2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38088

‘Teman Ahok’ Minta Menggelar Aksi di Car Free Day

Jakarta, Aktual.co —  Sekelompok anak muda yang mengatasnamakan dirinya sebagai ‘teman ahok’ menggelar aksi untuk meminta dukungan kepada warga DKI Jakarta terhadap langkah Gubernur Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dalam melawan korupsi di DPRD Jakarta.
Acara yang digelar disela-sela Car Free Day (CFD) di Bundaran HI ini meminta dukungan atau simpati dari warga Jakarta, baik melalui tandatangan diatas sepanduk yang bertuliskan ‘#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD’, pembagian topeng muka Ahok, dan menempelkan postingan dalam mading aspirasi.
“Pesan kita ini untuk menghimbau Ahok tidak sendiri, warga DKI mendukung, dan kami mencari simpati warga Jakarta di Car Free Day ini. Ini ada 6 papan tulis, kumpulan petisi dan aspirasi. Yang nanti akan kami domenterkan dan akan kami serahkan kepada Ahok nantinya,” kata Kordinator Aksi ‘Temen Ahok’, Aditiya Yogi Prabowo, di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (1/3).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, inisiatif awal bermula ketika puncak kekisruhan antara mantan Bupati Belitung Timur dengan dewan DKI Jakarta yang berujung pada hak angket di sidang paripurna.
“Ini inisiatif, bermula dari adanya kisruh APBD kemarin, dan puncaknya ketika Ahok memberikan dokumen penting kepada KPK terkait adanya dugaan dana siluman itu,” ujarnya.
Semenatra itu, salah satu kordinator Teman Ahok, Yowan menegaskan dukungan ini bukan menunjukan bahwa kita adalah pendukung Ahok, melainkan aksi ini hanya mendukung langkah mantan Wakil Gubernur DKI itu dalam pemberantasan korupsi pada anggaran daerah.
“Kita bukan mendukung Ahok dan artian pribadinya, melainkan mendukung niat Ahok yang ingin memerangi pembegalan di APBD. Kalau soal dukungan nanti kita akan pikirkan lagi dalam Pilkada 2019, apakah kita akan memilih lagi atau tidak,” ucapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Nebby

Cegah Bocor, Aparat Jaga Percetakan Soal UN

Jakarta, Aktual.co — Kepala Dinas Pendidikan Sumatra Barat(Sumbar) Syamsurizal mengatakan, sejumlah langkah telah dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kebocoran soal ujian nasional (UN) 2015 di daerah itu.
“Kami menempatkan tiga orang untuk melakukan pengawasan melekat selama 24 jam di lokasi penggandaan soal UN Sumbar 2015,” kata dia di Padang, Minggu (3/1).
Menurut dia, pengawas yang telah ditunjuk itu tidak saja dari Dinas Pendidikan, tetapi juga dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan(LPMP) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
“Kami yakin, pengawasan yang dilakukan bisa memperkecil kemungkinan kebocoran soal,” kata dia.
Selain pengawas, menurut dia, pihak kepolisian juga diikutkan dalam pengawasan dan penjagaan penggandaan soal UN di Sumbar.
“Pihak perusahaan yang menggandakan soal juga diminta untuk melakukan sejumlah langkah antisipasi,” kata dia.
Direktur Utama PT Grafika Jaya Sumbar yang menjadi pemenang tender penggandaan soal UN Sumbar 2015, Dasril, mengatakan setiap hari akan ada empat orang petugas kepolisian dari Polda Sumbar yang menjaga secara bergantian ruangan penggandaan soal UN di perusahaan milik daerah tersebut.
“Kami juga menetapkan kebijakan satu pintu untuk masuk dan keluar. Siapa pun yang masuk dan keluar akan diperiksa,” kata dia.
Menurut dia kebijakan itu akan lebih memudahkan pengawas dan pihak kepolisian dalam mengawasi proses penggandaan soal UN.
“Untuk lebih memantapkan lagi proses pengawasan, kami memasang CCTV di seluruh ruangan perusahaan yang dapat dipantau setiap saat,” kata dia.
Di samping itu, menurut Dasril, pihaknya juga mewajibkan seluruh pegawainya menandatangani pakta integritas untuk menjaga materi soal UN agar tidak sampai bocor ke luar.
PT Grafika Jaya Sumbar merupakan perusahaan milik daerah yang berhasil memenangi tender penggandaan soal UN Sumbar 2015 dengan nilai mencapai Rp2,054 milliar.
Master soal UN tersebut telah sampai di Sumbar pada Jumat(27/2) dan sudah mulai digandakan dengan waktu pengerjaan 16 hari.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Puting Beliung dan Hujan Es

Jakarta, Aktual.co —  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai fenomena angin langkisau (puting beliung) dan hujan es selama masa peralihan musim dari hujan ke kemarau.
Kepala Bidang Informasi Meteorologi Publik BMKG A Fachri Radjab di Jakarta, Minggu (3/1), menyebutkan beberapa wilayah di Indonesia telah melewati puncak musim hujan.
“Umumnya setelah periode ini, kondisi atmosfer sangat dinamis, perubahan cuaca akan cenderung menjadi lebih cepat,” katanya.
Bersamaan dengan kondisi tersebut, kata dia, keberadaan awan-awan Cumulonimbus (CB) masih sangat potensial dan biasanya akan muncul pada siang hingga menjelang malam hari.
Fenomena angin langkisau dan hujan es di beberapa tempat di Indonesia, seperti di Klaten, Yogyakarta, Depok, Bandung, dan Bengkulu, menurut dia, dari sisi dinamika atmosfer fenomena seperti ini memang mungkin terjadi, terutama ketika ada perbedaan suhu yang mencolok pada pagi dan siang hari.
Salah satu penyebab terjadinya angin langkisau adalah adanya awan CB. Angin ini memiliki pola yang hampir mirip dengan tornado tetapi dalam skala kecil. Fenomena angin langkisau dan hujan es ini masih berpotensi terjadi, terutama pada peralihan musim dari musim hujan ke kemarau.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya angin langkisau dan hujan es yang disebabkan oleh awan CB ini.
“Secara kasat mata awan ini dapat dikenali dengan bentuknya yang khas, yaitu berwarna gelap dan tampak besar seperti bunga kol,” katanya.
Langkah antisipasi yang dapat dilakukan, antara lain dengan merapikan pohon-pohon yang tinggi serta rapuh, atap-atap rumah yang mudah terhempas dan berlindung ketika terjadi angin langkisau.
Sebelumnya, bencana angin langkisau terjadi di Desa Sidorejo, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, Selasa (24/2). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu menyebut sejumlah orang terluka, lima rumah rata dengan tanah, dan 45 rumah lainnya rusak.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

DPR: Ada Pengkondisian Secara Sistemik dari Kenaikan Harga Beras

Jakarta, Aktual.co —  Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan mengatakan, kenaikan harga beras menjelang panen raya dikondisikan secara sistemik oleh pihak tertentu agar dikeluarkan kebijakan impor yang merugikan petani.
“Ada pihak-pihak tertentu, yang kuat, yang mengondisikan beras agar melakukan kebijakan impor,” katanya disela masa reses di Pontianak, Minggu 3/1).
Menurut anggota DPR daerah pemilihan Kalbar ini, ketika kebijakan impor dilakukan sekarang, maka beras-beras tersebut akan datang saat musim panen raya.
“Kalau impor terus dilakukan, petani yang akan tertekan, karena harga bakal terpengaruh,” ujarnya.
Daniel menambahkan, Komisi IV DPR sudah sepakat dan berkomitmen dengan pemerintah bahwa tidak akan dilakukan impor beras.
“Ini demi kesejahteraan petani, dan kedaulatan panggan. Jadi sekarang ini kita nol impor,” tuturnya.
Ia melanjutkan, di sela waktu yang singkat, pihak terkait seperti Bulog harus melakukan operasi pasar.
Namun, ia meminta Bulog tidak menganggarkan untuk perusahaan besar.
Lebih tepat tambahnya, kalau operasi pasar dilakukan koperasi dan pengusaha serta pedagang kecil.
“Kalau pedagang kecil, hanya memiliki kios kecil tidak mungkin mereka menimbun beras. Sehingga pedagang kecil ini minta barang kepada Bulog harus dikasih. Kalau tidak, harga tidak turun,” kata Daniel yang juga Ketua Kelompok Fraksi PKB di Komisi IV itu.
Ia juga mengingatkan peran penting dari Perum Bulog untuk menstabilisasi harga jual beras hingga di tingkat pengecer.
“Fungsi Bulog harusnya melakukan stabilisasi harga jual dan Bulog juga harus melakukan pemantauan ke tingkat pengecer untuk tidak menjual melebihi harga eceran tertinggi,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kesadaran Masyarakat Untuk Tak Konsumsi Penyu Masih Minim

Jakarta, Aktual.co — Komunitas Jajaran Relawan Untuk Melestarikan Penyu Bantul atau “Jarum Pentul” terus berupaya menjaga kelestarian hewan laut dilindungi khususnya jenis penyu di pantai selatan Jawa karena masih terjadi penangkapan dan perburuan.
“Upaya kami lakukan memberikan sosialisasi dan pemahaman khususnya kepada nelayan di wilayah pantai selatan DIY untuk tidak menangkap dan mengkonsumsi penyu,” kata Ketua Relawan Jarum Pentul, Ferry Munandar, Minggu (3/1).
Menurut dia, upaya untuk menjaga agar penyu-penyu yang diperkirakan jumlahnya tinggal sedikit tersebut tidak punah.
“Kalau untuk di wilayah Bantul, nelayan sudah tak ada lagi yang memancing penyu untuk dikonsumsi sendiri atau disajikan ke tamu,” katanya.
Ia mengatakan, penangkapan penyu memang potensi lebih besar terjadi di pantai daerah Gunung Kidul. Apalagi, di sana merupakan kawasan habitat penyu makan.
“Ada dua tempat habitat penyu, yaitu untuk bertelur dan makan. Di Bantul, kawasan yang lebih besar potensinya untuk bertelur. Sementara, di Gunungkidul itu kawasan mereka untuk makan. Karena di sana banyak tersedia rumput laut dan ubur-ubur berukuran kecil,” katanya.
Kepala Seksi Konservasi Balai Konservasi Sumber Dalam Alam (BKSDA) Yogyakarta Titik Sudaryanti mengatakan kesadaran masyarakat atau nelayan di pesisir pantai selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih minim terhadap pelestarian hewan laut dilindungi, yaitu penyu. Terutama mereka yang ada di daerah-daerah pelosok.
“Baik sengaja ataupun tidak, sampai saat ini masih ada yang menangkap penyu. Baik itu terkena pancing mereka atau jaring,” katanya.
Ia mengatakan, kadang kalau terkena pancing ada yang dilepas langsung, namun masih ada juga yang kemudian dibawa untuk dikonsumsi.
“Masih belum semua masyarakat di sepanjang pantai selatan mempunyai kesadaran terhadap pelestarian hewan dilindungi,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Beras Raskin Habis Pada November Tahun Lalu



Jakarta, Aktual.co —Kepala Bidang Pelayanan Badan Urusan Logistik (KBP Bulog) Leli Subekti mengatakan pendistribusian beras kosong karena raskin sudah habis dari bulan November hingga Desember tahun lalu. Ia mengaku Bulog hanyalah operator yang melakukan tugas atas perintah pemerintah. Hal itu dia katakan dalam agenda diskusi di Jakarta, Sabtu, 28, Februari, 2015.
Selain itu, Leli juga mengaku Pada proses pengeluaran dan pendistribusian beras, Bulog hanya mengeluarkan atas persetujuan pemerintah. 

Artikel ini ditulis oleh:

Warnoto

Berita Lain