1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38100

Beras Naik, Kemendag Klaim Sedang Lakukan Perbaikan

Jakarta, Aktual.co —  Dirjen Perdagangan Kemendag Robert J. Bintaryo mengaku tengah melakukan perbaikan stakeholder pertanian dan pengawasan harga pasar dalam mengantisipasi kenaikan harga beras.

“Kita ada di tengah-tengah terkait kenaikan harga beras. Kemendag sedang melakukan perbaikan, seluruh staleholder di hulu, pertanian dan perhubungan soal distribusi,” ujar Robert di Jakarta, Sabtu (28/2).

Menurutnya, sesuai Amanat UU No 7 2014 peran kemendag menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi. Robert juga mengatakan kemendag telah melakukan pengawasan terhadap operasi pasar.

“Kita ada pemantauan melalui harga dan distribusi. Diharapkan bisa menggelontorkan harga, upaya tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri dan erja sama dengan bulog diharapkan operasi pasar bisa bergulir sampai beras turun,” katanya

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Spekulasi Kenaikan Harga Beras Jadi Ajang Persekongkolan

Jakarta, Aktual.co — Pemerhati Pertanian Khudori mengatakan spekulasi masalah beras akan dimanfaatkan sebagai celah persekongkolan pedagang. Mereka menganggap kebijakan pemerintah saat ini tidak tepat.

“Ada ‘missing link’ dari sisi pengadaan, distribusi dan outlet atau pengeluarannya. Itu tidak match, kalau begitu bagaimana mencegah persekongkolan para pedagang,” ujar Khudori di Jakarta, Sabtu (28/2).

Menurutnya, spekulasi tidak bisa dihindari karena belum ada upaya bagaimana menjaga spekulasi.

“Info yang saya dapat dari koperasi pedagang, ini turunnya 500 tapi dari pemerintah turun 150. Apakah harus operasi pasar tiap hari. Ini menegaskan adanya spekulasi. Mereka yang punya stok keuntungannya semakin menipis. Artinya stok mereka dikeluarkan. Berati betul ada spekulasi,” katanya

Khudori mengatakan pemerintah dan Bulog serta pihak terkait harus segera selesaikan masalah ini, harga yang liar tidak bisa dibiarkan karena akan berdampak inflasi dan berpengaruh ke angka kemiskinan.

“Ancaman kelaparan itu persoalan berikutnya, pemerintah harus fokus pada kerja yang tidak populer, tekun dan berkesinambungan . Ini penting buat fondasi,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Beras Naik Tajam, KPPU: Ada Indikasi Permainan Kartel Beras

Jakarta, Aktual.co —   Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf menilai ada persekongkolan pasar yang memungkinkan terjadi kartel. Selain itu, persoalan supply beras adalah komoditi yang rentan pada peristiwa alam dan perubahan musim.

“Hasil monitoring yang kita lakukan, harga beras sekarang naik hingga 10-15 persen. Di Samarinda mencapai 15-20 persen, bahkan Jakarta apa lagi, kenaikan ini tidak wajar. Kenapa, dan gangguannya di mana, apakah dari produksi yang kurang,” ujar Syarkawi di Jakarta, Sabtu (28/2).

Menurutnya, saat ini terjadi 0,9 persen penurunan produksi beras. Pemerintah sepertinya memberi signal di pasar kalau raskin ingin diganti ‘three money’. Di level petani ada pengusaha penggilingan. Kemungkinan terjadi spekulasi di titik tengah antara pengusaha penggilingan dan pedagang besar.

“Mereka jumlahnya sedikit. Persekongkolan bertujuan untuk bersama menetapkan produksi, menetapkan harga dan membagi wilayah. Indikasi yang melakukan koordinasi penetapan harga, bisa saja terjadi kartel lokal. Sejak 2007, kita data pedagang yang bermain, di Sumut ada 7 pemain besar yang menguasai penggilingan besar. Di jabar 4, di jatim dan di lampung. Ini semua sentra beras,” katanya

Syarkawi mengatakan jika ada indikasi kartel beras, maka harus ada penegakkan hukum.

“kita sudah minta Mendag panggil mafia, setiap kanaikan harga dilihat dari supply tahun ketahun pertambahan beras naik,” katanya

Selain itu, ia menuturkan sisi lain supply persoalannya bisa disebabkan oleh pertama, beras ini komoditi yang sangat rentan terhadap peristiwa disaster. Kedua, gangguan dari perubahan beras itu sendiri.

Sementara ia menilai kenaikan beras tidak waras dan kemungkinan bisa terjadi kartel.

“Kenaikan beras saat ini tidak waras, kenaikannya bervariasi. yang jadi persoalan kenapa terjadi kenaikan. Persoalan terkait produksi terjadi pergerseran tanam, raskin yang harusnya sampe oktober itu tidak dilakukan. Semua ini terakumulasi mencari peluang terhadapa pelaku usaha. Kartel terjadi dari kebijakan pemerintah menuju persekongkolan,” katanya

Ia menggap kartel ini berawal faktor kebijakan pemerintah yang memberi sinyal tidak pas.

“Kita harapakan menteri inisiatif memberi data terkait kartel, dari struktur pasar mungkin terjadi karena pemain di pasar berpeluang besar. Supply chance itu yang memungkinkannya terjadi kartel,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Menatap Masa Depan PAN

Dari kiri ke kanan, Populi Center, Nico Haryanto, Moderator, Ichan Laulemba, Pengamat Politik Islam, Salim Said, Pengamat Politik PAN, Indra Jaya Pailing saat menjadi pembicara pada acara diskusi di Sebuah Resto, Menteng, Jakarta, Sabtu (28/2/2015). Diskusi tersebut membahas seputar kongres Partai Amanat Nasional (PAN) yang sedang berjalan di Bali, diskusi dengan mengangkat tema “PAN Menatap Masa Depan” AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Sedikit WNI Berziarah ke Makam Syekh Abdul Qadir Jaleani

Baghdad, Aktual – Saat ini belum banyak warga Muslim Indonesia yang berziarah ke makam tokoh sufi besar, Syekh Abdul Qadir Jaelani, di Baghdad.  Padahal ajaran ulama besar ini menjadi sumber rujukan tarekat Qadiriyah dan Naqsyabandiyah, yang cukup banyak pengikutnya di Indonesia.   

Demikian dinyatakan Saeful Anwar, warga Indonesia penganut Muslim Sunni dan pengikut tarekat Qadiriyah kepada Redaktur Senior Aktual.co, Satrio Arismunandar. Satrio melaporkan langsung dari Baghdad, ibukota Irak, Sabtu (28/2).

Saeful, warga asal Cirebon yang tinggal dan bekerja di Irak sejak 2012 mengatakan, pengikut tarekat yang banyak berziarah ke makam Syekh Abdul Qadir Jaelani adalah berasal dari India, Pakistan, dan sekitarnya. Pada hari Maulid Nabi, ribuan pengikut tarekat dari berbagai negara akan berdatangan untuk berziarah di makam ini. Dalam komplek makam ini terdapat fasilitas perpustakaan, penginapan untuk peziarah dan tamu terkemuka yang dilengkapi AC, dan sebagainya.  

Aktual.co yang mengunjungi makam, yang berada dalam lingkungan masjid yang sangat besar, melihat banyak warga Irak sedang berziarah. Ada juga keluarga yang membawa anak-anak di sana. Melihat kapasitasnya, 1.500 orang bisa berziarah dan diakomodasi di sana.

“Pada hari Maulid Nabi, seluruh peziarah yang datang diberi makan tiga kali sehari oleh pengelola lingkungan makam ini,” tutur Saeful.

Syekh Abdul Qadir Jaelani (1077-1166) lahir di kota Na’if, distrik Gilan, Provinsi Ilam, atau Amol di Tabarestan, Persia. Ia adalah seorang sufi dan ahli fiqih dari madzhab Hambali yang berbasis di Baghdad. Kalau dilihat garis keturunannya, ayahnya adalah keturunan dari Hasan, putra Ali bin Abi Thalib, dan cucu Nabi Muhammad SAW. Sedangkan ibunya adalah keturunan dari Husein, yang juga putra Ali bin Abi Thalib dan cucu Rasulullah SAW.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Ahli Hukum Pidana Nilai Rencana KPK Ajukan PK ke MA Tidak Tepat

Jakarta, Aktual.co —   Dua Guru Besar ahli pidana hukum dari Universitas Islam Indonesia (UII) Muzzakir dan dosen Universitas Padjajaran Gede Panca mengatakan bahwa rencana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terkait hasil sidang praperadilan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan kepada Mahkamah Agung (MA) dinilai tidak tepat.

Pasalnya baik Muzzakir dan Gede Panca sepakat bahwa materi PK hanya terbatas pada materi pokok perkara dan bukan pada materi sangkaan tersangka.

“Yang lalu itu adalah praperadilan dengan materi sangkaan tersangka. Sedangkan PK itu ranahnya di pengadilan dengan materi terbatas pada pokok perkara,” papar Muzzakir dihubungi wartawan di Jakarta, Sabtu (28/2).

Namun Muzzakir menilai dengan mencuatnya hasil praperadilan yang telah memutuskan bahwa Komjen BG dinyatakan bukan sebagai tersangka seperti yang disangkakan KPK, menjadi preseden baik pada dunia penegak hukum di Indonesia.

“Saya objektif menilai. Mencuatnya hasil praperadilan itu bagi saya sebagai seorang akademisi, adalah hal positif bagi masyarakat agar melek hukum. Artinya bahwa KPK kedepan harus hati-hati dan bekerja lebih baik lagi dalam menjalankan mekanisme hukum guna menetapkan calon tersangka korupsi. Ini ujian bagi KPK dan ke depan harus sinergi dengan penegak hukum lainnya,” jelasnya.

Sementara itu  Gede Panca, menilai upaya PK yang dilakukan KPK terkait hasil praperadilan yang membatalkan status tersangka BG dinilai Gede Panca bahwa tim kuasa hukum KPK tidak melihat duduk persoalan secara komprehensif dan objektif.

“Saya tidak membela siapapun. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa secara Kitab Undang Hukum Acara Pidana atau KUHAP, langkah PK yang dilakukan KPK itu adalah langkah hukum yang luar biasa, karena Hakim Sarpin telah memutuskan, hasilnya final dan mengikat. Artinya PK yang diajukan ke MA itu bisa dikatakan sia-sia, karena secara subtansial putusan, MA ataupun Komisi Yudistial (KY) secara hukum tidak bisa mengintervensi putusan final hakim yang keputusannya itu dilindungi Undang Undang,” papar Gede Panca.

Gede Panca yang juga ahli hukum pidana dan ahli hukum administrasi turut menilai keobjektifan hakim Sarpin. Menurutnya, Hakim Sarpin telah bersikap netral dan obyektif dengan memberikan kesempatan kepada pemohon dan termohon mempertahankan maupun menyangkal gugatan. Jadi Hakim sudah bersikap equal dan balance sehingga mencerminkan due process of law.

Seperti diketahui  Kasasi atau pembatalan atas keputusan Pengadilan yang diajukan KPK telah ditolak PN Jaksel pada Jumat (27/2) terkait hasil sidang praperadilan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan dan adanya rencana KPK untuk mengajukan Peninjauan Kembali atau (PK) kepada Mahkamah Agung. PN Jaksel menilai kasasi yang diajukan KPK tidak dapat diproses sesuai dengan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) nomor 8 tahun 2011.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain