3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38514

Ini Dia Petarung Terbaik pada ‘Zealot Muaythai Fight’ di Jakarta

Jakarta, Aktual.co — Dua petarung dari sasana Sinfor Muaythai Camp Tangerang, Banten, yaitu Madlani dan Juhed, menjadi yang terbaik pada ‘Zealot Muaythai Fight’ di GOR Tanjung Priok, Jakarta, yang berakhir Minggu (15/2).

Madlani menjadi yang terbaik di kelas profesional 52 kg setelah pada partai puncak mampu menumbangkan Cecep dari Camp David dalam pertarungan yang berlangsung kurang dari satu menit melalui technical knock out.

“Saya tidak menyangka bisa menang dengan cepat, karena lawan sudah menyerang. Saya hanya menunggu ada kesempatan, begitu ada peluang sedikit saya ambil. Ternyata ‘timing’ saya tepat,” kata Madlani usai berlaga.

Jika Madlani menang dengan mudah, kondisi berbeda dialami Juhed. Pria yang turun di kelas 57 kg itu harus berjuang dengan keras untuk menjadi juara. Lawan yaitu Evan dari Golden Camp memberikan perlawanan. Berbekal pengalaman akhirnya Juhed mampu menjadi yang terbaik.

“Tidak ada persiapan khusus untuk turun di kejuaraan ini. Tapi saya bertanding dengan maksimal,” kata Juhed usai berlaga.
 
Kondisi berbeda dialami petarung putri yaitu Sinfor Muaythai Camp, Sonya. Petarung tang turun di kelas Pro-Am 46 kg itu gagal menjadi yang terbaik setelah dikalahkan wakil putri asal Zealot Muaythai, Helen Kurwan.

Sonya, pada partai puncak ini sebenarnya memberikan perlawanan yang sengit. Bahkan dalam tiga ronde yang harus dijalani mempunyai nilai yang sama dengan lawan. Hanya saja di ronde tambahan, Sonya mengalami penurunan performa.

“Sebenarnya lawan cukup bagus dan berpengalaman dari saya. Tetapi saya mencoba terus menekan hingga akhirnya staminanya terkuras. Saya mencoba bertahan dengan stamina yang bagus. Karena pukulan lawan dan teknik lebih bagus,” kata Helen.

Hasil positif yang diraih Helen mendapatkan apresiasi dari pemilik Zealot Muaythai, Jerry Luhukay. Mantan pelatih nasional itu menilai anak asuhnya mempunyai kesiapan fisik dan mental yang bagus meski petarung ini dinilai masih debutan di cabang olahraga asal Thailand itu.

Sementara itu, Ketua Muaythai Profesional Indonesia (MPI) Frans Mohede menilai kejuaraan yang dipromotori oleh Jerry Luhukay sangat bagus untuk memperkenalkan cabang bela diri asal Thailand serta untuk pembinaan. Pihaknya berharap, kejuaraan ini juga menegakkan aturan profesional.

Artikel ini ditulis oleh:

Aktor Muda Verrell Bramasta Berbagi Tips Sehat di Musim Hujan

Jakarta, Aktual.co — Aktor muda, Verrell Bramasta, berbagi kiat sehat di musim peghujan.

“Aku selalu membiasakan banyak minum dan makan. Dua hal itu penting karena untuk mempertebal pertahamanan imun tubuh kita dari berbagai virus, apalagi musim hujan seperti sekarang,” bebernya, kepada Aktual.co, di kawasan Kuningan, Jakarta, belum lama ini.

Anak dari pasangan Venna Melinda dan Ivan Fadilla ini menuturkan, bahwa perbedaan musim di Italia dengan Indonesia sangat berbeda. Oleh karena itu, Verrell harus mampu beradaptasi di musim hujan, ketika tiba di tanah air.

“Karena baru pulang dari Italia, jadi aku baru tahu kalau di Jakarta lagi hujan besar dan sampai banjir, ” ceplosnya.

Saat ini, dirinya mengaku bahwa berat badannya sedikit bertambah, lantaran, terlalu banyak makan demi menjaga kebugaran fisiknya.

Untuk diketahui, Verrel terlibat dalam syuting film layar lebar ‘Udah Putusin Aja’ yang diangkat dari Novel karya Ustad Felix Siauw.

Artikel ini ditulis oleh:

Slogan & Jersey Baru Diluncurkan, Arema Target Boyong Piala LSI 2015

Jakarta, Aktual.co — Tim Arema Cronus Indonesia Malang, Jawa Timur, yang bakal mengarungi kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2015, Minggu (15/2), resmi diluncurkan bersama jersey baru dan pemain yang bakal mengisi “line up” musim depan.

Rangkaian acara peluncuran tim dimulai sejak pagi hingga petang hari dengan berbagai acara yang dipusatkan di kawasan Stadion Kanjuruhan Kepanjen, yang menjadi kandang utama Singo Edan, selain Stadion Gajayana sebagai stadion alternatif.

Mengusung slogan baru ‘Ayas Singo Edan’ atau Saya Singo Edan, Arema menargetkan memboyong piala LSI 2015 ke Bumi Malang.

 “Dengan slogan Ayas Singo Edan ini, semua pihak merasa memiliki Arema dan terus memberikan semangat agar Arema menjadi juara pada musim ini,” tegas CEO Arema, Iwan Budianto, di sela-sela peluncuran tim di Stadion Kanjuruhan.
 
Manajemen Arema, tegasnya, memang menargetkan juara walau banyak pihak merasa pesimistis karena materi pemain yang tidak banyak berubah dari musim lalu, bahkan mayoritas adalah pemain muda yang belum banyak pengalaman bermain di kompetisi profesional.

“Meski komposisi pemain diragukan banyak orang, kami menargetkan Arema juara LSI tahun ini,” tandasnya.

Menyinggung kondisi keuangan tim, Iwan Budianto menegaskan tidak ada masalah. “Soal dana tidak ada masalah, meski tahun ini Arema akan bermain di dua kompetisi, yakni kompetisi LSI dan Piala Indonesia,” katanya.

Peluncuran tim Arema ditutup dengan laga uji coba Arema menjamu Persepam Madura United.

Sementara itu, dalam peluncuran tim yang juga memperkenalkan jersey terbaru, ada yang berbeda pada logo Arema. Jika sebelumnya di dalam logo ada tanggal lahir Arema, pada jersey terbaru logo dihapus dan diganti “Salam Satu Jiwa”, dengan harapan supaya semua pihak sama-sama merasa memiliki Arema dan bersatu jiwanya dalam Arema.

Komposisi pemain Arema yang diperkenalkan pada publik adalah, untuk posisi kiper ditempati Kurnia Meiga, I Made Wardana, Utam Rusdiana, dan Ahmad Kurniawan. Posisi bek Victor Igbonefo, Benny Wahyudi, Hasim Kipuw, Johan Ahmad Farizi, Purwaka Yudhi, Gilang Ginarsa, Fabiano Beltrame Da Rosa dan Suroso.

Sedangkan di posisi tengah, Oky Derry, Ferry Aman Saragih, Juan Revi, Hendro Siswanto, Ahmad Bustomi, I Gede Sukadana yang ditopang Sengbah Kennedy, serta posisi depan ditempati, Yao Rudy Abblode, Ahmad Noviandani, Dendi Santoso, Sunarto, Arif Suyono, Samsul Arif, dan Cristian Gonzales.

Hanya saja, dalam peluncuran tim tersebut tidak semua pemain dan jajaran pelatih tim berjuluk Singo Edan itu hadir. Asisten pelatih Arema, Joko Susilo dan penjaga gawang Achmad Kurniawan absen karena alasan berbeda.

Media officer Arema, Sudarmaji menjelaskan, Joko dan Ahmad Kurniawan absen karena di saat bersamaan ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan. Joko absen karena ikut workshop yang dihelat PT Liga Indonesia dan Ahmad Kurniawan absen karena sedang melangsungkan pernikahan.

Artikel ini ditulis oleh:

Sejarah Budaya Seks Jawa: Centhini Lebih Dahsyat dari Kamasutra

Jakarta, Aktual.co — Seks dalam peradaban dan kebudayaan Jawa tentu bukanlah semata-mata terbatas pada makna jenis atau alat kelamin, melainkan segala hal yang berkaitan dengan masalah seks, baik itu masalah seksual atau pun kehidupan seks masyarakat Jawa yang sudah menjadi adat istiadat dan sudah membudaya.

“Setiap kebudayaan dan peradaban itu memiliki bentuk, corak dan sukma yang berbeda. Seksnya akan tetap sama, tetapi kemasannya kan berbeda dengan kebudayaan,” urai Jaya Suparna, kepada Aktual.co, dalam acara diskusinya ‘Seks Dalam Peradaban dan Kebudayaan Jawa’, di Jakarta.

Diskusi tersebut juga banyak menceritakan sejarah budaya seks Jawa dan sejarah lainnya. Bukti sejarah tentang gambaran kehidupan seks dalam peradaban dan kebudayaan Jawa, sudah ada semenjak abad IX, sebagaimana terpahat dalam relief Candi Borodur di Jawa Tengah. Candi Borobudur memiliki 1460 panel relief dan 504 stupa.

Dari panel relief sebanyak itu, ada 160 panel yang sengaja ditimbun tanah karena reliefnya dianggap vulgar dan cabul. Panel-panel itu terletak di bagian paling bawah, yang disebut “Kamadhatu”, yang sekaligus dijadikan sebagai pondasi candi. Panel relief ini yang tersembunyi ini menggambarkan adegan Surta Karmawibhangga atau hukum sebab-akibat kehidupan, yakni gambaran perbuatan yang mengikuti hawa nafsu seperti bergosip, membunuh, menyiksa dan memperkosa. Juga ada adegan seks dalam berbagai posisi.

Dalam seks, cara memuaskan pasangan wanita dan tanda-tanda tatkala mancapai klimaks hubungan seks, menjadi kewajiban dan harus dipahami oleh seorang pria. Karena itu, maka diajarkan dalam kitab Kawruh Sanggama (pengetahuan tentang Sanggama) dan Serat Nitimani dengab cara yang indah dan tidak vulgar.

Untuk diketahui, sebelumnya juga ada sebuah kitab bernama Serat Centhini yang berisi mengenai berbagai pernik kehidupan masyarakat Jawa, ada juga tentang penanggalan Jawa, rumah, makan, obat-obatan, kebiasaan hidup sehari-hari termasuk seks yang dikupas tuntas mulai dari bagaimana mengenal serta memahami perilaku seks seorang. 

Disamping itu juga dibahas tentang perempuan berdasarkan ciri-ciri fisiknya, sampai bagaimana melakukan adegan sanggama secara liar dan nakal dengan berbagai posisi dan cara, adegan sesama lelaki hingga lebih dari satu lelaki yang dilakukan secara mistis dan sakral.

Oleh karena itu, maka banyak para pengamat Sastra Jawa yang menyebut Centhini lebih dahsyat dibandingkan dengan kitab seks Kamasutra dari India yang mendunia itu.

Buku tersebut mengajarkan banyak hal termasuk untuk tidak melakukan hal-hal yang mengikuti hawa nafsu manusia. Mengenal bagaimana peradaban budaya seks Jawa.

Artikel ini ditulis oleh:

Langgar Batas di Laut Arab, Pakistan Bebaskan 172 Nelayan India

Jakarta, Aktual.co — Pakistan, Minggu (15/2) membebaskan 172 nelayan India, yang ditahan karena melanggar batas wilayah perairannya di Laut Arab, kata pejabat pemerintah.

“Hari ini, Minggu, kami membebaskan 172 nelayan India,” kata Muhammad Hassan Sehto, pengawas penjara distrik Malir di Karachi, tempat nelayan tersebut ditahan, kepada AFP.

Peristiwa itu bertepatan dengan pertandingan penting di Piala Dunia Kriket antara Pakistan dengan pesaingnya, India, yang dihelat di Adelaide, Australia.

Namun, Sehto mengatakan bahwa 349 warga India masih berada dalam tahanan.

Sehto menambahkan nelayan yang dibebaskan akan dibawa ke timur Laore, tempat mereka akan diserahkan ke pejabat India di Wagah, satu-satunya daerah perbatasan aktif di antara kedua negara itu.

Tetapi, belum jelas berapa lama nelayan tersebut ditahan sebelum dibebaskan.

Penangkapan nelayan oleh Pakistan maupun India sering dilakukan karena batas wilayah di Laut Arab belum jelas dan banyak kapal yang teknologinya tertinggal sehingga tidak dapat menentukan posisi dengan pasti.

Selain itu, hubungan buruk diplomatik antara kedua negara tersebut membuat banyak nelayan ditangkap dan harus menjalani hukuman kurungan di penjara.

Pada bulan lalu, angkatan laut menangkap 38 nelayan India yang tersesat di perairan Pakistan.

Hubungan antara Pakistan dan India telah memburuk dalam beberapa terakhir yang ditandai dengan penembakan di perbatasan Kashmir.

Artikel ini ditulis oleh:

Seniman Ajak Warga Jaga Lingkungan Lewat Pameran Lukisan

Jakarta, Aktual.co — Sejumlah seniman asal Kota Medan menggelar pameran lukisan yang berisi ajakan kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Berbagai lukisan dengan tema ‘Back To Nature’ atau kembali ke alam tersebut dipamerkan di sanggar Himpunan Pelukis Seni Rupa (Himprasi) di Jalan Suprapto Medan, Minggu (15/2).

Dalam pameran tersebut, ditampilkan berbagai lukisan yang menampilkan keindahan alam, mulai dari hutan, gunung, danau, hingga hewan-hewan yang hidup di alam bebas.

Salah satu pelukis asal Kota Medan Suhendra mengatakan, pameran itu ditujukan untuk menarik minat masyarakat terhadap keasrian lingkungan hidup melalui lukisan.

Ajakan tersebut sangat penting karena banyaknya elemen masyarakat yang kurang menjaga kelestarian ekosistem lingkungan dengan berbagai alasan.

Melalui lukisan tersebut, diharapkan masyarakat dapat menyadari bahwa kelestarian lingkungan itu sangat indah dan dapat memberikan kenyamanan dalam hidup.

“Saya tergerak untuk memamerkan hasil lukisan alam untuk mengingatkan masyarakat bahwa alam ini indah,” kata alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta itu.

Ketua Komisi E DPRD Provinsi Sumatera Utara Efendi Panjaitan yang menyaksikan pameran tersebut mengapresiasi kegiatan yang mengajak upaya melestarikan lingkungan itu.

Menurut dia, cukup banyak makna yang dapat diambil dari kegiatan yang berkaitan dengan kelangsungan hidup manusia tersebut.

Di satu sisi, pameran itu menunjukkan besarnya perhatian kalangan seniman terhadap kelestarian lingkungan yang belakangan mulai banyak yang rusak.

Di sisi lain, lukisan-lukisan tersebut juga menjadi sindiran bagi pembuat kebijakan di bidang lingkungan agar lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup.

“Lukisan-lukisan ini indah. Saya ragu kalau kelestarian seperti ini masih ada. Jadi, ini adalah ajakan agar masyarakat tergerak untuk tidak lagi merusak alam,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain