2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38079

Mensos: Raskin Mampu Turunkan Harga Beras

Jakarta, Aktual.co —Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan, penyaluran beras untuk warga miskin secara tepat sasaran bisa mereduksi harga beras 50 sampai 60 persen.

“Titik-titik yang sudah saya monitor, ketika raskin didistribusikan secara tepat waktu dan tepat sasaran ini bisa mereduksi harga beras 50 sampai 60 persen,” kata Mensos usai menghadiri acara wisuda di Pondok Pesantren Tansyitul Muta’allimin, Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/3).

Oleh karena itu, ia meminta raskin segera didistribusikan.

Khofifah mengakui keterlambatan pendistribusian raskin di sejumlah wilayah, hingga Jumat (27/2), karena Sabtu (28/2) dan Minggu tidak ada distribusi, sehingga jumlah yang sudah disalurkan baru 45 persen dari total distribusi nasional.

Dikatakannya, raskin untuk November dan Desember 2014 sudah dibagikan pada Januari 2015.

Sedangkan, raskin untuk Januari 2015 baru diluncurkan secara resmi 28 Januari, sehingga proses distribusi untuk Februari 2015 kembali terlambat.

“Besok sudah 2 Maret, jadi awal bulan ini saya minta tolong untuk raskin segera didistirbusikan. Kalau yang Februari belum didistribusikan, saya minta tolong disalurkan untuk dua bulan itu sekaligus,” katanya.

Menteri menyatakan, stok beras di Bulog untuk raskin tersebut cukup, begitu juga dengan anggaran untuk penyaluran raskin sudah tersedia, sehingga tidak ada alasan untuk tidak mendistribusikannya.

“Supaya gejolak harga beras di pasaran itu bisa mengalami proses penetrasi dari distribusi raskin,” katanya.

Ia mengatakan, beras raskin menyasar 15,5 warga miskin sesuai target sasaran yang setiap keluarga mendapat 15 kilogram per bulan dengan anggaran yang digelontorkan sebesar Rp18,8 triliun.

“Kita tidak bisa bergerak dari APBN yang memang mengalokasikan anggaran Rp18,8 triliun. Pada posisi itu kalau per keluarga mendapat 15 kg beras raskin per bulan bisa mencover 15,5 juta rumah tangga miskin,” katanya.

Mensos menambahkan, jika kemudian ada perluasan, maka masing-masing daerah sesuai dengan kuota yang ada bisa menyampaikan usulan kemungkinan dilakukan redistribusi tambahan.

“Tetapi, tetap kuotanya untuk 15,5 juta RTS per keluarga mendapat 15 kg dan dananya Rp18,8 triliun,” kata Mensos.

Artikel ini ditulis oleh:

Satpol PP Akan Tertibkan Bangunan Liar di Puncak

Jakarta, Aktual.co —Kepala Bidang Pembinaan dan Pemeriksaan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bogor, Agus Ridho menyatakan akan bertindak cepat untuk mengatasi bangunan liar yang permanen di wilayah Rindu Alam Puncak Bogor, Jawa Barat.

Karena keberadaannya menyalahi Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2006 tentang ketertiban umum.

“Bangunan permanen di Rindu Alam Puncak memang masuk wilayah hukum Pemkab Bogor dan jika ada bangunan itu sudah menyalahi aturan,”kata Kepala Bina Riksa Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho di Cibinong, Minggu (1/3).

Ia mengatakan kawasan rindu alam yang kemarin terkena bencana longsor sebenarnya sudah tidak ada lagi bangunan permanen yang berdiri. Karena kawasan tersebut adalah kawasan terbuka hijau percontohan untuk wilayah lainnya.

“Di sana kita sudah melakukan penertiban bangunan liar. Tetapi bangunan lama disekitar Rindu Alam yang tidak terkena longsor masih dalam tahap koordinasi dengan kecamatan,”katanya.

Ia memastikan akan membongkar semua bangunan semi permanen dan permanen milik pedagang kaki lima. Karena kawasan itu rawan longsor dan sebagai kawasan percontohan penegakan Perda Kabupaten Bogor.

Ia menyatakan akan mengirim tim ke lokasi rindu alam puncak untuk memastikan tidak ada lagi bangunan permanen atau kaki lima yang berdiri di kawasan itu. Jika ada bangunan baru maka Pemkab Bogor melalui Satpol PP akan bertindak tegas melakukan penggusuran.

Tetapi, kata dia, terkait bangunan lama di rindu alam sedang dalam tahap koordinasi dengan Kecamatan setempat. Satpol PP sebagai penegak perda akan bertindak cepat untuk mengatasi bangunan liar di Kabupaten Bogor.

“Saya sangat berterima kasih atas laporan masyarakat. Karena itu sangat membantu Satpol PP dalam menegakan Perda Kabupaten Bogor,”katanya.

Ia memastikan kawasan rindu alam puncak akan bebas dari bangunan liar pedagang kaki lima. Jika ada bangunan liar di kawasan tersebut Satpol PP tidak akan segan-segan bertindak tegas dengan melakukan pembongkaran.

Ia berharap kawasan rindu alam puncak jangan menjadi kawasan penyebab bencana alam. Dengan cara penertiban bangunan liar dikawasan itu bencana longsor bisa berkurang di Kabupaten Bogor.

Artikel ini ditulis oleh:

Perhitungan Suara Tegang, Mungkinkah Zul Kalahkan Hatta?

Jakarta, Aktual.co —  Penghitungan hasil pemilihan suara Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) diwarnai ketegangan. Antara lain akibat protes dari kubu Hatta Radjasa yang merangsek ke depan lokasi penghitungan suara.

Alhasil, proses penghitungan suara pun sempat  dihentikan. Saat itu baru 104 suara yang terhitung dengan keunggulan sementara bagi  Zulkifli Hasan. Protes kubu Hatta saat itu karena mereka menduga ada suara Hatta yang tak dihitung.

Tidak terima dengan aksi kubu Hatta, pendukung Zulkifli Hasan pun ikut merangsek ke depan. Namun, berkat kesigapan panitia akhirnya para pendukung Zulkifli urung maju ke depan.

Karena, panitia penghitungan suara dengan segera mengimbau semua pendukung dari kedua kubu agar tidak maju ke depan, sebab sudah ada saksi dari kedua kandidat yang sejak awal telah bertugas di depan. “Saksi dari kedua kubu sudah ada di depan,” katanya.

Namun karena terus mendapat protes, panitia pun akhirnya bersedia melakukan penghitungan ulang. “Baik, kita ulang penghitungan. Tolong dibacakan pelan-pelan,” kata panitia tadi.

Kongres IV PAN ini mulai tegang sejak pembukaan, karena mantan ketua umum pertama PAN Amien Rais sempat menyindir Ketum demisioner PAN Hatta Rajasa. Amien meski tidak menyebut nama, namun tersirat menyatakan Hatta berbohong soal pertemuan dengan Joko Widodo dan Surya Paloh tahun 2014 lalu.

“Saya mau meluruskan satu hal. Saya jamin tanggal 30 September malam hari, di sebuah kantor DPP partai menengah terjadi rapat harian. Sang ketum katakan akan menemui teman-teman KMP (Koalisi Merah Putih),” kata Amien saat berpidato dalam pembukaan Kongres hari Sabtu (28/2/2015).

Amien dalam pidato di The Westin Hotel Nusa Dua, Bali ini, menuturkan sang ketum yang dimaksudnya itu pun bergegas meninggalkan rapat. Tapi begitu dipantau dari pemberitaan media massa kemudian, ternyata sang ketum bukan menemui pimpinan KMP seperti yang didalihkan.

“Sejam kemudian di detik.com, ketum bukan temui KMP tapi ketemu Paloh bertemu Jokowi. Siapa ketum itu saya lupa namanya,” ujar Amien, yang juga Ketua MPP (Majelis Pertimbangan Pusat) PAN itu.   Karena itu, lanjut Amien di dalam pidatonya, “Kita lurus jangan bohong, apa adanya. Insya Allah PAN maju.”

Atas sindiran Amien itu, Hatta yang hadir dalam pembukaan, tidak menanggapi. Rona wajahnya malah tampak datar. Meski tak menyebut nama ketum yang dimaksud, sindiran itu jelas ditujukan kepada dirinya yang pada September 2014 bertemu dengan Jokowi di rumah Surya Paloh. Pertemuan yang semula dirahasiakan itu, kemudian sempat diendus dan diberitakan oleh berbagai media.

Artikel ini ditulis oleh:

Pencurian Air PDAM Surabaya Banyak Dilakukan Orang Kaya

Jakarta, Aktual.co —Jumlah kasus pencurian air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surabaya pada tahun ini meningkat 30 persen dari tahun sebelumnya.

Manajer Penertiban PDAM Kota Surabaya Nanang Adi Sucipto, di Surabaya, Minggu (1/3), mengatakan kenaikan pencurian air itu terhitung pada tahun 2014 dibandingkan dengan tahun 2013.

“Untuk tahun 2015 juga akan terjadi lonjakan pencurian air karena Januari hingga Februari telah berhasil kami bongkar pencurian air dengan nilai kerugian mencapai Rp280 juta,” katanya.

Berdasarkan data PDAM Surya Sembada Kota Surabaya dari Januari hingga Desember 2014, telah terjadi 1.613 kasus pencurian air yang dilakukan masyarakat.

Dari kasus tersebut, PDAM kehilangan air sebanyak 583.790 meter kubik, sedangkan potensi kerugian mencapai Rp2,1 miliar atau Rp 2.123.247.100.

Adapun modusnya dengan melakukan penyambungan pipa secara ilegal sebelum meter air atau model T. Selain itu ada juga dengan cara merusak gigi meter sehingga meter air berjalan lambat dan juga dengan cara membuka paksa meter air.

Nanang mengatakan dari operasi yang dilakukan, kebanyakan yang melakukan pencurian air adalah orang kaya. Hal ini bisa dilihat dengan temuan di lapangan dengan lokasi di perumahan mewah seperti di kawasan Kertajaya, Mayjen Sungkono, Darmo Grand. Tidak itu saja, rumah musik dan pemilik kos kerap melakukan pencurian air.

“Jika dilihat persentasenya, orang kaya sebanyak 75 persen yang melakukan pencurian air, sedangkan sisanya adalah masyarakat bawah. Orang kaya melakukan pencurian air ini sendiri dengan harapan bisa membayar lebih murah,” katanya.

Nanang mengaku terkejut dengan maraknya pencurian air di Surabaya, sebab tarif PDAM yang dikenakan sangat murah dibandingkan dengan tarif PDAM di daerah lain.

Disinggung soal sanksi terhadap pencurian air, Nanang mengaku saat ini masih berupa penindakan administrasi. Artinya mereka dikenakan denda saja dan penyitaan alat bukti.

“Tidak menutup kemungkinan kami akan menjerat mereka dengan tindak pidana yang merugikan negara, karena itu kami menjalin kerja sama pihak kejaksaan,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Penghitungan Suara Dimulai, Sementara Zul Ungguli Hatta

Denpasar, Aktual.co — Proses penghitungan suara pada Kongres IV Partai Amanat Nasional (PAN) mulai dilakukan. Pada penghitungan awal Zulkifli Hasan adalah nama yang disebut.

Ketua DPP PAN, Tjatur Sapto Edy menuturkan, pemilihan suara tengah diambil berdasarkan provinsi. “Ada 584 pemilik hak suara,” kata Tjatur di arena kongres, Minggu (1/3).

Di penghitungan awal, perolehan suara sementara mengungguli Zulkifli Hasan. Namun, perolehan Zulkifli tak terlalu jauh dari perolehan suara Hatta Radjasa. Apalagi, penghitungan baru puluhan suara.

Riuh rendah suara pendukung terdengar begitu nama kandidat yang mereka usung memperoleh suara.

Artikel ini ditulis oleh:

Ketua DPC PKB Siap Bersaing Dengan Wali Kota Risma

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kota Surabaya Syamsul Arifin menyatakan siap bersaing dengan dua calon Wali Kota Surabaya yang sempat dilirik PKB yakni Tri Rismaharini dan Arzeti Bilbina dalam Pilkada Surabaya 2015.

“Saya siap maju, jika elemen di PKB setuju saya maju. Tapi, saya masih mau konsultasi dengan para sesepuh dan tokoh masyarakat Surabaya, utamanya juga dari DPW dan DPP PKB,” katanya di Surabaya, Minggu (1/3).

Menurut Syamsul, dirinya mendapat dukungan dari organisasi sayap PKB yakni Garda Bangsa.

Ia mengatakan, Ketua Garda Bangsa Surabaya Amin Azhari sempat mendukung dirinya maju dalam Pilkada Surabaya dengan alasan untuk kriteria calon wali kota dan wakil wali kota harus figur yang punya kontribusi pada partai.

Figur calon kepala daerah yang diusung, kata dia, haruslah orang yang sudah berkontribusi dan berkeringat untuk partai.

“Tidak bisa tiba-tiba orang luar dan bukan kader datang begitu saja,” kata Syamsul menirukan perkataan Amin Azhari.

Selain itu, lanjut dia, pesan Amin adalah jika PKB sebagai satu-satunya partai politik yang dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU), maka harus selalu mendengar nasihat para kiai dan ulama.

Seperti halnya mengingatkan pendapat PWNU yang sempat menolak wacana PKB mencalonkan anggota FPKB DPR RI Arzeti Bilbina sebagai calon Wali Kota Surabaya, dengan alasan figur yang dicalonkan harus yang sudah berkeringat untuk partai.

Karena itu, bila merujuk pendapat kiai dan ulama itu, pihaknya jelas menolak calon dari luar PKB, sekalipun calon itu populer seperti Wali Kota Surabaya Tri RismaHarini. Alasannya, Risma tidak pernah berkeringat di PKB dan juga sulit diajak berkoordinasi.

“Kalau soal saya berkeringat atau tidak di PKB, saya serahkan kepada kader PKB untuk menilainya,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain