17,85 juta dengan volume sebanyak 15.863,74 ton, manggis senilai USD869 ribu (3.061 ton), kubis USD397 ribu (2.202 ton), sayuran lain USD8,22 juta (1.777 ton) dan pisang USD970 ribu (1.667 ton).

Sedangkan pada Januari 2014 ekspor hortikultura mencapai 25.913 ton dengan nilai USD36,15 juta, Sementara itu, menurut dia, ekspor komoditas tanaman pangan pada Januari 2015 sebanyak 24.220 ton dengan nilai USD10,82 juta turun dibandingkan bulan yang sama tahun lalu yakni mencapai 62.304 ton dengan nilai USD31,95 juta.

Artikel ini ditulis oleh:

Satu Juta Al-Quran Digital Braile

Imam Besar Masjidil Haram Syekh Adel Al Kabani (tengah) didampingi Wakapolri Komjen Pol. Badrodin Haiti (kiri)secara simbolis memberikan Al Quran kepada penyandang tuna netra pada peluncuran Al-Quran Digital Braille dan doa bersama di Zam-zam Restorant, Kemang, Jakarta, Minggu (1/3). Imam besar Masjidil Haram itu selain memberikan satu juta Al-Quran Braille kepada penyandang tuna netra, juga mendukung adanya hukuman mati di Indonesia terutama terhadap pengedar narkoba. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Zulkifli Hasan Ketum PAN, Kalahkan Hatta Radjasa Enam Suara

Denpasar, Aktual.co —   Zulkifli Hasan, Ketua MPR RI dan besan Amien Rais, akhirnya resmi terpilih menjadi Ketua Umum PAN periode 2015-2020.  Dalam penghitungan suara di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, pada Minggu malam (1/3) Zulkifli Hasan berhasil merenggut 292 suara pemilih.

Sementara, ketua umum bertahan, Hatta Rajasa hanya mendapatkan 286 suara dari total 586 pemilih se-Indonesia. Dari jumlah itu, tercatat ada empat suara yang rusak dan abstain.

Kongres partai berlambang matahari yang berbasis kader Muhammadiyah ini oleh kalangan media juga  disebut-sebut sebagai ‘pertarungan para besan politik’ ternyata setipis apapun selisih suara kedua kandidat telah dimenangi oleh kubu besan Amien Rais.

Alhsil para pendukung Hatta Radjasa dari kubu besan Susilo Bambang Yudoyono (SBY), mau tak mau, harus mengakui keunggulan Zulkifli Hasan besan Amien Rais.   

Artikel ini ditulis oleh:

Sudah 27 Tahun Lima Desa di Batu Ampar Kalbar Belum Teraliri Listrik

Jakarta, Aktual.co — Lima desa di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, sudah lebih dari seperempat abad belum teraliri listrik produksi PT PLN.

“Sudah hampir 27 tahun selama desa ini dibentuk, namun sampai sekarang belum ada listrik dari PLN. Bukan cuma desa saya, tapi empat desa lainnya seperti Muara Tiga, Desa Tanjung Beringin, Desa Tanjung Harapan dan Sungai Kerawang juga mengalami nasib yang sama seperti desa saya,” kata Kades Sumber Agung, Arifin Noor Aziz di Sungai Raya, Minggu (1/3).

Untuk itu, mewakili masyarakat desanya, dia meminta pemerintah Kubu Raya agar bisa memperhatikan desa mereka dan meminta PLN untuk segera menyambyungkan aliran listrik ke sana.

“Kami merasa, daerah kami ini seperti dianaktirikan, terutama desa se-Kecamatan Batu Ampar. Intinya daerah kami bisa dikatakan terisolir,” tuturnya.

Arifin terus mengusahakan berkoordinasi dengan pihak PLN dan pemerintah daerah, namun hingga kini belum mendapatkan hasil.

“Jawaban Pemkab maupun PLN, belum ada anggaran untuk daerah kami, makanya kami merasa desa kami ini tidak diperhatikan selama ini,” katanya.

Tidak hanya itu, Arifin menyatakan sudah melakukan koordinasi dengan daerah pemkab Kayong Utara yang merupakan perbatasan langsung dengan Kubu Raya. Namun pemda Kayong Utara juga sama kekurangan listrik, sehingga belum bisa membantu daerah kami mereka.

“Listrik dan jalan ini merupakan kebutuhan masyarakat, terutama berpengaruh dengan perekonomian, pendidikan serta yang lain. Selama ini, untuk mendapatkan listrik, masyarakat harus mengeluarkan dua liter setiap rumah untuk menghidupkan mesin genset, sehingga di dalam satu desa harus mengeluarkan sekitar 21 ribu liter perbulan.

“Karena patungan BBM, tidak selamanya mesin genset beroperasi dan terbatas waktunya,” katanya.

Tidak hanya mengenai listrik, ia juga meminta dengan pemerintah juga memperhatikan jalan, karena untuk mengakses ke kota kecamatan, masyarakat harus menggu musim kemarau. Karena, jika musim penghujan, daerah mereka tidak bisa dilalui, karena becek yang cukup parah.

“Bahkan kalau musim hujan, masyarakat di daerah kami tidak bisa beraktivitas. Maka, beberapa kepala desa yang ada di Batu Ampar ini sempat mengancam akan pindah ke Kayong Utara, karena selama ini kami merasa memang tidak diperhatikan oleh Pemkab Kubu Raya,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Hektaran Kebun Karet Berubah Menjadi Kebun Sawit

Jakarta, Aktual.co — Sedikitnya 18 hektare tanaman karet telah produksi milik warga Desa Tinduk, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dialihkan ke tanaman sawit.

“Harga jual getah karet sekarang semakin tidak jelas, lebih baik saya ganti saja dengan tanaman sawit yang harganya lebih bagus ketimbang getah karet,” kata Wahono, pemilik kebun karet di Sampit, Minggu (1/3).

Wahono mengaku tanaman karet miliknya tersebut sudah berumur delapan tahun dan telah berproduksi rata-rata 2-3 kuintal setiap harinya.

“Saya sangat kesal karena harga getah karet di tingkat petani tidak kunjung membaik, yakni hanya mencapai Rp6.000/kg dan jika dibiarkan saya akan rugi untuk itu saya lebih memilih mengganti dengan tanaman sawit,” ucapnya.

Saat ini tanaman karet sedang dalam proses penebangan, selanjutnya tinggal pembersihan dan penanaman.

Untuk bibit sawit pengganti tanaman karet, Wahono mengaku telah menyiapkan jenis unggul agar hasil panen nantinya bisa bagus dan memiliki harga jual tinggi.

“Kalau bibitnya bagus nilai jualnya tinggi, dan kelebihan lain dari tanaman sawit adalah, semakin tua umurnya maka harga jualnya akan semakin tinggi juga,” katanya.

Wahono mengungkapkan, bertanam karet bisa rugi karena selain harga jualnya tidak menentu juga sulit mencari buruh panen.

Berbeda dengan tanaman sawit, jika sudah mulai panen pembeli dating langsung ke kebun, mereka langsung memetiknya, pemilik kebun hanya mengawasi bisa terima uang.

Sementara itu, Amir petani karet lainnya mengaku memilih akan mempertahankan tanaman karetnya meski harga jualnya saat ini sedang turun, yakni dari Rp11.000 menjadi Rp6.000/kg di tingkat petani.

“Saya belum ada keinginan untuk mengganti tanaman karet ketanaman sawit, saya yakin suatu saat nanti harga jual getah karet akan kembali seperti semula, bahkan tidak menutup kemungkinan akan lebih mahal lagi dari sebelumnya,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain