1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38187

“Eksekusi Mati Terpidana Narkoba: Dampak Hukum,HAM dan Politik”

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), senator asal Nusa Tenggara Barat Farouk Muhammad (kiri) bersama Dosen Hukum Pidana Universitas Padjajaran Romli Atmasasmita (kanan) tampil sebagai pembicara dalam diskusi Dialog Kenegaraaan yang diselenggarakan Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerjasama dengan Setjen Dewan Perwakilan Daerah (DPD) bertajuk “Eksekusi Mati Terpidana Narkoba: Dampak Hukum,HAM dan Politik” Rabu (25/2/2015). Dalam pernyataannya kedua pembicara,setuju dan segera laksanakan saja hukuman mati kepada terpidana narkoba Bali yang telah diputuskan oleh pengadilan. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Terpilih, Abdul Aziz Siap Bawa PPP Menangi Pilkada DKI

Jakarta, Aktual.co — Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta versi Muktamar Surabaya akhirnya menetapkan Abdul Aziz sebagai ketua formatur terpilih periode 2015-2020.
Dalam sambutannya setelah terpilih, Azis mengatakan akan segera menyusun kepengurusan dalam waktu singkat, guna mempercepat program-program partai yang sudah dirancang.
“Dan telah merumuskan beberapa kebijakan strategis terkait ketetapan-ketetapan Muktamar VIII PPP di Surabaya, pada 15-17 Oktober 2014. Sehingga, wajib dipatuhi seluruh pimpinan, kader, dan anggota PPP DKI,” kata Aziz, Rabu (25/2).
Selain itu, rencana pemenangan Pilkada DKI tahun 2017 juga menjadi prioritas Azis dalam memimpin partai Ka’bah.
“Kami akan melakukan upaya-upaya serius dalam penataan dan peremajaan struktur PPP hingga tingkat ranting dengan memperhatikan aspek sumber daya manusia (SDM), sumber daya keuangan, kearifan lokal, dan kebijakan partai menuju modernisasi PPP,” beber dia.
Tak lupa, eks sekretaris DPW PPP DKI ini mengajak seluruh kader hingga simpatisan agar bersatu dan menjaga soliditas guna membesarkan partai. Apalagi, sesumbarnya, hanya Muktamar Surabaya lah yang diakui negara, menyusul terbitnya Surat Keputusan (SK) Kementerian Hukum dan HAM (Menkumham) No. M.HH-07.AH.11.01.
“Sehingga, kita bisa kembali bersama-sama memperjuangkan kepentingan umat dan masyarakat luas, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat serta mendorong lahirnya kebijakan-kebijakan yang pro umat dan pro rakyat,” tandas Aziz.

Artikel ini ditulis oleh:

Ruki: Ada Sembilan Kasus Yang Berhubungan dengan KPK dan Polri

Jakarta, Aktual.co — Pelaksana Tugas (Plt) Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Taufiqurrahman Ruki mengungkapkan bahwa diskusi yang dilakukan pihaknya dengan Polri adalah untuk membahas sembilan kasus yang berhubungan langsung dengan dua lembaga penegak hukum di tanah air. Kasus-kasus tersebut ditulis rapi dalam secarik kertas.
Dia mengatakan, dalam diskusi yang akan terus dilakukan secara rutin antara lain adalah membicarakan pelanggaran hukum yang diduga dilakukan oleh Abraham Samad (AS) dan Bambang Widjojanto (BW), serta putusan praperadilan Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Budi Gunawan (BG).
“Di tangan saya (sambil menunjukkan kertas berisi sembilan kasus tersebut) ini ada sembilan poin yang menyangkut KPK dengan Polri. Ada adalah tiga masalah besar yang jadi bahan pembicaraan,” ujar Taufiqurrahman di gedung KPK, Rabu (25/2).
Meski begitu, ketika ditanya ke-enam kasus lainnya, Ruki enggan menyebutkannya. Dia beralasan, tidak etis jika dirinya lebih dulu menyebutkan ke media sebelum pihak yang ditujukan belum mengetahuinya.
“Ya sudahlah anda kan sudah tahu. Belum saatnya dibuka kepada publik dong. Kalau saya bicarakan kepada publik nanti orang bilang, wah gimana ini pak Taufik? Belum bicara dengan Kapolri belum putus kita belum sepakat menentukan A tahu-tahu sudah dibilang A,” pungkasnya.
Meski begitu, nampaknya Plt Komisioner sudah menentukan sikap terkait masalah hukum yang menimpa dua pimpinan KPK nonaktif. Lembaga anti rasuah itu sepertinya akan memberikan bantuan hukum kepada AS dan BW.
“Yang sedang kami tangani adalah mengenai kasus dimana saudara AS dan saudara BW dijadikan tersangka. Tapi kami katakan itu adalah warga kami pak. Kami sudah menyiapkan yang namanya tim yang akan melakukan evaluasi untuk melaksanakan pra penuntutan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ajukan Banding, PPP Kubu Romi Sebut SK Kemenkumham Tetap Berlaku

Jakarta, Aktual.co — Politisi PPP versi Muktamar Surabaya, Arsul Sani  menilai bahwa Surat Keputusan Kemenkumham soal keabsahan PPP versi Surabaya tetap berlaku.
Menurutnya, pihak PPP muktamar Surabaya akan mengajukan banding, untuk itu keputusan PTUN tingkat I belum berkekuatan hukum tetap.
“Dengan diajukan banding maka putusan PTUN belum berkekuatan hukum tetap (inkrah). Kalau putusan belum berkekuatan hukum, keputusan Kemenkumham tetap sah, berlaku,” kata Arsul, kepada Aktual.co, Rabu (25/2).
Pihaknya juga tetap membuka pintu untuk jalan islah, namun dengan catatan kubu Djan Faridz juga memiliki keinginan yang sama. Selain itu, tetap akan melakukan konsolidasi dalam rangka persiapan Pilkada. 
“Tentu kalau soal islah terbuka, cuma kalau yang diajak islah ngga mau gimana,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Penundaan ISL Juga Berdampak Pada Kompetisi DU

Jakarta, Aktual.co — Penundaan jadwal kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015, yang dilakukan Menpora, Imam Nahrawi, juga berdampak terhadap jadwal kompetisi Divisi Utama.

Pelatih Persita Tangerang, Bambang Nurdiansyah, mengaku khawatir dengan pemainnya, akan mengalami kejenuhan akibat jadwal kompetisi Divisi Utama 2015 sering berubah.

“Untuk mengatasinya para pemain dibuat tenang dan latihan ringan yang tidak membosankan,” kata Bambang Nurdiansyah di Tangerang, Banten, Rabu (25/2).

Menurut dia, manajemen Persita belum mendapatkan laporan secara resmi dari PSSI sebagai otoritas sepakbola tentang jadwal kompetisi Divisi Utama.

Namun sebelumnya diperoleh informasi bahwa kompetisi Divisi Utama dimulai akhir Februari 2015, tapi kemudian ditunda lagi.

Bahkan rencananya laga Divisi Utama dijadwalkan awal April 2015 sehingga membuat pelatih kesulitan untuk melakukan latihan sesuai porsi yang diberikan kepada pemain.

“Jika sering latihan, pemain juga bosan dan mereka tidak mendapatkan kepastian kapan pertandingan sesungguhnya,” katanya.

Meski begitu, pihaknya sudah beberapa kali melakukan latih tanding, diantaranya dengan Barito Putra dan Persiram Raja Ampat yang merupakan tim Indonesia super Leage (ISL).

Bambang mengatakan bila pemain mengalami jenuh tentunya hasilnya terjadi kontra produktif dengan program yang sudah dijalankan.

Sedangkan pihaknya juga telah melakukan latihan fisik terhadap pemain yang mayoritas bekas pemain Persita U-21 hasil pembinaan secara matang.

Dia menambahkan pemain masih lemah dalam penyelesaian akhir walau telah tiga kali melakukan latih tanding termasuk dengan tim ISL menjelang kompetisi sesungguhnya.

Untuk mengatasi masalah itu, katanya, pihaknya melakukan latihan mental dan taktik secara kombinasi untuk menghilangkan kejenuhan.

Artikel ini ditulis oleh:

Ahok Berencana Temui Mendagri, Bahas Kisruh APBD

Jakarta, Aktual.co —Kisruh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2015 belum juga memperlihatkan tanda-tanda bakal reda.
Untuk bicarakan itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berencana temui Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.
“Saya memang ada rencana bertemu dengan Mendagri untuk membahas soal APBD tahun ini. Akan tetapi, waktunya masih direncanakan,” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (25/2).
Kepada Tjahjo, Ahok mengaku akan beberkan alasan mengapa para anggota DPRD DKI tidak mau menyetujui dan menandatangani draf APBD versi Pemprov DKI. 
Pertemuan antara Tjahjo dan Ahok memang sudah ditunggu-tunggu. Karena kemarin, Ahok juga mempertanyakan sikap bungkam Mendagri terkait temuan Badan Perencanaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Yakni mengenai adanya ‘anggaran siluman’ di APBD DKI dalam dua tahun terakhir berturut-turut.
Ahok mengaku heran Tjahjo seperti diam saja dengan temuan itu. “Mau diproses ngga temuan BPKP dua kali? Kenapa Mendagri nggak ngomong? Ini bukan saya yang ngomong loh tapi BPKP. Kenapa (Tjahjo) nggak mau ngomong?” ujar Ahok, di Balai Kota DKI, Selasa (24/2).
Keheranan Ahok terhadap sikap Tjahjo, juga terkait belum disahkannya draf APBD DKI 2015 oleh Kemendagri hingga saat ini, lantaran dianggap tak sesuai format yang berlaku.
Tak mau berlarut-larut, Ahok pun mengajak Mendagri untuk bertemu langsung dengannya, dan membicarakan apa yang menjadi keberatan Kemendagri terhadap postur APBD DKI 2015.
“Di mana alasannya? Sudah deh bikin surat resmi ke kita biar bisa berdebat,” tantang Ahok.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain