3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38516

Kapitalisasi Pasar Saham Telkom Tembus Rp300,4 Triliun

Jakarta, Aktual.co —  PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mencatat nilai kapitalisasi pasar di bursa saham medio Februari 2015 menembus angka Rp300,4 triliun, tumbuh 7,3 persen dibanding kapitalisasi pasar Oktober 2014 sebesar Rp280 triliun.

Mengutip data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Minggu (15/2), kapitalisasi pasar operator telekomunikasi lainnya seperti PT Indosat Tbk hanya mencapai Rp21,2 triliun sedangkan PT XL Axiata Tbk sebesar Rp44,4 triliun.

Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga mengatakan tingginya kapitalisasi pasar itu menunjukkan nilai perusahaan yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

“Perseroan telah mencanangkan target pada 2015 agar menjadi penguasa pasar di semua lini bisnis yang digeluti. Tantangan sebenarnya adalah menjaga momentum yang positif ini bagi Telkom,” tegas Alex.

Ia menjelaskan pada bisnis seluler, melalui Telkomsel perseroan akan menjadi “King Of Digital” dengan dukungan mobile broadband.

Di layanan berbasis kabel, akan menjadi juara dengan layanan Fiber To The Home (FTTH) melalui IndiHome yang menawarkan Triple Play.

Sementara untuk backbone akan memperkuat Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) dari Aceh hingga Papua.

“Kami juga akan memperkuat footprint di kawasan agar menjadi pemain regional dengan intermediate objectives untuk tahun 2015 ini adalah mencapai pendapatan Rp100 triliun dengan ‘market capitalization” mencapai Rp300 triliun,” katanya.

Secara terpisah, analis dari Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menilai sudah waktunya saham Telkom mengalami penguatan setelah belakangan mengalami pelemahan.

“Investor memilih saham Telkom karena perusahaan memiliki modal yang kuat untuk terus berinvestasi. Selain itu di sektor ritel, telekomunikasi adalah salah satu yang kuat menghadapi krisis,” ujar William.

Ia menuturkan pencapaian kapitalisasi pasar Rp300 triliun merupakan hal yang bagus bagi investor dan Telkom.

“Bagi investor saham Telkom merupakan saham yang likuid dan mampu memberikan profit. Sementara bagi emiten, ini menunjukkan kepercayaan publik yang tinggi dan bagus bagi ekuitas,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Disdukcapil: 403.523 Warga Batang Belum Miliki Akta Kelahiran

Jakarta, Aktual.co — Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengungkapkan bahwa sebanyak 403.523 dari 762.811 jiwa penduduk setempat belum memiliki akta kelahiran. Oleh sebab itu, pihaknya melakukan jemput bola atau proaktif untuk menyelesaikan masalah akta kelahiran tersebut dengan mendatangi masyarakat setempat.

“Sebagian besar warga yang belum memiliki akta kelahiran tersebut adalah mereka yang berusia lanjut sehingga pemkab terus mendatangi warga yang ingin memiliki akta itu,” ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Batang Kadariyanto Hadi di Batang, Minggu (15/2).

Pemerintah pusat dan Provinsi Jateng, memiliki program kepengurusan administrasi kependudukan secara gratis kepada warga yang belum memiliki dokumen tersebut.

Program kepemilikan akta kelahiran tersebut, lanjut dia, ditargetkan selesai hingga 2020,” katanya.

“Program jemput bola untuk kepengurusan surat kependudukan dengan mengggunakan mobil keliling ke desa-desa dan siap melayani akta kelahiran, kartu keluarga, dan KTP secara gratis,” katanya.

Menurut dia, untuk pembuatan akta kelahiran, khusus bayi yang baru lahir, bisa selesai dalam waktu satu hari.

“Akan tetapi, bagi masyarakat yang sudah usia dewasa, biasanya jadi dalam waktu satu minggu,” katanya.

Khusus bayi yang lahir di daerah lain, tetapi orang tuanya berdomisili di Kabupaten Batang, menurut dia, bisa mengajukan akta kelahiran di daerah setempat.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Batam Alokasikan APBD Jaminan Kesehatan Masyarakat Rp20 Miliar

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau mulai membagikan kartu peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bagi warga tidak mampu yang dibiayai oleh pemerintah daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Chandra Rizal mengatakan pihaknya mengalokasikan dana Rp20 miliar dalam APBD 2015 untuk jaminan kesehatan masyarakat.

“Anggarannya Rp20 miliar, termasuk pengobatan sampai ke Jakarta,” kata Chandra Rizal di Batam, Minggu (15/2).

Jaminan kesehatan yang diberikan pemerintah kota dilakukan sampai sembuh, tidak peduli betapa besar dan mahalnya biayanya.

Sebelumnya, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam Fahrurozi mengatakan jumlah peserta BPJS di wilayah itu terus bertambah. Ia mencatat saat ini sekitar 641.000 jiwa yang terdiri dari peserta ASKES, pekerja penerima upah, Jamkesmas dan peserta mandiri.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Wagub: Jalan Kereta Api Sulsel Telan Anggaran Rp1,117 Triliun

Jakarta, Aktual.co —  Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Selatan (Sulsel) Agus Arifin Nu’Mang mengatakan anggaran untuk pembuatan jalan rel kereta api di Sulsel mencapai satu triliun lebih.

“Berdasarkan hasil rapat yang saya Ikuti di Jakarta, untuk anggaran jalan kereta api di APBN secara total mencapai satu triliun, seratus tujuh belas koma tujuh miliar,” katanya di Makassar, Minggu (15/2).

Ia menjelaskan anggaran tersebut berasal dari APBN pokok sebesar Rp311, 7 miliar kemudian ditambah Rp860 miliar dengan jumlah total Rp1,117,7 triliun khusus jalan kereta api.

“Pak menteri bilang dana ini harus diserap dan meminta tolong agar fokus dalam pengerjaan termasuk pembebasan lahan,” ujarnya.

Sebelumnya, rencana dimulainya pembangunan rel kereta api dicanangkan pada akhir Februari 2015 karena dianggap pendanaan sudah siap untuk direalisasikan.

Pembangunan rel kereta api untuk tahap pertama sepanjang 30 kilometer telah disurvei Dinas Perhubungan Sulsel bersama Kementerian Perhubungan.

Anggota DPRD Sulsel Aryadi Arsal mengatakan seluruh pembahasan jalan hingga penggaran tinggal merampungkan penyelesaian pembebasan lahan masyarakat yang akan dilalui jalan kereta api tersebut.

“Dukungan masyarakat Sulsel sangat diharapkan mewujudkan trasportasi massal ini seperti pada pembebasan lahan jalan kereta api,” katanya.

Pemprov Sulsel sebelumnya telah merencanakan membangun infrastruktur jalur kereta api menghubungkan Kota Makassar- Kota Parepare sepanjang 144 kilometer dengan anggaran Rp6,4 triliun.

Jalur kereta yang rencananya dibangun seperti “single track” dengan lebar rel 1,435 milimeter dengan kecepatan maksimal kereta api mencapai 200 kilometer per jam dan akan dibangun infrastruktur 23 unit stasiun.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

OJK Gelar Pasar Keuangan Rakyat di Solo

Jakarta, Aktual.co — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar pasar keuangan rakyat di Pasar Legi, Solo, Jawa Tengah, untuk memperkenalkan produk dan jasa industri keuangan, termasuk Layanan Keuangan Mikro (LKM) yang dikhususkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Pasar Keuangan Rakyat ini bisa menunjukkan pada masyarakat bahwa produk dan layanan sektor jasa keuangan saat ini mudah dan murah serta bermanfaat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti S, Setiono di Solo, Minggu (15/2).

Dalam keterangan pers, OJK menyebutkan Pasar Keuangan Rakyat di Solo ini melibatkan 34 pelaku usaha jasa keuangan (PUJK), antara lain dari Bank, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Pembiayaan, Dana Pensiun, Asosiasi di sektor jasa keuangan,Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa dan juga beberapa UMKM binaan lembaga jasa keuangan.

OJK juga akan menggelar acara serupa di Klaten pada Senin (16/2) dengan melibatkan 300 pelaku usaha UMKM lurik, baik konveksi, makanan, mebel, kerajinan dan pertanian.

Mengenai Layanan Keuangan Mikro (LKM), OJK sangat mengandalkan produk ini untuk memperkenalkan manfaat industri jasa keuangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (low income). Oleh karena itu, LKM memiliki proses yang sederhana, cepat, akses yang mudah, dan harga yang terjangkau.

Produk dan layanan LKM antara lain berupa produk : Simpanan (TabunganKu atau tabungan sejenis), Investasi (cicilan emas dan reksa dana mikro), Proteksi (asuransi mikro) dan Pinjaman (kredit/pembiayaan mikro).

Sedangkan untuk jasa keuangan LKM antara lain konsultasi dan informasi produk dan jasa keuangan, jasa pengiriman uang (transfer), serta jasa pembayaran dan pembelian.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pengamat: Jokowi Jangan Ragu Lantik Budi Gunawan

Jakarta, Aktual.co —  Pengamat politik yang juga sebagai Direktur Eksekutif POINT Indonesia Karel Susetyo meminta Presiden Joko Widodo tidak ragu untuk melantik Komjen Polisi Budi Gunawan sebagai Kapolri.

“Presiden Jokowi sudah menunjukkan keberaniannya meski dihujat dunia internasional soal putusan hukuman mati. Masa hanya mengangkat BG saja, Presiden tidak berani. Kalau pun nanti BG bermasalah, tinggal Jokowi mengambil hak prerogratifnya lagi sebagai presiden untuk memecat BG sebagai Kapolri,” kata Karel di Jakarta, Minggu (15/2).

Menurut Karel, keputusan pelantikan BG sebagai Kapolri oleh Presiden Jokowi, sebenarnya bukanlah sebuah keputusan yang rumit. Apalagi, Presiden sudah teruji konsistensinya dalam memutuskan sebuah kebijakan.

“Ini bisa kita lihat pada kebijakan kenaikan harga BBM dan pelaksanaan hukuman mati terhadap terpidana narkoba,” katanya.

Kedua kebijakan itu, menurut dia, bukan keputusan yang mudah. Bahkan, tekanan publik relatif sangat kuat, terutama pada kasus hukuman mati terpidana narkoba. Sejumlah negara bahkan menyatakan kekecewaannya terhadap Presiden, tetapi Presiden tak menggubrisnya dan kebijakannya jalan terus.

“Ini juga lah yang sepatutnya terjadi pada kasus pelantikan BG,” paparnya.

Apalagi, tambah Karel, dukungan parlemen untuk mengangkat BG sebagai Kapolri sudah begitu solid.

“Makin berlarut maka sebenarnya Jokowi sedang menebar masalah, baik di antara institusi penegak hukum, seperti KPK dan Polri, di parlemen, maupun di koalisi pendukungnya,” tutur Karel.

Sebelumnya, Presiden Jokowi masih enggan menjawab saat ditanya kapan putusan pelantikan Kapolri diumumkan.

“Belum bisa saya sampaikan, tetapi secepatnya nanti kalau sudah saatnya, secepatnya saya sampaikan,” katanya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (14/2).

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain